KUDUS – jursidnusantara.com Menyambut musim giling tebu tahun 2025, Pabrik Gula (PG) Rendeng yang dikelola PT Sinergi Gula Nusantara menargetkan penggilingan 312 ribu ton tebu selama musim giling tahun ini.

Bupati Kudus Samani Intakoris sesuai acara Gantingi menyampaikan, apresiasi atas komitmen PG Rendeng dalam melestarikan tradisi giling tebu sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
”Nanti ini bisa dipelajari oleh Disbudpar Kudus, apakah bisa masuk dalam kegiatan wisata daerah. Terima kasih kepada PG Rendeng yang memakai pakaian adat Kudusan. Artinya mereka membaca kearifan lokal kita, budaya kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan optimisme terhadap musim giling tahun ini. Target produksi gula ditetapkan sebesar 200 persen. Namun, ia berharap PG Rendeng bisa melampauinya hingga 300 persen.
”Kita harap hasil tahun ini bisa melebihi ekspektasi. Dari petani tebu akan diserap, yang paling penting adalah kualitas tebunya bagus. Kalau sampai kurang, kita siap menyerap dari luar daerah,” jelasnya.
Sam’ani juga berencana menghidupkan kembali kegiatan UMKM yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari pabrik. Upaya ini bertujuan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar dan memperkuat keterlibatan warga dalam aktivitas industri gula.
“Dulu ada UMKM-UMKM yang jualan saat giling, kita hidupkan lagi. Ini juga bisa jadi even wisata dengan mengangkat budaya lokal,” ujarnya.
Ia juga berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam rangka mencapai program-program pemerintah Pusat.
”Selamat dan sukses untuk PG Rendeng yang memulai giling semoga tercapai targetnya, kita akan terus berkolaborasi dalam menuju swasembada gula, ini juga merupakan program Presiden Prabowo,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan PT SGN PG Rendeng, Haryanto seusai acara Gantingi mengungkapkan, bahwa saat proses penggilingan direncanakan berlangsung selama 120 hari, dimulai pada 4 Mei hingga pertengahan Oktober 2025.
“Untuk tebunya 312 ribu ton, semoga kita bisa giling semuanya ditahun ini. Hasil dari pergilingan targetnya sekitar 20 ribu ton gula,” ujar
Dibanding tahun lalu, target produksi gula tahun ini mengalami kenaikan sebesar 20 persen. Pada tahun sebelumnya, PG Rendeng memang rendah karena hanya memproduksi sekitar 15 ribu ton gula.
Haryanto juga menjelaskan, kenaikan target ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari perluasan areal tanam, perbaikan teknis budidaya, hingga dukungan dari pemerintah pusat.
“Ada petani yang memperluas lahannya, ada juga yang meningkatkan praktik budidaya dan pemupukan, kami dari PG juga turut serta dalam penyediaan bibit berkualitas. Semua itu berkontribusi pada peningkatan produksi,” jelasnya.
Dirinya optimis, dengan target rendemen 7,15 persen, bisnis tebu tahun ini akan semakin menarik bagi para petani tebu.
“Kalau dengan rendemen seperti itu dan harga dasar yang ditetapkan cukup bagus, tentu petani akan merasa senang. Ini peluang besar bagi mereka,” ujarnya.
PG Rendeng sendiri menerima pasokan tebu dari berbagai wilayah sekitar yang dikenal dengan sebutan Muria Raya, bahkan beberapa dari kawasan dekat Semarang juga turut menyuplai.
Persaingan antar pabrik gula memang ada, tapi kami optimis dengan perbaikan-perbaikan yang kami llakukan tahun ini.
Untuk persiapan penggilingan, PG Rendeng juga telah melakukan peningkatan investasi pada infrastruktur pabrik. Perbaikan dilakukan di berbagai lini mesin agar proses produksi berjalan optimal.
“Kita menyebutnya debottlenecking, yaitu memperlancar setiap titik proses produksi agar hasil rendemennya bisa maksimal. Tahun ini investasi untuk peralatan meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” jelas Haryanto.
Ia menambahkan, secara keseluruhan, kesiapan pabrik untuk memasuki musim giling sudah mencapai 95 persen.
“Kami siap, dan semoga target bisa tercapai dengan baik,” imbuhnya.
Terkait dukungan dari pemerintah pusat, Haryanto menyebut program Suasembada Gula menjadi payung kebijakan penting. Pemerintah telah memberikan dukungan harga agar petani tetap semangat menanam, serta kebijakan impor yang mendukung stabilitas pasokan dan harga gula secara nasional.
“Untuk para petani tebu, berharap penggilingan tebu bisa lancar dan produksinya juga lebih dini,” pungkasnya.
(Elm@n)












