PATI jursidnusantara.com – Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) bergerak cepat menangani kerusakan talud atau tebing penahan tanah yang ambrol di Desa Ngetuk, Kecamatan Gunungwungkal. Penanganan dilakukan menyusul abrasi dan luapan air yang menggerus badan jalan serta mengancam akses masyarakat. (09/06/26)
Sebelumnya, jajaran Setda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pati bersama DPUTR telah meninjau lokasi dan melakukan langkah mitigasi cepat. Talud yang berada di bawah akses jalan desa dan jalur pertanian warga tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.
Dalam upaya penanganan, Pemkab Pati melsoui DPUTR menurunkan alat berat untuk melakukan perbaikan sekaligus merencanakan penggeseran alur sungai guna mengurangi abrasi yang terus menggerus badan jalan. Selain itu, pemasangan bronjong dilakukan sebagai langkah sementara untuk mencegah longsor susulan selama proses perbaikan berlangsung.
Kepala DPUTR melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUTR Kabupaten Pati, Widyo Tomo Kusdiyanto, menjelaskan bahwa kerusakan talud dipicu oleh luapan air dan tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pekerjaan perbaikan saat ini telah dimulai dan dilaksanakan secara swakelola dengan memanfaatkan peralatan milik DPUTR.
“Kami perkirakan pengerjaan ini dapat selesai dalam waktu satu bulan, bahkan kemungkinan bisa lebih cepat lagi, tidak sampai satu bulan,” ujar Widyo.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang relatif cerah saat ini menjadi peluang untuk mempercepat proses pekerjaan di lapangan. DPUTR berharap perbaikan dapat segera rampung sehingga fungsi talud kembali optimal dalam melindungi badan jalan dan lahan pertanian warga dari ancaman abrasi maupun longsor.
Pemkab Pati juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem dan segera melaporkan apabila ditemukan kondisi serupa di wilayah masing-masing agar dapat segera ditangani. Adv 05












