MI NU Tarbiyatus Shibyan dan MI NU Tarbiyatul Banat Kedungduwo Kudus Tasyakuran Kelulusan 89 Siswanya

KUDUSjursidnusantara.com Gelaran tasyakuran atas kelulusan 89 siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlatul Ulama (NU) Tarbiyatus Shibyan dan MI NU Tarbiyatul Banat Jetak Kedungduwo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ahad, 23 Juni 2024 pagi.

Gelaran acara yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Kedungdowo dihadiri oleh siswa-siswi yang didampingi oleh wali murid. Sebanyak 89 siswa-siswi kelas VI A dan VI B.

Untuk memeriahkan acara tersebut, serangkaian pentas seni siswa-siswi ditampilkan, mulai paduan suara, puisi, seni tari hingga drama teatrikal.

Noor Rofiq, M.Pd., Kepala MI NU Tarbiyatus Shibyan mengatakan, kami ucapkan terima kasih kepada bapak, ibu yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk mengenyam pendidikan di madrasah ini selama 6 tahun ini, jika kami dalam mendidik putra-putri bapak dan ibu ada yang kurang berkenan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Lebih lanjut Rofiq menambahkan, bahwa siswa harus bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi nantinya, raihlah cita-citamu setinggi langit.

Para siswa harus tetap semangat dalam belajar, masa depan masih panjang. Dinamika pembelajaran juga bisa berubah sewaktu-waktu dan harus siap. Harus punya tekad dan semangat tinggi untuk menggapainya.

Pada kelulusan tahun ajaran 2023-2024 sebanyak 89 siswa. Kami berharap agar para siswa kami nantinya mempunyai keilmuan secara akademik, menjadi generasi penerus yang handal dan berkarakter sesuai harapan kita bersama.

Sementara itu, Bambang Ahlis Mabruri M.Pd., Kepala MI NU Tarbiyatul Banat mengucapkan, terima kasih kepada bapak, ibu yang telah mempercayakan putra-putrinya selama 6 tahun untuk mengenyam pendidikan disini. Kami atas nama pribadi dan segenap dewan guru apabila dalam mendidik putra-putri bapak dan ibu ada yang kurang berkenan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Setelah acara tasyakuran ini, siswa-siswi kelas VI yang telah lulus ujian, kami kembalikan lagi kepada bapak dan ibu wali murid.

Perlu diketahui bahwa, pada tahun ajaran (TA) 2023/2024 MI NU Tarbiyatul Banat yang kebetulan bersamaan dengan MI NU Tarbiyatus Shibyan ada tim akreditasi yang menilai sebuah lembaga pendidikan dapat nilai baik atau kurang baik. Dimana tim akreditasi tersebut merupakan tim penilai yang kesemua komponen madatasah tersebut dinilai.

“Alhamdulillah mendapatkan predikat A mendapatkan nilai 96, ini artinya MI NU Tarbiyatul Banat dan MI NU Tarbiyatus Shibyan sudah sejajar dengan Madrasah-madrasah terfavorit yang ada di perkotaan,” terangnya.

Pada TA 2023-2024 ini juga dari Siswi MI NU Tarbiyatul Banat dalam Pekan Olahraga Ma’arif (Porsema) NU mendapat juara 1 tingkat Kabupaten Kudus dalam lomba pidato bahasa Indonesia yang kemudian mengikuti lomba pidato ditingkat Provinsi Jateng yang bertempat di Kabupaten Semarang.

Kemudian dalam Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) juga mengikuti lomba pidato bahasa inggris juga dapat juara 1 tingkat Kabupaten Kudus dan ikut lomba ditingkat Jateng yang bertempat di Kabupaten Kendal.

“Jadi tidak perlu diragukan lagi bahwa MI NU Tarbiyatul Banat dan Tarbiyatus Shibyan saat ini merupakan Madrasah yang termasuk dalam kategori favorit dan siap bersaing dengan madrasah yang ada di perkotaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Perwakilan Wali murid kelas VI yang diwakili Rofiq, S.Pd.I. mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbing dan mendidik putra-putri kami dengan telaten dan sabar, sehingga dari yang belum bisa membaca dengan lancar dan fasih, saat ini sudah pandai membaca dan menulis.

