OSIS SMP 2 Gebog; Latihan Berkurban Momentum Untuk Memperkuat Hubungan Sosial Dan Kerjasama

KUDUS – jursidnusantara.com Kesadaran sosial, semangat gotong-royong, dan keinginan para siswa-siswi untuk mengadakan latihan berkurban, sehingga para OSIS SMP 2 Gebog Kudus turut membantu penggalangan dana dan pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Kegiatan pemotongan hewan kurban dan pembagian daging mendapat dukungan penuh dari para guru, purnawirawan guru, partisipasi donatur, dan peran aktif partisipasi para siswa-siswi sekolah. Kegiatan tersebut bertempat di lapangan sekolah pada Jum’at pagi, 29 Mei 2026.

Ketua panitia kegiatan Setyawan Wibisono, S.Pd., mengatakan, bahwa kegitan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang diselenggarkan oleh pihak sekolah.

“Pada tahun ini sebanyak 4 ekor kambing, 1 sapi, dan 1 kerbau, sudah disiapkan oleh panitia untuk dipotong, 1 sapi dan 1 kerbau kurban tersebut berasal dari bapak dan ibu guru, juga purna guru melalui patungan bertujuh dan 4 ekor kambing berasal dari donatur juga siswa-siswi SMP 2 Gebog,” katanya.

Tujuan utama kegiatan ini untuk melatih para siswa berkurban dengan patungan. Hal tersebut untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dan menumbuhkan rasa syukur atas nikmat-Nya.

“Latihan berkurban memberi pengalaman langsung bagi siswa dalam pelaksanaan dan proses penyembelihan hewan kurban, serta pembagian daging kurban. Disampingi itu juga dapat membantu siswa mengembangkan karakter positif rasa tanggung jawab, kerjasama, dan empati sosial,” ujarnya.

Wibisono menegaskan, bahwa kegitan ini para siswa dapat meneladani kidah Nabi Ibrahim yang taat menjalankan perintah Allah SWT. Para siswa juga dapat tumbuh sifat kebersamaan dan kekompakkan.

“Dengan adanya kegiatan ini, dapat menumbuhkan kebersamaan dan kekompakkan antara siswa dan para guru,” tegasnya.

Daging kurban yang telah dicacah dan dipilah oleh panitia kemudian dibagikan menggunakan kupon kepada siswa-siswi SMP 2 Gebog juga warga masyarakat sekitar yang ada di lingkungan sekolah.

“Ada 700 bungkus daging kurban yang dibagikan kepada siswa kelas VII dan VIII ada 560, kemudian bapak-ibu guru, staf dan karyawan, juga tetangga sekitar,” pungkasnya.

Diantar ratusan siswa-siswi SMP 2 Gebog penerima daging kurban, Nurul Febriyani (kelas 8e) dan Aulia Zahra Oktaviana kelas (8e) mengatakan, kami bersyukur mendapat daging dari sekolah, rasanya senang sekali, ini bisa buat makan sekeluarga.

“Syukur Alhamdulillah, dapat daging, rencana daging ini kami serahkan kepada orang tua untuk dimasak buat makan sekeluarga,” katanya.

Kami berharap kegiatan pemotongan hewan kurban di SMP 2 Gebog dapat terus dilaksanakan ditahun-tahun berikutnya secara konsisten, karena hal tersebut memberi dampak yang positif.

Sementara itu, M. Afian Akil Awwali (ketua OSIS) dan Azzahra Cahaya Kurnia Iswara (Wakil Ketua OSIS) mengatakan, kesadaran sosial yang baik serta keinginan untuk berbagi membuat para siswa-siswi tergerak untuk ikut serta dalam kegiatan ini.

“Ada 40 pengurus OSIS yang mengikuti kegiatan pemotongan dan pembagian daging kurban. Ini merupakan pengalaman baru dan seru serta menyenangkan,” katanya.

Seperti yang telah disampaikan oleh bapak guru, bahwa kegitan ini bertujuan untuk melatih siswa-siswi dalam praktik berkurban. Berkurban menurutnya tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.

“Dengan latihan berkurban, siswa-siswi diajarkan nilai-nilai penting seperti keikhlasan, kepedulian, dan berbagi. Nilai-nilai ini diharapkan dapat tertanam kuat dalam diri siswa-siswi SMP 2 Gebog, sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang dermawan dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” terangnya.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara siswa-siswi, guru, dan masyarakat sekitar. Dengan melibatkan berbagai pihak, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan sosial dan kerja sama.

“Kami selaku OSIS SMP 2 Gebog berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya membawa manfaat bagi penerima kurban, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa-siswi dalam memahami pentingnya berbagi dan bersedekah,” ujarnya.

Pembagian daging kurban ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi kami, mengenai proses dan tata cara berkurban yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Kami dari OSIS dilibatkan secara langsung dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban, sehingga mendapatkan pengetahuan praktis yang berguna di masa depan.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, kami berharap dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama manusia dan meningkatkan kesadaran bahwa berbagi itu penting,” pungkasnya.

(Elm@n