KUDUS – jursidnusantara.com Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 tinggal menghitung hari. Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Kudus, nomor urut 02 Hartopo-Mawahib gencar silaturrahim dan sosialisasi progam Pak Hartopo-Mawahib (Paham).
Ratusan guru ngaji dan tenaga kependidikan dihadirkan dalam acara Silaturrahim dan Sosialisasi progam Paham. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Gedung Muslimat NU Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus pada Jum’at, 18 Oktober 2024 malam.
Sholeh Syakur koordinator relawan Paham mengatakan, kegiatan ini merupakan tasyakuran pasangan nomor urut 02 pasangan bupati dan wakil bupati Kudus Hartopo-Mawahib.

Pernah denger, kemarin bapak dan ibu ramai-ramai diminta untuk ngurus proses pencairan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) atau yang sekarang disebut Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS).
Perlu diketahui bapak dan ibu sekalian, bahwa progam TKGS/HKGS tersebut paling cepat dianggarkan dibulan November 2024 dan cair tahun 2025, itupun jika dianggarkan Bupati atau Pj Bupati Kudus, lha kalau tidak dianggarkan.?
Alasan kami dukung Paham karena, tahu betul bahwa mereka berdua mempunyai sifat dan karakter yang baik, jujur, dan ibadahnya kuat. Hal tersebut berdasarkan pengalaman teman saya ketika mengajar privat anaknya pak Hartopo selama 5 tahu itu melihat pak Hartopo sering sholat dhuha tiap hari, kemudian Mawahib Afkar itu santri dari TBS Kudus dan aktif di kegiatan Banom NU dan juga ketua Zahir Mania.
Perlu diketahui oleh Bapak dan ibu guru yang kami undang pada kegiatan ini ada ratusan guru ngaji dan tenaga kependidikan diwilayah Kecamatan Jati Kudus. Dalam rangka sosialisasi Visi-Misi dan progam kerja unggulan pasangan nomor urut 02 Hartopo-Mawahib.
“Undangan para guru ngaji dan tenaga kependidikan diwilayah kecamatan Kaliwungu berjumlah 780,” pungkasnya.

Calon wakil Bupati Mawahib Afkar mengatakan, pada malam ini juga ada pertemuan poro romo kyai, ulama, habib sekaligus deklarasi ijo Royo-royo digedung serbaguna Arwaniyyah Timur Perempatan Jember Kudus.
Dimana acara tersebut dihadiri oleh poro romo kyai, ada KH. Ulil Albab Arwani, KH Ulin Nuha, PC NU KH. Asyrofi Masyitoh, ada Ibu Hj Chumaidah dan masih banyak romo kyai, habib, dan ibu nyai yang hadir.
Mawahib berharap pada malam hari ini KH. Ulil Albab Arwani bisa dukung secara penuh untuk mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Kudus pasangan calon nomor 02 Hartopo-Mawahib.
“Kami berharap dalam pertemuan malam ini di Gedung serbaguna Arwaniyyah Kudus sebagai upaya untuk mematahkan klaim-klaim yang tidak berdasar mengenai dukungan Kyai tertentu dalam Pilkada Kudus,” harapnya.
Lebih lanjut Mawahib menambahkan, bahwa dirinya akan melanjutkan program Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) atau sekarang disebut Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS) di wilayah Kabupaten Kudus dengan nominal Rp 1 juta untuk setiap bulan.
Besaran tunjangan itu pun sempat berkurang saat Kabupaten Kudus dihantam pandemi covid-19 yang menyebabkan banyak anggaran di recofusing (dikurangi).
Untuk APBD Kudus yang diperbolehkan hanya ada 3 yang pertama untuk penangan pandemi covid -19, untuk menyelamatkan nyawa manusia, yang kedua bantuan Sosial, dan yang ketiga untuk bantuan ekonomi.
Karena Kudus mulai Maret 2020 hingga 2021 dinyatakan zona hitam, banyak orang yang meninggal dunia setiap hari. Bupati Hartopo ketika itu berupaya keras untuk bisa menyelamatkan nyawa warga agar bisa selamat dan Kudus bisa terbebas dari Pandemi covid -19.
“Alhamdulillah berkat kerja keras Bupati Hartopo beserta tim kesehatan dan pihak-pihak terkait akhirnya Kudus terbebas dari Pandemi covid-19 dan jadi pilot project percontohan se-Indonesia cara menangani pandemi covid -19 terbaik se-Indonesia,” terangnya.
Progam kami juga ada BLT untuk buruh, bantuan UMKM, Pemberdayaan Petani dan Bantuan alat pertanian. Kemudian ada seragam gratis untuk siswa baru SD/MI/SMP/MTs.
Bantuan mobil ambulans berbasis Masjid/Rumah ibadah/Pemerintah Desa. Ada juga tunjangan Kesejahteraan Marbot, Imam dan Ta’mir Masjid.
Progam kami juga berkomitmen untuk merealisasikan dana berdaya bagi RT/RW sebesar Rp. 16 juta pertahun. Mawahib merinci, dari Rp. 16 juta itu, Rp. 5 juta untuk honorarium pengurus dan Rp. 11 juta untuk operasional dan kebutuhan insidentil. Misal untuk kegiatan Agustusan dan mempercantik lingkungan RT/RW.
Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Bantuan Fasilitas dan Pembinaan Pesantren, Majelis taklim, Lembaga Adat, Jamiyyah Tahlil, Punden dan Belik.
Semua Visi-Misi dan progam unggulan yang akan kami laksanakan pasangan nomor urut 02 Hartopo-Mawahib sudah kami perhitungkan di APBD Kudus, karena pak Hartopo jadi Bupati Kudus (2018-2023) dan saya pernah jadi DPRD Kudus juga pernah jadi DPRD Jateng (2019-2024) jadi Tahu anggaran APBD Kudus, lain dengan progam pasangan calon sebelah hampir sama tapi tidak ada hitungan angkanya.
Kami pasangan Hartopo-Mawahib selalu berpesan kepada relawan tim Pemenangan meskipun beda pilihan, tetap jaga kerukunan dan kondusifitas jelang Pilkada 2024,” pungkasnya.
(Elm@n)












