Ndereke Dawuh Kyai, 700 Guru Ngaji dan Tenaga Pendidikan Hadiri Sosialisasi Progam Hartopo-Mawahib

KUDUS – jursidnusantara.com Ratusan guru ngaji dan tenaga kependidikan hadiri sosialisasi progam pak Hartopo-Mawahib (Paham). Kegiatan silaturrahim dan sosialisasi progam Paham kepada guru ngaji dan tenaga kependidikan bertempat di Gedung Budaya Jl Kudus-Colo Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus pada Senin, 21 Oktober 2024 malam.

Ustadz Sholeh Syakur koordinator relawan Paham mengatakan, kegiatan pada malam hari ini merupakan edukasi politik guru ngaji dan tenaga kependidikan di Kecamatan Bae, agar bapak dan ibu sekalian bisa Paham tentang sejarah Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) atau sekarang dengan istilah Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS) yang semula 1 juta kemudian ada pengurangan.

Acara ini juga sekaligus sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Kudus nomor urut 02 Hartopo-Mawahib.

Lebih lanjut Syakur menambahkan, bapak dan ibu pernah denger, kemarin ramai-ramai diminta untuk ngurus proses pencairan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) atau yang sekarang disebut Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS).

Perlu diketahui bapak dan ibu sekalian, bahwa progam TKGS/HKGS tersebut paling cepat dianggarkan dibulan November 2024 dan cair tahun 2025, itupun jika dianggarkan Bupati atau Pj Bupati Kudus, lha kalau tidak dianggarkan.?

Ia menegaskan kalau Hartopo dan Mawahib mereka berdua dipanggil kerumah KH Ulil Albab Arwani dan mendapat dawuh untuk mencalonkan diri sebagai Bupati dan wakil Bupati Kudus.

“Hartopo-Mawahib ndereke dawuh langsung dari KH Ulil Albab untuk mencalonkan diri sebagai Bupati dan wakil Bupati Kudus, saya punya rekaman percakapan tersebut,” tegasnya.

Alasan kami dukung Paham karena, tahu betul bahwa mereka berdua mempunyai sifat dan karakter yang baik, jujur, dan ibadahnya kuat. Hal tersebut berdasarkan pengalaman teman saya ketika mengajar privat anaknya pak Hartopo selama 5 tahun, dia melihat pak Hartopo sering sholat dhuha tiap hari, kemudian Mawahib Afkar itu santri dari TBS Kudus dan aktif di kegiatan Banom NU dan juga ketua Zahir Mania.

Bapak dan ibu guru yang kami undang pada kegiatan ini ada ratusan guru ngaji dan tenaga kependidikan diwilayah Kecamatan Bae Kudus. Dalam rangka sosialisasi Visi-Misi dan progam kerja unggulan pasangan nomor urut 02 Hartopo-Mawahib.

“Kami akan road show Se-Kabupaten Kudus untuk sosialisasikan Visi-Misi dan progam unggulan Hartopo-Mawahib (Paham), untuk Kecamatan Bae yang kami undang pada malam ini berjumlah 700,” pungkasnya.

Sementara itu, Mawahib Afkar dalam sambutan mengatakan, kemarin hari Jum’at malam Sabtu (18/10) dirinya habis deklarasi ijo royo-royo. Dimana acara tersebut dihadiri oleh poro romo kyai, ada KH. Ulil Albab Arwani, KH Ulin Nuha, PC NU KH. Asyrofi, ada Ibu Hj Chumaidah ketua Muslimat NU dan masih banyak romo kyai, habib, dan ibu nyai yang hadir

Ia menegaskan pada intinya acara tersebut Romo KH. Ulil Albab Arwani cetho mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Kudus pasangan calon nomor 02 Hartopo-Mawahib.

Pertemuan kemarin di Gedung serbaguna Arwaniyyah Kudus sebagai upaya untuk mematahkan klaim-klaim yang tidak berdasar mengenai dukungan Kyai tertentu dalam Pilkada Kudus 2024.

