KUDUS – jursidnusantara.com Sebanyak 288 siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Kudus dinyatakan lulus 100 persen dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Hal tersebut disampaikan kepala sekolah SMP 1 Kudus Abdul Rochim., S.Pd., M.Pd., kepada wali Siswa SMP 1 Kudus di Gedung DPRD Kudus pada Senin pagi, 9 Juni 2025.
Kepala sekolah SMP 1 Kudus Abdul Rochim., S.Pd., M.Pd. mengatakan, kami ucapkan terima kasih kepada bapak, ibu yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk mengenyam pendidikan di SMP 1 Kudus, selama 3 tahun ini, jika kami dalam mendidik putra-putri bapak dan ibu ada yang kurang berkenan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
“Pada tahun ajaran 2022 bapak dan ibu menitipkan putra-putrinya di sekolah ini, tak terasa kini tahun 2025 artinya sudah 3 disini, tentunya banyak kekurangan dalam mendidik, kami mewakili para dewan guru untuk mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan,” katanya.

Lebih lanjut Rochim menambahkan, bahwa siswa harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi jenjang pendidikan lebih tinggi nantinya. Mereka harus mampu bersaing di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Para siswa harus tetap semangat dalam belajar, masa depan masih panjang. Dinamika pembelajaran juga bisa berubah sewaktu-waktu dan harus siap. Harus punya tekad dan semangat tinggi untuk menggapai cita-cita yang diinginkan,” imbuhnya.
Pihak sekolah, cukup optimis siswa kelas IX bisa seluruhnya lulus pada pengumuman kelulusan awal bulan Juni 2025 kemarin. Apalagi, jika melihat hasil nilai yang diraih para siswa kelas IX sudah sangat baik selama menempuh pendidikan di SMP 1 Kudus.
“Alhamdulillah siswa SMP 1 Kudus 30 persen sudah ada yang diterima dilembaga pendidikan SLTA favorit,” ujarnya.
Kami berharap, kepada para siswa yang telah lulus sekolah mereka tetep menjaga almamater sekolah. Semoga saja dalam waktu 10-15 tahun kedepan para siswa yang telah dilepas hari ini bisa sukses dan menjadi pemimpin dimasa depan.
“Banyak lulusan dari SMP 1 Kudus yang terbukti menjadi orang yang sukses, ada yang menjadi dokter, pengusaha, dewan, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Terpisah, Chiara Dewi (IX F) dan Lintang Wulansari (IX b) mereka mengatakan, senang bersekolah di SMP 1 Kudus, pendidikan yang diajarkan pada kami sangat berkesan sekali.
Bapak dan ibu gurunya juga baik, ramah, telaten dalam menyampaikan pelajaran juga bagus dan mudah dipahami. Kami pada hari ini sangat sedih kehilangan sosok beliau bapak dan ibu guru SMP 1 Kudus dan juga sangat kehilangan teman dan sahabat yang selama 3 tahun selalu bersama baik suka maupun duka kita selalu bersama.
Rencana setelah lulus SMP 1 Kudus kami akan melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi untuk meraih cita-cita yang kami impikan.
“Semoga kami dapat diterima di sekolah yang kami inginkan,” harapnya.

Sementara itu, Rafael Arya Pramudya (IX H), Joshua Verchiel Widi Wijaya (IX H), dan Raka Alfarezel Chandra Nugraha (IX A) mereka mengungkapkan perasaan senang dapat bersekolah di SMP 1 Kudus, pendidikannya bagus dan sangat berkesan sekali dihati kami.
Ia juga menjelaskan bahwa, bapak dan ibu gurunya juga baik, ramah, telaten dalam menyampaikan pelajaran juga bagus dan mudah dipahami. Kami pada hari ini sangat sedih kehilangan sosok beliau bapak dan ibu guru SMP 1 Kudus dan juga sangat kehilangan teman dan sahabat yang selama 3 tahun selalu bersama baik suka maupun duka kita selalu bersama.
Ditanya tentang rencana lanjutan pendidikan setelah lulus SMP 1 Kudus, mereka menjawab berbeda-beda tujuan sekolah yang di inginkan.
“Ya pada intinya kami akan melanjutkan sekolah yang lebih tinggi, do’akan kami semoga kami dapat diterima di sekolah yang kami inginkan,” harapnya.
Untuk memeriahkan acara pelepasan siswa kelas IX serangkaian pentas seni siswa SMP 1 Kudus ditampilkan untuk memeriahkan acara tersebut. Mulai dari Gamelan Sintren, Tari Tradisional, Solo Song, Dance Modern, hingga Band.

Sementara itu, Dinda Sakina F. (VII B ), Kamila Fauziyah D (VIII F), dan Nietro Duta D (VII B) mereka senang dapat menampilkan tari ‘Asmara Dana’ yang menceritakan kisah cinta seorang guru kepada anak didiknya.
Cinta tersebut dalam bentuk kasih sayang guru kepada anak didiknya, guru yang memberi pelajaran dengan telaten, ramah, penuh kasih sayang sehingga anak tersebut bisa memahami pelajaran dengan baik yang pada akhirnya anak tersebut menjadi anak yang pandai dan pintar.
“Kami senang bisa terlibat dalam kegiatan pelepasan kakak kelas kami, apa yang kami tampilkan bisa diterima dan dapat memeriahkan dalam acara pagi ini,” ujarnya.
Sebenernya kami sering ikut pertunjukkan dalam setiap kegiatan seperti dalam acara kemarin di Balai Jagong, Alun-alun Simpang 7 Kudus dan kegiatan yang diselenggarakan di SMP 1 Kudus.
“Hanya butuh waktu 1 minggu untuk latihan, karena kami sejak usia TK sudah terbiasa menari,” katanya.
Kemudian untuk pertunjukkan Dance Armageddon Modern oleh Marcella Chrismono dan Arvianti Kalilla mengatakan senang bisa performance dalam pelepasan kakak kelas kami.
“Butuh waktu kurang lebih 1 Minggu latihan dalam memadukan gerakan tersebut,” katanya.
(Elm@n)












