PATI – jursidnusantara.com Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Yoga Darmawan, mendorong Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk meningkatkan standar kebersihan dan kualitas gizi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini menyusul munculnya kasus dugaan keracunan makanan serta keluhan siswa terkait menu yang dinilai tidak layak konsumsi. (07/03)
Yoga menegaskan bahwa program MBG memiliki tujuan mulia, yakni meningkatkan asupan gizi siswa sekaligus mendukung konsentrasi belajar di sekolah. Karena itu, ia menyayangkan jika dalam pelaksanaannya masih ditemukan makanan yang tidak memenuhi standar kelayakan.
“Kami sangat menyayangkan jika benar ada menu yang tidak layak diterima siswa. Program ini tujuannya baik, sehingga kualitas makanan harus benar-benar dijaga,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penyedia maupun pengelola program wajib memastikan setiap makanan yang disajikan telah memenuhi standar kebersihan, kelayakan konsumsi, serta kandungan gizi yang sesuai. Menurutnya, kelalaian dalam hal ini berpotensi membahayakan kesehatan siswa.
“Jangan sampai anak-anak dirugikan. Jika ditemukan makanan basi atau tidak sesuai standar, harus segera dievaluasi dan diperbaiki. Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama,” tegasnya.
Selain itu, Yoga juga meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan dan pengecekan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan. Langkah ini dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia memastikan, Komisi D DPRD Pati akan terus mengawal jalannya program tersebut agar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat optimal bagi para siswa.
“Program ini harus benar-benar memberikan dampak positif. Pengawasan harus diperketat agar kualitas tetap terjaga,” pungkasnya.












