Desa Penambuhan Buka Pintu Investasi, Tapi Tegas: Jangan Abaikan Musyawarah dan Aturan

Sri Mugi Kepala DEsa Penambuhan Kecamatan Margorejo Pati

PATI  jursidnusantara.com – Pemerintah Desa Penambuhan, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, menegaskan sikap terbuka terhadap masuknya investasi dan pembangunan industri di wilayah desa. Namun pemerintah desa mengingatkan bahwa seluruh proses harus tetap mengedepankan musyawarah, komunikasi dengan warga, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berkembangnya pembahasan terkait rencana pendirian PT Jihae Travel Goods Packaging Indonesia yang sebelumnya telah melakukan sosialisasi di Aula Kantor Kecamatan Margorejo.

Kepala Desa Penambuhan, Sri Mugi, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menolak investor masuk ke desa. Menurutnya, keberadaan industri justru berpotensi membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pada prinsipnya kami mendukung investasi masuk ke Desa Penambuhan. Namun pemerintah desa juga memiliki tanggung jawab menjaga kondusivitas masyarakat dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai mekanisme serta aturan yang berlaku,” ujar Sri Mugi, Senin (11/5/2026).

Meski demikian, pemerintah desa menegaskan tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak tanpa melalui musyawarah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, RT/RW, serta unsur masyarakat lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspirasi warga terserap dan meminimalisir potensi persoalan sosial di kemudian hari, termasuk terkait dampak lingkungan maupun hak-hak masyarakat sekitar.

“Kami ingin semua berjalan baik. Investor nyaman, masyarakat juga merasa dilibatkan dan mendapatkan informasi yang jelas. Karena itu komunikasi dengan pemerintah desa sangat penting,” lanjutnya.

Sri Mugi juga berharap pihak investor terus membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah desa agar proses pembangunan berjalan harmonis dan tidak memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, Pemerintah Desa Penambuhan turut menyinggung pentingnya pembelajaran dari sejumlah persoalan investasi sebelumnya di Kabupaten Pati, termasuk polemik PT Fuhua Travel Goods Indonesia yang sempat menjadi perhatian publik terkait persoalan regulasi dan perizinan.

Menurutnya, kasus tersebut menjadi pelajaran penting bahwa investasi tidak cukup hanya fokus pada percepatan pembangunan, tetapi juga harus memperhatikan kepastian hukum, komunikasi sosial, serta keterlibatan masyarakat desa.

“Jangan sampai persoalan-persoalan sebelumnya terulang kembali. Kami ingin investasi di Desa Penambuhan berjalan lancar, taat aturan, dan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” tegas Sri Mugi.

Pemerintah desa juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi aman dan kondusif serta mengedepankan musyawarah dalam menyikapi setiap rencana pembangunan di wilayah desa.

Menurut pemerintah desa, investasi yang sehat adalah investasi yang tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga mampu menjaga keharmonisan sosial dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

error: Content is protected !!