PATI jursidnusantara.com – Kreativitas tak mengenal batas ruang. Di balik tembok Lapas Kelas IIB Pati, tangan-tangan terampil Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan berhasil menyulap kawat berbulu (pipe cleaner) menjadi buket bunga cantik yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memiliki nilai ekonomis.
Melalui program pembinaan kemandirian, para WBP mengikuti pelatihan membuat buket bunga pipe cleaner dengan penuh antusias. Satu per satu rangkaian bunga dibentuk dengan ketelitian, dipadukan dengan kreativitas, hingga menghasilkan karya yang layak dipasarkan. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari pembinaan vokasional pada Rabu (8/7).
Program tersebut menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIB Pati dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal usaha setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. Selain mengasah kemampuan berkarya, pelatihan ini juga membangun rasa percaya diri, kesabaran, disiplin, dan semangat untuk mandiri.
Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, menegaskan bahwa pembinaan keterampilan merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan dan pemberdayaan.
«”Kami ingin setiap warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat menjadi peluang usaha dan sumber penghasilan setelah kembali ke masyarakat. Melalui pelatihan pembuatan buket bunga pipe cleaner ini, kami berharap mereka tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemandirian sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih baik serta produktif setelah menyelesaikan masa pidana,” ujar Suprihadi.»
Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak sekadar menjalankan masa pidana, tetapi juga menjadi momentum bagi warga binaan untuk belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Melalui pelatihan vokasional seperti ini, Lapas Kelas IIB Pati berharap para WBP mampu membawa pulang keterampilan yang memiliki nilai jual, sehingga setelah bebas mereka dapat membuka peluang usaha sendiri, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Semangat berkarya dari balik jeruji menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berubah selalu terbuka. Dengan bekal keterampilan dan kepercayaan diri, para warga binaan diharapkan mampu menata kembali masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan penuh harapan.












