Pabrik Busa di Jepara di Lalap Si Jago Merah, Dua Pekerja Operasional Mesin Terluka Parah

Oplus_131072

JEPARA – jursidnusantara.com PT. Chengqi Industrial Indonesia yang memproduksi kain busa yang berlokasi di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara dilalap si jago merah sekitar pukul 10.30 WIB pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Kepala Satpol PP dan Damkar Jepara, Edy Marwoto, mengatakan bahwa api diduga berasal dari sambaran petir yang mengenai instalasi listrik serta material busa setengah jadi yang tengah diproses di area produksi.

Perusahaan tersebut diketahui bergerak di bidang manufaktur plastik dan busa yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan tas dan sepatu.

“Insiden ini mengakibatkan dua pekerja mengalami luka bakar berat, dengan tingkat luka sekitar 50 persen dan 60 persen. Keduanya merupakan pekerja laki-laki berinisial D dan R, dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit wilayah Mayong,” katanya.

Lebih lanjut Edy Marwoto menjelaskan, saat ini dua pekerja tersebut yang mengoperasionalkan mesin mengalami luka bakar dalam kondisi selamat dan sedang menjalani perawatan disalah satu rumah sakit di Kecamatan Mayong.

Api dengan cepat menjalar karena sebagian besar bahan di dalam pabrik bersifat mudah terbakar. Area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 16 ribu meter persegi. Hingga saat ini, nilai kerugian materiil masih dalam tahap pendataan.

Sebanyak 13 unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan api dan melakukan suplai air. Armada tersebut berasal dari Damkar Jepara (4 unit), Damkar Kota Jati (1 unit), serta bantuan dari PT Djarum, Polres Jepara, DLH Jepara, BPBD, dan suplai air dari HWI serta Water Canon dari Polres Jepara.

“Proses pemadaman cukup menantang karena api menyebar luas dan material busa sangat cepat terbakar. Api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 14.00 WIB atau sekitar 3,5 jam setelah kejadian,” jelas Edy.

Untuk membantu pemadaman api agar tidak semakin membesar dan mengurangi kepulan asap hitam, pihaknya menggunakan busa kimia dibantu dengan busa detergen.

Di lokasi kejadian, Kabag Ops Polres Jepara, Sutono, menyampaikan kekhawatiran terkait potensi bahaya lanjutan di dalam area pabrik. Karena terdapat gas LPG 3 ribu Kg sebagai bahan bakar mesin produksi.

“Yang menjadi perhatian utama kami adalah keberadaan tabung elpiji berkapasitas besar yang jumlahnya mencapai ribuan kilogram di sekitar lokasi kebakaran,” ujarnya.

Menurutnya, indikasi awal penyebab kebakaran mengarah pada aliran listrik yang tersambar petir, lalu memicu kebakaran pada bahan produksi yang mudah menyala.

Pihak berwenang hingga kini masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian yang ditimbulkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem proteksi petir dan pengelolaan risiko kebakaran di kawasan industri, terutama saat cuaca ekstrem. Petir memang datang tanpa peringatan, namun dampaknya bisa langsung menghanguskan aset dan membuat neraca perusahaan ikut terbakar.

(Elm@n)