Berita  

Selalu Berinovasi SMP 2 Gebog Kudus; Buka Kelas Santri dan Kembangkan Generasi Muda Religi

KUDUS – jursidnusantara.com Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Gebog Kudus selalu berinovasi dan membuat terobosan terbaru dalam mengembangkan potensi generasi muda yang potensial dan relegius.

Demi untuk suksesnya progam tersebut SMP 2 Gebog membuka kelas baru yang diberi nama “Kelas Santri” sebuah progam khusus untuk siswa yang ingin mendalami ilmu Al-Qur’an dan menjadi hafidz.

Dr, Ahadi Setiawan, S.Pd., M.Pd., mengatakan, progam khusus kelas santri kami mulai pada Senin, 14 Juli 2025 bersamaan dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Siswa akan diseleksi terlebih dahulu sebelum menempati dua kelas yang disediakan.

“Proses seleksi 4 hari ketika MPLS dan baru efektif awal bulan Agustus, kita mulai dari kelas VII, selanjutnya akan berjenjang ke kelas VIII dan IX supaya berkesinambungan, ketika progam ini sukses maka ditahun berikutnya akan kami tambah lagi kelas santrinya,” kata Ahadi Setiawan pada Selasa pagi, 15 Juli 2025.

Lebih lanjut Wawan panggilan akrab Ahadi Setiawan menambahkan, bahwa lulusan kelas santri nantinya akan mendapat hak yang sama dengan siswa kelas reguler lainnya. Perbedaanya hanya pada penambahan hafalan yang menjadi progam unggulan khusus kelas ini.

Proses kegiatan belajar tahfidz tidak akan menggangu materi pelajaran reguler, pasalnya pembelahan Al-Qur’an, akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Ia menilai perlu adanya inovasi untuk melahirkan siswa yang memiliki kemampuan tahfidz Al-Qur’an, sehingga para siswa tumbuh dengan pondasi keimanan yang baik dan relegius.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan penyeleksi yang akan kami datangkan dari Pondok Pesantren (Ponpes), di Kudus yang paham soal tahfidz Al-Qur’an,” ujarnya.

SMP 2 Gebog juga berencana untuk mengembangkan dalam tiga sekaligus yakni dalam bidang Seni, olahraga, dan agama. Hal tersebut diharapkan menjadi bibit baru dalam ajang pekan olahraga dan seni (Porseni), Pekan Olahraga Daerah (Popda), dan Mata Pelajaran dan Seni Islami (Mapsi), dan Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional (FLS2N), serta lomba yang lainnya.

“Kami berencana untuk mengembangkan dalam bidang seni seperti seni tari, karawitan, theater. Bidang Olahraga seperti take wondo, bola basket, bola voly, futsal, badminton, dan agama seperti penambahan kelas santri, yang harus bisa membaca dan menulis arab,” pungkasnya.

Sementara itu, Septiyanto Nugroho, S.Pd., guru kesiswaan mengatakan, bahwa penerimaan siswa baru tahun ajaran 2025/2026 SMP 2 Gebog ada 284 siswa yang terbagi dalam 9 kelas.

Untuk kegiatan MPLS dihari yang kedua ini di mulai pada pukul 06.45 WIB Apel upacara pembinaan, dilanjut dengan pelatihan PBB yang di ampu oleh kakak-kakak (kelas VIII dan IX), kemudian dilanjut didalam kelas dengan materi visi-misi Wiyatamandala, kemudian lanjut materi kurikulum oleh bapak dan ibu guru.

Lebih lanjut Asep panggilan akrab Septiyanto Nugroho menambahkan, nanti juga ada seleksi pencarian minat dan bakat anak yang meliputi bidang seni, olahraga, dan agama.
Kemudian ada juga seleksi untuk kelas santri.

“Kelas santri ini merupakan progam baru dari SMP 2 Gebog, dimana dalam kelas tersebut nantinya akan dicetak generasi penghafal Al-Qur’an, maka harus kita seleksi terlebih dahulu kemampuan menulis, membaca, dan menghafal Al-Qur’an,” jelas Asep.

Setelah adzan dhuhur nanti kita selenggarakan sholat dhuhur berjamaah dan makan bersama. Para siswa nanti pada pukul 12.30 WIB bisa pulang kerumah.

M. Miftahurrahman, S.Pd., M.Pd., pembina Osis menambahkan, kami dari tim diminta oleh Kepala SMP 2 Gebog untuk menyeleksi anak selama 4 hari yang dimulai pada hari Senin-Kamis.

“Tim seleksi untuk 2 kelas santri akan bekerja selama 4 hari untuk seleksi tersebut,” imbuhnya.

Mengenai pembinaan Osis kami selalu memonitoring semua kegiatan yang diselenggarakan para siswa, mulai dari pengkaderan hingga pelaksanaan reorganisasi setahun sekali.

Atthifa Azka Ramadhani asal Desa Getassrabi Kaumann, Shania Aminah asal Desa Ngaringan Klumpit, dan Nurul Tika Aprilia asal Desa Ngaringan Klumpit mereka mengungkapkan perasaan hatinya yang begitu senang sekali dapat bersekolah yang kami inginkan.

“Kami senang sekali bisa sekolah disini, karena sekolah ini yang menjadi tujuan kami setelah lulus dari sekolah dasar,” ungkapnya.

Pada kegiatan MPLS dihari yang kedua ini, kami mengikuti kegiatan seleksi kelas santri, semoga saja nantinya kami bisa diterima dikelas santri.

“Nanti kalau kami masuk dikelas santri, kami akan berusaha untuk belajar dan belajar untuk menghafal Al-qur’an,” harapnya.

Terpisah Fairuz Alvino Prayoga kelas VIII yang melatih PBB siswa kelas VII mengatakan, senang bisa melatih PBB adik kelas baru (siswa baru).

“Ini merupakan pengalaman yang seru bagi saya, karena tadi ada yang sudah bisa baris berbaris, ada yang belum bisa sama sekali, mungkin waktu di SD/MI mereka ada yang belum pernah belajar PBB,” katanya.

Sementara itu, Rezha Azha Ramadan asal SD IT Luqman Al-Hakim, dan Fadhil Putra Helmy Pratama asal SD 1 Karangmalang mengungkapkan, bahwa MPLS disekolah ini sangat seru. Kemarin dihari pertama dikenal kepada bapak, ibu guru, staf dan lainya. Untuk pagi ini kita dilatih PBB.

“MPLS disekolah ini sangat seru dan menyenangkan, terutama dalam latihan PBB, semoga dengan latihan, kami besuk bisa menjadi komandan upacara atau pembawa bendera dalam acara 17-an,” ungkapnya.

(Elm@n)