Berita  

BP3MNU Sultan Kamaluddin Bersholawat dan Nguri-uri Golok-golok Menthok; Ini Tanggapan Siswa

KUDUS – jursidnusantara.com Ada yang berbeda dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Ma’arif NU (BP3MNU) Sultan Kamaluddin Jetak Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Dalam Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh BP3MNU Sultan Kamaluddin ini sekaligus nguri-uri budaya kearifan lokal yakni “Golok-golok Menthok”. Kegiatan ini bertempat di halaman MTs NU Jetak Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus pada Sabtu, 5 Oktober 2024 malam.

Ketua panitia pelaksana kegiatan H. Moh. Ahlis, S.Ag., M.Pd.I., mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu yang telah membantu demi sukses dan lancarnya kegiatan ini.

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, pada tahun 2024 ini, sebagai salah satu cara menjaga budaya dan kearifan lokal masyarakat Kudus dalam memperingati Maulid Nabi.

Perlu diketahui bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh BP3MNU Sultan Kamaluddin Jetak Kedungduwo “Bersholawat Cinta Sang Rosul” sekaligus sebagai nguri-uri tradisi golok-golok menthok, dimana golok-golok menthok adalah wadah anyaman bambu yang berisi berbagai jajanan terutama untuk anak-anak.

“Tema peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada malam ini adalah “Nguri-uri Tradisi Golok-golok Menthok,” terangnya.

Lebih lanjut H. Moh Ahlis yang sekaligus Kepala MTs NU Nurul Huda menambahkan, bahwa untuk memeriahkan kegiatan ini kami mengundang group rebana Jam’iyyah Hidayatus Syubban (JHS), group rebana Al-Hidayah MTs NU Nurul Huda, group rebana MI NU Tarbiyatusy Syibyan, dan vokalis Ahbabul Musthofa Ustadz H. Ahmad Musthofa S.P.d.I.

Kami juga mengundang duet Qori’ Ustadz H. Sholihul Hadi S.Pd.I., Finalis MTQ Internasional di New Delhi India tahun 2002 dan Ustdz Moh. Khoirul Anam, S.Pd.I., Finalis MTQ Internasional antar Mahasiswa tahun 2019, dan Mauidhoh Chasanah KH. Ahmad Asnawi dari Kudus.

Peringatan maulid kali ini dihadiri 1.600 siswa dan 1.600 wali murid, KB NU Nurul Huda Terpadu, TK NU Nurul Huda Terpadu, MI NU Tarbiyatus Shibyan, MI NU Tarbiyatul Banat, MTs NU Nurul Huda, Ponpes Darussalam beserta guru juga tamu undangan, total pengunjung lebih kurang ada 3.500.

Momentum peringatan Maulid Nabi pada malam ini, kami bagikan ribuan golok-golok mentok yang akan kami dibagikan para pengunjung. Hal tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Pentingnya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, hal ini sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW, mari kita meneladani akhkaq dan perjuangan Nabi dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Ilmuna Alfi Allaali Klas VII MTs NU Nurul Huda mengatakan, senang sekali bisa menghadiri pengajian beserta keluarganya. Apalagi peringatan ini ada acara golok-golok menthok yang ternyata merupakan tradisi warga Kudus.

“Saya baru tahu kalau tradisi golok-golok-golok menthok ternyata budayane wong Kudus,” katanya.

Dirinya berharap peringatan seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun, agar generasi muda bisa melestarikan kearifan budaya lokal.

Sementara itu, siswa MI NU Tarbiyatul Banat Arsyila klas 2 B. Zalfa klas 2 C mereka mengungkapkan perasaan senang sekali bisa menghadiri pengajian beserta orang tuanya.

Mereka berharap kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dilaksanakan setiap tahun karena meriah dan dapat jajan anak-anak.

Moh. Muhibbin, S.Pd.I., guru MTs NU Nurul Huda sekaligus wali murid siswa mengatakan, memang tradisi golok-menthok perlu dilestarikan kepada anak-anak, agar mereka tahu dan mengerti bahwa tradisi tersebut merupakan kearifan lokal.

Mengenai kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati tidak harus pada bulan Maulid (Robi’ul Awwal) Karena setiap kita membaca kitab maulid itu sama artinya kita memperingati Maulid Nabi, yang terpenting bagi kita bisa meneladani apa yang menjadi sifat dan akhlaqul karimah yang selalu diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya.

“Semoga saja dengan adanya kegiatan ini kita semua yang hadir dapat melestarikan kearifan budaya lokal golok-golok menthok dan juga dapat menerapkan makna Maulid Nabi serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

(Elm@n)