KUDUS – jursidnusantara.com Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025 yang digelar oleh Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dan Badan Otonom (Banom) Kaliwungu Kudus berlangsung meriah.
Gelaran tersebut di ikuti oleh ratusan peserta dari PR NU, PR Muslimat, PR Fatayat, Anshor, Banser, IPNU-IPPNU Se-Kecamatan Kaliwungu pada Ahad pagi, 19 Oktober 2025.
Ketua MWC NU Kaliwungu Kyai Noor Kholis menerangkan, bahwa kegiatan Hari Santri Nasional 2025 pada hari kedua ini dengan mengadakan Parade Sholawat Terbang Papat dengan mengambil tema “Jejak Syiar Gema Santri”.
“Kegiatan tersebut dibuka di Masjid Jami’ Nurul Islam Kedungdowo Krajan dan Finish di Kantor MWC NU Kaliwungu dengan Route parade berkeliling mengitari desa-desa di wilayah Kecamatan Kaliwungu,” ujarnya.

Noor Kholis juga menjelaskan, bahwa Parade Shalawat Terbang Papat ini sekaligus nguri-uri budaya khas Kudus, karena budaya ini merupakan kesenian yang wajib kita lestarikan kepada anak cucu kita.
“Terbang Papat merupakan warisan budaya ciri khas Kudus yang sudah masuk MURI dan termasuk Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asli Kudus,” jelasnya.
Alhamdulillah kegiatan Parade Sholawat Terbang Papat sudah berjalan dengan aman, lancar dan sukses. Terima kasih kepada para pengurus MWC NU beserta Banom Kaliwungu juga para pengurus ranting NU, Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU, Anshor, Banser dan semuanya yang telah membantu dalam kegiatan ini.
“Untuk peserta Parade Sholawat Terbang Papat Kurang lebih ada 350 peserta, tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam kegiatan MWC NU Kaliwungu. Semoga amal ibadahnya diterima dengan balasan yang berlipat,” pungkasnya.

Sementara itu, Nor Hadi dan Ade Rohmawan peserta dari Desa Prambatan Kidul mengatakan, kami senang bisa ikut dalam Parade Sholawat Terbang Papat yang diadakan oleh MWC NU Kaliwungu. Tadi kami datang dengan 10 orang.
“Senang bisa ikut partisipasi dalam memeriahkan peringatan hari santri. Group terbang kami sering dapat panggilan orang punya gawe seperti puputan, nikahan dan lainya. Semoga tahun depan acara seperti ini dapat dilaksanakan lagi,” katanya.

Perwakilan PR Fatayat NU Desa Mijen Ridho’ah (Ririn Ar Rohim) mengungkapkan perasaanya yang begitu senang dapat ikut serta dalam kegiatan parade sholawat terbang papat.
“Kami ikut acara ini beserta 11 orang dengan romngan 1 kendaraan colt. Group kami namanya “Hadroh Azzahra”. Group kami juga sering di undang untuk mengisi acara orang punya gawe (hajat) dan pengajian,” ungkapnya.

PR NU Sidorekso Kyai Ahmad Asnawi, Istajib, dan Sumaji mengatakan, bahwa dirinya membawa 2 rombongan dari pengurus NU dan Banom NU yang terdiri dari 17 orang.
“Tadi kami ikut membawa 2 kendaraan dengan jumlah peserta 17 orang. Kami senang bisa ikut berpartisipasi dan ikut memeriahkan hari santri,” katanya.
Kami berharap kegiatan Parade Sholawat Terbang Papat bisa selalu dilaksanakan oleh MWC NU Kaliwungu, karena terbang papat merupakan warisan budaya dan ciri khas Kudus yang wajib kita lestarikan kepada anak cucu kita nanti.
“Kita ini bisa dijadikan progam tahunan MWC NU, tahun depan diadakan lagi yang lebih meriah lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kyai Muhibbin yang mewakili PR NU Kedungdowo mengatakan, terbang papat adalah kesenian musik religi khas Kudus yang menggunakan empat rebana utama (kemplon, telon, salahan, dan lajer) ditambah satu jidur.
“Kesenian terbang papat bernafaskan Islam, telah ada sejak zaman penjajahan, dan berfungsi sebagai media dakwah. Terbang papat kami dibawah naungan Pondok As-Shidiqin Jetak Kedungdowo sebagai pengiring acara-acara seperti pernikahan, sunatan, dan acara adat lainnya,” katanya.
Saya sebagai ketua Forum Komunikasi Terbang Papat (FKTP) Se-Kecamatan Kaliwungu juga berharap terbang papat ini selalu ditampilkan disetiap momentum, karena jika terbang papat tidak diwariskan kepada generasi muda, maka kesenian ini dapat hilang, padahal kesenian ini merupakan asli Kudus.
“Terbang papat telah diakui oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asli Kudus, Jawa Tengah pada tahun 2014,” pungkasnya.
(Elm@n)












