Suka Duka Kisah Pedagang Bendera Musiman Di Jalan Raya Kudus-Jepara Asal Bandung

KUDUS – jursidnusantara.com Bulan Agustus membawa berkah tersendiri bagi para pedagang bendera, umbul-umbul, dan pernak-pernik untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Kita sering melihat banyak para pedagang musiman memajang bendera, umbul-umbul dan pernak pernik lainya yang dijual dipinggir jalan raya dan diatas trotoar.

Nada Suwanda (54) asal Bandung mengatakan, dirinya beserta para pedagang bendera sengaja datang ke Jawa Tengah khususnya Kabupaten Kudus sebanyak 1 bus yang disebar keseluruh Kabupaten Kudus dan sekitarnya.

“Saya datang ke Kudus beserta rombongan 1 Bus, ada 50 orang, saya asal Bandung, yang lainnya dari Garut,” kata Nada Suwanda ditengah kesibukan melayani pembeli pada Sabtu, 3 Agustus 2024 siang.

Nada menambahkan, ada ratusan pedagang musiman dari Jawa Barat dan Bandung yang berjualan seperti dirinya. Jawa Tengah terutama kota Semarang, Salatiga, Ambarawa, Demak, Kudus, Jepara, Pati, Rembang, bahkan sampai Kediri Jawa Timur dipilih karena antusias warganya dalam merayakan Kemerdekaan berbeda dengan daerah lain.

“Saya sudah dagang hampir keliling pulau jawa, mulai dari Jakarta, Bandung dan tempat lainnya, di Semarang, Demak, Kudus, Jepara, Pati, cara merayakan Agustus berbeda, disini sangat meriah, mereka memasang bendera dan umbul-umbul sampai masuk kampung, satu kampung dengan kampung lainnya saling berlomba,” imbuhnya.

Menurutnya kalo daerah lain yang ramai hanya dipinggir jalan saja, tapi didalam kampung sepi, tapi kalau di jawa khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur itu ramai dan meriah.

Tapi para pedagang musiman saat ini sedih banyak yang mengeluh karena harus bersaing dengan penjualan berbasis online, omzetnya menurun sangat drastis.

Makanya Tahun kemarin para penjual bendera dan umbul-umbul pada protes kepada bos-bos kami kenapa mereka ternyata juga menjual secara online.

Hal ini disebabkan banyak para penjual yang mengeluh ada yang hampir 1 bulan hanya laku 10 bendera dan 5 umbul-umbul, mereka banyak beli melalui online, sedang pedagang seperti kami berjuang sampai luar kota untuk mencari rejeki, kalau orang beli ditempat kami bisa langsung melihat kwalitas barang yang dibeli.

Dirinya menceritakan suka duka dalam berdagang di jalanan. Saya jadi pedagang sudah puluhan tahun. Saya berjualan dijalan ini sejak tanggal 23 Juli 2024 hingga 16 Agustus 2024.

“Saya berjualan di jalan Kudus-Jepara tepatnya di Desa Garung Lor Kudus, disini menjadi lokasi favorit untuk berjualan pernak-pernik tersebut bersama puluhan teman, disini tempatnya aman, dan orangnya baik-baik,” ungkapnya.

“Semoga tahun ini ramai, saya berharap dagangan saya laku, syukur bisa habis, dibeli masyarakat, dan bisa pulang membawa rejeki buat keluarga dirumah”. Pungkasnya.

Sementara itu, Yani dan Andriyani pembeli bendera asal Desa Surodadi RT 18 RW 06 Kabupaten Jepara mengatakan, tadi baru beli keramik dari Kudus sekalian beli Bendera Merah Putih untuk dipasang di depan rumah.

“Tadi beli keramik di Kudus, dan ketika melihat pedagang bendera merah putih dijalan raya, sekalian beli baru karena yang dirumah sudah lama,” katanya

Ditanya kenapa beli Bendera Merah Putih, dirinya menjawab, kami beli Bendera Merah Putih, hal ini membuktikan kecintaan kami pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati.

“Beli Bendera Merah Putih untuk memperingati HUT RI yang ke 79, ini dalam mobil saya juga saya kasih bendara juga,” tegasnya.

(Elm@n)

error: Content is protected !!