Kami merasakan perbedaan anak kami dengan teman yang lain, dimana ketika bulan puasa manfaat atas pendidikan yang diajarkan di lembaga pendidikan madrasah ini begitu terasa.

“Anak-anak kami jika dirumah terutama dalam bulan Ramadhan mereka rajin puasa dan mengaji di mushola maupun di masjid, beda dengan teman yang dari sekolah lain,” ungkapnya.

Sementara itu, H. Ah. Atiq, S.Ag., M.Pd., pengawas Kecamatan Kaliwungu mengatakan, dalam kegiatan pagi hari ini tangung jawab madrasah ada tiga point yakni; pertama tasyakuran setelah para siswa menyelesaikan jenjang pendidikan dari kelas 1 hingga kelas 6 telah usai dan lulus semua, yang kedua tangung jawab bapak dan ibu guru mendidik para siswa-siswi selama 6 tahun, dan hal tersebut tentunya tidak mudah, dan yang ketiga madrasah punya tanggung jawab untuk mengembalikan para siswa dan siswi kepada wali murid. Setelah ini, tangung jawab mereka ada ditangan bapak dan ibu wali murid.

Perlu diketahui bahwa siswa dan siswi alumni MI NU Tarbiyatus Shibyan dan Tarbiyatul Banat Jetak Kedungdowo mempunyai tugas selalu membawa almamater madrasah dan menjaga nama baik madrasah dimanapun.

“Para siswa dan siswi alumni untuk berkewajiban untuk terus belajar pada jenjang selanjutnya yakni di Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau sekolah menengah tingkat pertama (SLTP), karena ini merupakan progam dari pemerintah wajib belajar 9 tahun. Kemudian ke Madrasah Aliyah (MA) atau sekolah menengah atas (SLTA), kalau ingin melanjutkan di perguruan tinggi itu lebih bagus lagi,” pungkasnya.

KH. Ali Ihsan, S.Ag., MH., selaku ketua yayasan Sultan Kamaludin mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah telaten mendidik siswa-siswi mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Tanggung jawab dan tugas bapak dan ibu guru dalam mendidik siswa itu sangat berat sekali, semoga mendapat berkah dan ridlo dari Allah SWT Amin.

MI NU Tarbiyatus Shibyan dan MI NU Tarbiyatul Banat merupakan pendidikan yang komplit, dari segi pendidikan agama dan umum dapat diperoleh di pendidikan disini.

Ali Ihsan yang sekaligus sebagai anggota DPRD Kudus menambahkan, bahwa dirinya sering diminta tolong orang untuk memasukkan disekolah yang lain, namun anaknya disekolahkan di lembaga pendidikan dibawah naungan yayasan Sultan Kamaludin, karena saya tahu betul bahwa pendidikan disini lebih baik dan lebih bagus.

“Raihlah cita-citamu setinggi langit, mumpung masih muda teruslah belajar dan belajar, hormati kedua orang tuamu, gurumu dan jaga almamater dimana saja kalian berada,” pungkasnya.

Terpisah, Raisa Lailatul Jannah kelas VI B, Kaisa Safira Elhafya kelas VI B dan Indie Asna Nawalia klas 6 A mereka mengungkapkan perasaan senang bisa belajar di MI NU Tarbiyatul Banat.

Kesan dan pesannya belajar di sini yang kami rasakan sangat berkesan, karena para bapak dan ibu gurunya telaten dan sabar dalam mendidik dan membimbing kami.

“Kami merasa sangat kehilangan dengan bapak dan ibu guru juga para sahabat serta teman-teman kami disini,” ungkapnya.

Ditanya tentang kelanjutan pendidikan yang akan ditempuhnya mereka menjawab berbeda-beda tujuan pendidikan yang akan dilanjutkan. Mereka juga mohon do’a restu semoga dapat diterima di sekolah yang diinginkannya.

(Elm@n)

error: Content is protected !!