KUDUS – jursidnusantara.com Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Kudus, nomor 02 Hartopo-Mawahib gencar silaturrahim dan mensosialisasikan Visi-misi dan progam unggulan kepada masyarakat.
Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk pembentukan tim koordinator rukun tetangga (Korte) dalam pemenangan calon bupati dan wakil bupati Kudus Hartopo-Mawahib dan tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Ahmad Luthfi-Taj Yasin.

Pembentukan Tim Korte berlangsung di Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus pada, Ahad, 29 September 2024 malam.
Tampak Hadir calon wakil bupati Mawahib Afkar, Sri Hartini DPRD Jateng, Sujarwo Ex DPRD Nasdem, Sulistiyo Utomo Ketua Gerindra, Sutriman DPRD Kudus, KRT Susanto Partai Perindo, dan Eni Kusrini Korcam Kaliwungu.
Calon wakil bupati Kudus Mawahib Afkar dalam sambutan menegaskan untuk melanjutkan program Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) atau sekarang disebut Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS) di wilayah Kabupaten Kudus dengan nominal Rp 1 juta untuk setiap bulan.
Program tersebut, diketahui merupakan salah satu Visi-misi pasangan HM. Tamzil-Hartopo saat terpilih menjadi Bupati-Wakil Bupati Kudus periode 2018-2023 lalu.
Besaran tunjangan itu pun sempat berkurang saat Kabupaten Kudus dihantam pandemi covid-19 yang menyebabkan banyak anggaran direfokuskan untuk penangan pandemi covid -19.
Kudus ketika itu dinyatakan zona hitam, banyak orang yang meninggal dunia setiap hati ada puluhan orang. Bupati Hartopo ketika itu berupaya keras untuk bisa menyelamatkan nyawa warga agar bisa selamat dan Kudus bisa terbebas dari Pandemi.
“Alhamdulillah berkat kerja keras Bupati Hartopo beserta tim kesehatan dan pihak-pihak terkait akhirnya Kudus terbebas dari Pandemi covid-19 dan jadi pilot project percontohan se-Indonesia cara menangani pandemi covid -19.
Lebih lanjut Mawahib menambahkan, bahwa program TKGS pasangan Hartopo-Mawahib akan melanjutkan, karena waktu Bupati Hartopo-Tamzil di periode pertama yang meletakkan dasar itu.
“Sebab program TKGS adalah program yang baik utuk masyarakat Kudus, maka wajib kita lanjutkan,” imbuhnya.
Adik Nusron Wahib juga fokus rencana pembangunan Rumah Sakit Tipe C di wilayah Kecamatan. Kami juga berkomitmen untuk merealisasikan pembangunan Rumah Sakit Tipe C dalam waktu dekat.
“Progam pembangunan rumah sakit adalah salah satu upaya kami dalam meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dengan progam ini, diperluasnya fasilitas rumah sakit yang dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih, dan tenaga medis yang kompeten,” terangnya.
Disamping itu juga kami pasangan Hartopo-Mawahib juga berkomitmen untuk merealisasikan dana berdaya bagi RT/RW sebesar Rp. 16 juta pertahun, juga Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Seragam Geratis bagi siswa baru SD/MI, SMP/Mts
“Semua progam yang kita laksanakan sudah kami perhitungkan di APBD Kudus, namun untuk jumlah nominal THR akan kita sesuaikan dengan APBD yang tersedia,” pungkasnya.
Sementara itu, Eni Kusrini koordinator kecamatan (Korcam) Kaliwungu mengatakan, bahwa dirinya telah membentuk Tim Pemenangan di wilayah kecamatan Kaliwungu sudah 80 persen.

Lebih lanjut Eni Kusrini yang juga sebagai DPRD Kudus F-Gerindra ini, menambahkan, bahwa pada malam ini kami membentuk Tim Korte Desa Prambatan Lor. Dirinya menarget bisa menang diwilayah Kecamatan Kaliwungu 70 persen
“Dirinya beserta jajaran tim Korcam Kaliwungu optimis memenangkan nomor 02 pasangan bupati Kudus Hartopo-Mawahib dan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Ahmad Luthfi-Taj Yasin 70 persen,” imbuhnya.
Pembentukan tim pemenangan Korte di Kecamatan Kaliwungu sudah 80 persen, jadi tinggal 20 persen lagi dan akan segera kami bentuk.
“Tim Korte di Kecamatan Kaliwungu sudah terbentuk puluhan ribu tim, mereka sudah siap memenangkan pasangan nomor 02 calon bupati Kudus Hartopo-Mawahib, dan Gubernur Jateng Ah. Luthfi Taj Yasin 70 persen,” pungkasnya.
(Elm@n)












