KUDUS – jursidnusantara.com Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kudus yang tinggal beberapa bulan lagi. Pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Kudus HM Hartopo – Mawahib Afkar semakin siap menghadapi Pilkada 2024. Pasalnya tim pemenangan mereka sudah terbentuk hingga ke pelosok desa yang ada wilayah Kecamatan dan desa di Kabupaten Kudus.
Tampak Hadir dalam kesempatan tersebut Haidar (DPRD Demokrat), Dedy Prayoga politisi Golkar, Eni Kusrini (DPRD Gerindra), Koordinator Rukun Tetangga (Korte) dan sejumlah tamu undangan yang lain
Eni Kusrini Ketua Tim Pemenangan Kecamatan Kaliwungu mengungkapkan, bahwa tim pemenangan yang kami bentuk tidak hanya di kecamatan Kaliwungu saja, namun telah kami bentuk dibeberapa desa dan 9 kecamatan di Kudus.
“Hasil koordinasi dengan tim pemenangan ditingkat Kabupaten Kudus kami, telah siap mengajak masyarakat Kudus untuk memilih Paslon Hartopo-Mawahib untuk memimpin Kabupaten Kudus 2024-2029,” terang Eni disela-sela kesibukannya bentuk Timses di Desa Gamong pada Kamis, 19 September 2024 malam.

Semua tim yang sudah terbentuk langsung tancap gas pol sampai ke tim tingkat desa, kemudian sampai koordinator rukun tetangga (Korte), lanjut ke masyarakat.
Politikus anyaran dari Fraksi Gerindra Eni Kusrini menegaskan, para anggota tim pemenangan sudah terkoordinir mulai di tingkat Kabupaten hingga pelosok-pelosok desa. Kini, mereka pun dinilai sudah siap melaksanakan kampanye.
Dirinya optimis akan memenangkan dalam Pilkada Kudus pada 27 November 2024. Dimana pembentukan tim yang dibentuk terus melesat hingga akar rumput.
Anggota DPRD Kudus Fraksi Gerindra ini berharap pada Pilkada Kudus pada 27 November mendatang, masyarakat Kudus dapat mencoblos Hartopo-Mawahib.
“Mohon doa restunya, semoga Hartopo-Mawahib diridhoi Allah SWT mendapatkan restu dan dukungan dari rakyat Kudus untuk Kudus Maju Berkah,” harapnya.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan HM Hartopo tentang Visi-Misi dan Progam Unggulan jika nanti Pasangan Hartopo-Mawahib jadi Bupati Kudus 2024-2029.
Visi
Kudus Berkeadaban, Maju dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.
Misi
1. Tunjangan Kesejahteraan Gurus Swasta (TGKS) pada guru TPQ/Madin/PAUD/RA/TK/MI/SD/MTs) sebesar Rp. 1 juta setiap bulan.
2. Tunjangan kesehatan & tunjangan kecelakaan kerja, jaminan hari tuan dan kematian.
3. Tunjangan kesejahteraan bagi BPD & Perangkat Desa. Operasional dan Pemberdayaan RT/RW sebesar Rp. 16 juta/tahun.
4. BLT untuk buruh, bantuan UMKM, Pemberdayaan Petani dan Bantuan alat pertanian.
5. Seragam gratis untuk siswa baru SD/MI/SMP/MTs.
6. Bantuan mobil ambulans berbasis Masjid/Rumah ibadah/Pemerintah Desa.
7. Tunjangan Kesejahteraan Marbot, Imam & Ta’mir Masjid.
8. Bantuan Fasilitas dan Pembinaan Pesantren, Majelis taklim, Lembaga Adat, Jamiyyah Tahlil, punden & belik.
9. Santunan kematian Rp 1.500.000.
Selain itu, pasangan Hartopo-Mawahib memaparkan rencana pembangunan Rumah Sakit Tipe C di wilayah Kecamatan. Dirinya menganggap bahwa, pembangunan rumah sakit adalah salah satu upaya kami dalam meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Dengan progam diperluasnya fasilitas rumah sakit diwilayah per kecamatan, maka akan mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat Kudus, tentunya rumah sakit tersebut harus dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih, dan tenaga medis yang kompeten di bidangnya,” tutup Hartopo.
Perlu diketahui bahwa, pasangan Hartopo-Mawahib di dukung oleh Partai Politik (Parpol) yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, dan 6 Partai Non Parlemen yang terdiri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Perindo, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Buruh.
(Elm@n)












