KUDUS – jursidnusantara.com Muwadda’ah atau pelepasan siswa madrasah merupakan progam tahunan dari pihak lembaga, tak terkecuali Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs NU) Jetak Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Acara yang digelar dilapangan Madrasah tersebut, dihadiri oleh siswa-siswi yang didampingi oleh wali murid. Sebanyak 235 siswa kelas IX yang dilepas atau wisuda pada Kamis, 13 Juni 2024 pagi.

Tampak hadir dalam acara Muwadda’ah H. Ahmad Atiq pengawas madrasah Kecamatan Kaliwungu, Zainul Anwar wakil ketua LP. Ma’arif Kudus, Kepala Kantor Kemenaq Kudus H. Suhadi, Ketua Pengurus BP3NU Sultan Kamaludin H. Ali Ihsan, dan H. Mahmud Pembina BP3NU Sultan Kamaludin, Dra Hj. Siti Zumaroh pengawas Madrasah kemenag Kudus. H Agus Siswanto Plt Kasi Penmas Kemenag Kudus, H. Moh. Ahlis Kepala MTs NU Nurul Huda beserta dewan guru dan karyawan, para siswa dan wali murid serta sejumlah tamu undangan.
Untuk memeriahkan acara pelepasan siswa kelas IX serangkaian pentas seni siswa MTs NU Nurul Huda Kudus ditampilkan, mulai dari penampilan Drum band, paduan suara, pencak silat hingga seni tari.
H. Mahmud selaku pembina BP3NU Sultan Kamaludin mengungkapkan, bahwa apa yang telah dilaksankan para bapak dan ibu guru dalam proses kegiatan belajar mengajar sudah cukup baik, namun perlu ditingkatkan agar dapat lebih baik.
“Kedepan tantangan lembaga pendidikan semakin tidak mudah, perlu adanya inovasi dan kreatifitas semua jajaran agar lembaga pendidikan MTs NU Nurul Huda Jetak Kedungdowo Kudus ini, mampu bersaing dengan lembaga pendidikan yang sudah maju dan mutu pendidikan yang lebih baik,” ungkapnya.
H. Moh. Ahlis Kepala MTs NU Nurul Huda, mengatakan, kami ucapkan terima kasih kepada bapak, ibu yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk mengenyam pendidikan di MTs NU Nurul Huda Jetak Kedungdowo, Kaliwungu Kudus. Selama 3 tahun ini, jika kami dalam mendidik putra-putri bapak dan ibu ada yang kurang berkenan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Lebih lanjut Moh. Ahlis menambahkan, bahwa siswa harus bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi nantinya. Mereka harus mampu bersaing di dunia pendidikan.
“Para siswa harus tetap semangat dalam belajar, masa depan masih panjang. Dinamika pembelajaran juga bisa berubah sewaktu-waktu dan harus siap. Harus punya tekad dan semangat tinggi untuk menggapai cita-cita yang diinginkan,” imbuhnya.
Para siswa yang telah lulus pada tahun ajaran 2023-2024 sebanyak 235 siswa. Kami berharap agar para siswa kami nantinya mempunyai keilmuan secara akademik, menjadi generasi penerus yang handal dan berkarakter sesuai harapan kita bersama.
Dalam kegiatan pada hari ini ada dua acara yang pertama Muwadda’ah atau perpisahan dan yang kedua yakni peresmian Perpustakaan Al-Huda.
“Semoga anak didik yang telah lulus dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, dan pendidikan yang telah siswa peroleh dari madrasah dapat bermanfaat dan barokah dari bapak dan ibu guru,” pungkasnya.

Sementara itu, H. Ali Ihsan Kepala pengurus BP3NU Sultan Kamaludin mengatakan, bahwa MTs NU Nurul Huda adalah merupakan pendidikan yang komplit, dari segi pendidikan agama dan umum dapat diperoleh di pendidikan disini.
Ali Ihsan yang sekaligus sebagai anggota DPRD Kudus menambahkan, bahwa dirinya sering diminta tolong orang untuk memasukkan disekolah yang lain, namun anaknya disekolahkan di lembaga pendidikan dibawah naungan BP3NU Sultan Kamaludin, karena saya tahu betul bahwa pendidikan disini lebih baik dan lebih bagus.
“Raihlah cita-citamu setinggi langit, mumpung masih muda teruslah belajar dan belajar, hormati kedua orang, gurumu dimana saja,” pungkasnya.
Sementara itu, H. Suhadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kudus mengucapkan, apresiasi yang tinggi karena acara Muwadda’ah MTs NU Nurul Huda Kudus pada pagi hari ini yang begitu meriah.
Dirinya berpesan kepada siswa kelas IX yang akan dilepas, jika kamu pingin sukses pertama patuhi dan hormati, kedua orang tua dan bapak ibu gurumu dimana saja.
Yang kedua raihlah cita-citamu setinggi bintang di langit, karena diantara bintang di langit yang jatuh pasti diantara kalian yang akan mendapatkan bintang tersebut.
Saya juga berpesan kepada bapak dan ibu wali murid jangan pernah memaksa anak-anak, biarlah mereka menentukan pilihan mereka kejenjang pendidikan selanjutnya.
“Siswa kelas IX yang pada hari ini dilepas mereka pasti sudah mempunyai rencana akan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, namun kalau bisa melanjutkan ke pendidikan Madrasah Aliyah (MA) atau Pondok Pesantren (Ponpes),” pungkasnya.

Sementara itu,Uswatun Hasanah asal dari Desa Mijen dan Ully Alia Rahmawati asal Desa Garung Kidul kelas IX F mereka mengatakan, mengatakan, senang bersekolah di MTs NU Nurul Huda Kudus, pendidikan yang diajarkan pada kami sangat berkesan.
Bapak dan ibu gurunya juga baik, ramah, telaten, yang utama dalam menyampaikan pelajaran juga bagus. Kami pada hari ini sangat sedih kehilangan sosok beliau bapak dan ibu guru yang telah mendidik kami, baik ilmu agama dan umum.
Ditanya tentang rencana lanjutan sekolah yang lebih tinggi, mereka menjawab beda-beda tujuan sekolah lanjutan. Intinya kami akan melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi dan sekaligus di Ponpes.
“Semoga kami dapat diterima di sekolah yang kami inginkan, kami punya cita dan asa yang harus kami capai,” harapnya.
(Elm@n)