Kata KH Ulil Albab NU menegaskan, sebagai Jam’iyyah memang tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Namun warga Nahdliyin tetap bebas menentukan pilihan politik masing-masing.

“NU itu sebagai Jam’iyyah netral gak dukung sana, gak dukung sini, NU itu khittoh gak kemana-mana tapi isinya, warga Nahdliyin punya pilihan, ibaratnya NU Itu gerbong dan isinya mendukung 02,” tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa progam TKGS/HKGS merupakan progam Tamzil-Hartopo (Bupati 2018-2023), jadi yang meletakkan progam pertama kali adalah mereka. Jadi progam TKGS/HKGS akan kami teruskan. Kami lanjutkan progam tersebut dengan nominal Rp 1 juta untuk setiap bulan.

Tadi sudah disampaikan pak Hartopo, bahwa besaran tunjangan itu pun sempat berkurang saat Kabupaten Kudus dihantam pandemi covid-19 yang menyebabkan banyak anggaran di recofusing (dikurangi).

Untuk APBD Kudus yang diperbolehkan hanya ada 3 yang pertama untuk penangan pandemi covid -19, untuk menyelamatkan nyawa manusia, yang kedua bantuan Sosial, dan yang ketiga untuk bantuan ekonomi.

Karena Kudus mulai Maret 2020 hingga 2021 dinyatakan zona hitam, banyak orang yang meninggal dunia setiap hari. Bupati Hartopo ketika itu berupaya keras untuk bisa menyelamatkan nyawa warga agar bisa selamat dan Kudus bisa terbebas dari Pandemi covid -19.

“Alhamdulillah berkat kerja keras Bupati Hartopo beserta tim kesehatan dan pihak-pihak terkait akhirnya Kudus terbebas dari Pandemi covid-19. Bupati Hartopo diundang kesekretariatan negara untuk memaparkan cara mengatasi pandemi Covid -19, Kudus menjadi pilot project percontohan se-Indonesia,” tegasnya.

Progam kami juga ada BLT untuk buruh, bantuan UMKM, Pemberdayaan Petani dan Bantuan alat pertanian. Kemudian ada seragam gratis untuk siswa baru SD/MI/SMP/MTs.

Bantuan mobil ambulans berbasis Masjid/Rumah ibadah/Pemerintah Desa. Ada juga tunjangan Kesejahteraan Marbot, Imam dan Ta’mir Masjid.

Mawahib (Adik Nusron Wahid) ini juga berkomitmen untuk merealisasikan dana berdaya bagi RT/RW sebesar Rp. 16 juta pertahun dengan rincian dari Rp. 16 juta itu, Rp. 5 juta untuk honorarium pengurus dan Rp. 11 juta untuk operasional dan kebutuhan insidentil. Misal untuk kegiatan Agustusan dan mempercantik lingkungan RT/RW.

Progam kerja kami juga akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Bantuan Fasilitas dan Pembinaan Pesantren, Majelis taklim, Lembaga Adat, Jamiyyah Tahlil, Punden dan Belik.

“Untuk bagian yang seperti ini serahkan wakil jenengan pak Hartopo gak usah khawatir tak atasane,” ujar Wahib.

Perlu diketahui bapak dan ibu, bahwa semua Visi-Misi dan progam unggulan yang akan kami laksanakan pasangan nomor urut 02 Hartopo-Mawahib sudah kami perhitungkan di APBD Kudus, karena pak Hartopo jadi Bupati Kudus (2018-2023) dan saya pernah jadi DPRD Kudus juga pernah jadi DPRD Jateng (2019-2024) jadi Tahu anggaran APBD Kudus, lain dengan progam pasangan calon sebelah hampir sama tapi tidak ada hitungan angkanya.

Kami pasangan Hartopo-Mawahib selalu berpesan kepada tim relawan pemenangan, meskipun beda pilihan, tetap jaga kerukunan dan kondusifitas jelang Pilkada 2024.

(Elm@n)

error: Content is protected !!