KUDUS – jursidnusantara.com Muria Trail Run (MTR) tahap kedua bakal digelar dikawasan pegunungan Muria, tepatnya di Desa Rahtawu pada bulan Agustus mendatang dengan tema besar “Eco Green Sport Tourism”.
Penyelenggara tahun ini berkomitmen untuk menciptakan harmoni antara olahraga, pariwisata, dan pelestarian lingkungan. Melalui langkah kaki kita menanam masa depan.
Guna untuk membekali para peserta agar dapat berlari dengan aman maka penyelenggara mengadakan Safety Race Workshop & Basic Life Support Demo yang merupakan rangkaian menuju Muria Trail Run (MTR) 2026. Kegiatan tersebut bertempat di halaman Museum Jenang GusJigang Kudus pada Minggu pagi, 17 Mei 2026.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dalam sambutan pembukaan Talk Show mengatakan, bahwa olahraga Muria Trail Run bukan sekadar ajang olahraga tetapi juga sebagai bagian dari upaya mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Menurutnya, kegiatan ini mampu menjadi sarana promosi potensi daerah yang berkelanjutan.
“Event ini bukan sekadar kegiatan olahraga lari yang menentang, tapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Dampaknya, pelaku UMKM, penginapan di Kudus ikut merasakan manfaat karena meningkatnya kunjungan ribuan peserta,” katanya.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim acara Safety Race Workshop secara resmi kami buka.

Sementara itu, pihak penyelenggara Alan Ibnu Sajaya menerangkan, bahwa Muria Trail Run tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua.
Pada tahun sebelumnya, peserta diajak menaklukkan jalur di kawasan Gunung Muria, Desa Colo, dan sekitarnya.
“Road to MTR ini kami jadikan sebagai ajang pemanasan sekaligus pengenalan kepada masyarakat. Selain itu, kami ingin mengampanyekan gaya hidup sehat melalui olahraga lari yang saat ini semakin diminati,” ujarnya.
Untuk tahun ini, panitia menargetkan sekitar 1.000 peserta dapat berpartisipasi. Hal tersebut berdasarkan pada antusiasme tinggi pada penyelenggaraan sebelumnya yang mendapat sambutan positif dari para pelari.
Trek yang disiapkan tahun ini disebut lebih menantang, dengan lintasan yang membawa peserta menuju elevasi hingga 45K di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut.
Guna untuk membekali peserta agar aman dalam lari alam, kami adakan Workshop dengan menghadirkan tiga narasumber yang ahli yang berkompeten, dii bidang lari, yaitu Arief Wismoyono dan Uki Wardoyo Basic Life Support Demo, Praktik dan demonstrasi pertolongan pertama yang dipersembahkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kudus dr. Johan Gunadi Sp.Jp.

Sebagai tuan rumah Fun Run 4 kilometer dan Workshop, Direktur Utama (Dirut) Mubarok Food, Muhammad Hilmy, menyambut hangat para peserta Road To MTR 2026 yang telah mengikut fun run 4 kilometer. Ia turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan event ini.
Hilmy menilai kegiatan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk menikmati dan merenungi keindahan alam Muria.
“Kami menyambut positif kegiatan ini karena juga bisa menjadi sarana tadabur alam,” ungkapnya.
Lebih lanjut Hilmy mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung dan mensukseskan pelaksanaan Muria Trail Run 2026 yang akan di selenggarakan pada awal Agustus mendatang.
(Elm@n)












