KUDUS – jursidnusantara.com Museum Jenang dan Wisata Edukasi GusJigang Kudus kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai pusat literasi budaya dan ekonomi kreatif (Ekraf) di Kudus, Jawa Tengah.
Museum Jenang dan Wisata Edukasi GusJigang Kudus, tidak hanya menampilkan perjalanan panjang jenang sebagai makanan khas Kudus, tapi juga mengangkat nilai-niai luhur GusJigang akronim dari bagus akhlaknya pinter ngaji dan terampil dagang yang menjadi falsafah hidup masyarakat setempat.
Kehadiran museum ini, menjadi jembatan antara sejarah budaya, industri, dan pendidikan yang relevan bagi generasi muda (Gen-Z).

Direktur Utama (Dirut) Mubarokfood Cipta Delicia Muhammad Hilmy, SE., mengatakan, Museum Jenang dan wisata edukasi GusJigang merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang apik dan menarik di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
“Museum ini, tidak hanya menampilkan perjalanan panjang jenang sebagai makanan khas Kudus, tapi juga mengangkat nilai-niai luhur GusJigang akronim dari bagus akhlaknya pinter ngaji dan terampil dagang yang menjadi falsafah hidup masyarakat setempat,” kata Hilmy pada 24 Mei 2026.
Hilmy juga menjelaskan, Museum Jenang dan GusJigang sebagai bagian dari gedung Mubarok Sentra Bisnis dan Budaya. Museum ini menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual.
“Museum ini menjadi bukti bahwa warisan tradisi dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan makna aslinya, sekaligus berperan sebagai sarana pelestarian indentitas lokal Kota Kudus,” jelasnya.
Seiring perkembangan zaman, proses produksi jenang mengalami modernisasi, begitu pula desain kemasannya yang terus berinovasi.
Pada tanggal 24 Mei 2017 museum jenang dan wisata edukasi GusJigang berdiri dan pada hari Minggu, 24 Mei 2026 memasuki usia yang ke-9 tahun. Museum ini menggelar berbagai kegiatan yang variatif sepanjang bulan Mei 2026.
“Pada tahun 2022 museum ini sudah mendapat rekor dari MURI, tentunya kedepan kami bisa meraih rekor-rekor yang lainnya,” terangnya.
Untuk memeriahkan HUT ke-9 Museum Jenang dan Wisata Edukasi GusJigang, kami menggelar berbagai kegiatan. Diawali dengan Video Content Competition yang menyasar kreativitas pelajar dan mahasiswa untuk mempromosikan kekayaan budaya Kudus melalui media digital.
Beberapa agenda lainnya antara lain Medical Check Up bagi pengunjung museum pada 12 Mei 2026. Kegiatan ini bekerjasama dengan Dokter Muda Universitas Trisakti, dimana Museum Jenang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengunjung sebagai bentuk kepedulian sosial.
Kemudian lanjut pada Minggu, 17 Mei 2026 kegiatan Road to Muria Trail Run dan Workshop yang bekerjasama dengan Komet Adventure. Event berikutnya berupa Ruang Ingatan Bersama Cerita Kudus Tuwa. Mengambil tajuk “Riwayat Rasa: Jejak Jenang Kudus”.

Diskusi ini akan mengupas sejarah dan filosofi di balik lezatnya jenang yang telah menjadi simbol sosial masyarakat Kudus, yang akan diselenggarakan pas HUT Museum Jenang Kudus pada 24 Mei 2026.
Sebagai penutup rangkaian bulan perayaan pada 31 Mei 2026, akan diselenggarakan agenda Game at The Museum dimana peserta akan diajak mengeksplorasi beberapa landmark Kudus tertentu dan juga koleksi museum melalui permainan edukatif yang menyenangkan.
Hilmy juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para tokoh Nasional maupun Regional yang telah memberi apresiasi Hari Ulah Tahun (HUT) ke-9 Museum Jenang dan wisata edukasi GusJigang. Hal ini menjadi suntikan semangat bagi kami.
“Di usia ke-9 ini, kami ingin Museum Jenang terus menjadi ‘jendela’ bagi siapa pun yang ingin mempelajari kearifan lokal, kemandirian ekonomi, sejarah tokoh dan budaya masyarakat Kudus. Rangkaian kegiatan ini kami dedikasikan untuk masyarakat luas,” ucap Hilmy.
Sebagai informasi memasuki usia ke-9, museum yang dikelola oleh Mubarokfood ini mendapat apresiasi luas dari deretan tokoh nasional maupun tokoh regional
Museum Jenang Kudus mendapat apresiasi mulai dari jajaran menteri Kabinet Merah Putih, wakil Gubernur Jateng, hingga pimpinan perguruan tinggi.
Beberapa menteri yang menyampaikan apresiasinya antara lain Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Mengucapkan, Milad ke-9 Museum Jenang dan Wisata Edukasi GusJigang.
Belajar tidak hanya apa yang kita pelajari di rumah kelas , dibangku-bangku dimana kita belajar didalam kelas, namun belajar dapat dilakukan melalui kunjungan di museum salah satunya adalah museum jenang dan museum edukasi GusJigang di Kudus yang di selenggarakan oleh sahabat saya Gus Hilmy.
Saya kira ini merupakan salah satu kontribusi oleh dukungan masyarakat untuk pendidikan yang bermutu untuk semua. Dengan Museum sebagai medianya.
“Selama dan Sukses Untuk Milad yang ke-9 Museum Jenang dan Wisata Edukasi Museum GusJigang Kudus,” ujar Abdul Mu’ti.
Ucapan Apresiasi juga datang dari Prof. (Hon) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Menteri Kebudayaan RI, serta Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. selaku Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI.

Dukungan serupa disampaikan pula oleh tokoh nasional Dr. (H.C.) K.H. Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Umum AMI (Asosiasi Museum Indonesia) Pusat.
Sedangkan di tingkat regional, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Ketua DPRD Kudus Masan, serta Rektor Universitas Muria Kudus (UMK), Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si., dan Rektor Universutas Islsm Negeti (UIN) Sunan Kudus Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, LC., M.S.i., turut memberikan apresiasi kepada museum ini dalam menjaga identitas lokal di tengah arus modernisasi.
(Elm@n)









