KUDUS – jursidnusantara.com Menghadapi puncak musim kemarau yang akan terjadi kekeringan pada pertengahan bulan Agustus hingga Oktober. Dimana kekeringan tersebut terjadi dibeberapa wilayah di Kabupaten Kudus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, telah bersiap menghadapi. BPBD Kudus telah menyiapkan air bersih sebanyak 3 juta liter untuk mengantisipasi kekeringan.

Mundir Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus, mengatakan, dampak musim kemarau tahun ini tidak separah tahun lalu. Hingga saat ini pihaknya belum menerima permintaan air bersih dari masyarakat. Meski begitu, untuk langkah antisipasi telah disiapkan 3 juta liter air bersih.
“Sampai saat ini masih baik-baik saja, aman, demoga tidak ada (kekeringan),” kata Mundir di Kudus, Selasa, 6 Agustus 2024.
Lebih lanjut Mundir menambahkan, saya juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan untuk menyalurkan dana Coporate Sosial Responsibility (CSR) guna penanganan kekeringan, dikarenakan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), untuk BPBD Kabupaten Kudus masih kurang.
“Kemarin sudah kami rakorkan (rapat koordinasi), kalau memang dari APBD masih kurang, masih ada dari CSR,” imbuhnya.
BPBD Kabupaten Kudus mencatat ada sejumlah desa rawan krisis air bersih saat puncak musim kemarau. Yaitu Desa Gondoharum Kecamatan Jekulo. Kemudian Kecamatan Kaliwungu ada Desa Gamong, Papringan, Setrokalangan, Kedungdowo, dan Mijen, kemudian Desa Kalirejo dan Glagahwaru Kecamatan Undaan.
“Kalau di Undaan, biasanya nanti kalau air irigasi sudah mengalir sudah tidak ada masalah,” ujar Mundir.
“Semoga saja dampak kekeringan yang terjadi tahun ini tidak separah tahun kemarin, dan kami berharap kepada masyarakat gunakanlah air secukupnya,” pungkasnya.
(Elm@n)












