KUDUS – Jursidnysantara.com Ribuan penonton padati sepanjang Jl. Getas Pejaten No.4, Getas, Desa Getaspejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59343. Mereka datang menyaksikan kirab budaya Apitan sedekah bumi yang diselenggarakan Pemerintah Desa Getaspejaten Kudus. Minggu, 25 Mei 2024.
Sedekah bumi atau yang sering dikenal dengan Apitan merupakan kegiatan yang setiap tahunnya dilaksanakan di setiap desa tak terkecuali Desa Getaspejaten Kudus. Pemerintah Desa (Pemdes) Getaspejaten Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus menggelar kirab budaya “Sedekah Bumi” yang dipusatkan di balai desa setempat.
Tampak hadir, Kepala Desa, Camat Jati, Danramil, Kapolsek, Kepala Dinas Budpar, Perangkat Desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, serta hadir ribuan penonton.

Kusnadi Kepala Desa (Kades) Getaspejaten mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang terlibat dalam kegiatan ini, Pemdes Getaspejaten tidak akan bisa berbuat apapun tanpa peran serta bapak, ibu dan saudara dalam melaksanakan kegiatan ini.
Sedekah bumi atau Apitan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Pemdes Getaspejaten. Dalam kegiatan kali ini kami ambil tema “Menjalin Kerukunan Beragama dan Bernegara”
“Acara ini digelar sebagai tradisi wujud syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rezeki lewat bumi kita, serta untuk mempersatukan berbagai unsur kebhinekaan.
Lebih lanjut Kusnadi menambahkan, bahwa kegiatan sedekah bumi sempat berhenti selama kurang lebih 3 tahun karena pandemi covid -19. Dalam kegiatan ini melibatkan 40 RT dan 4 RW, 9 sekolahan yang ada diwilayah, serta ada 30 gunungan.
“Acara ini dimeriahkan dari unsur RT, RW, PKK dan sekolahan setempat dengan menampilkan penampilan, drum band, tari, seni barongan, drama teatrikal, hingga promosi produk yang dimiliki oleh potensi RT setempat,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini Pemdes Getaspejaten akan memberi apresiasi kepada para peserta kirab Apitan berupa piala dan uang pembinaan, bagi juara, 1,2 dan 3, serta juara harapan 1,2 dan 3.
“Untuk juara satu diraih oleh RT 11 RW 3, sedangkan juara dua dari RT 4 RW 3, dan juara tiga dari RT 8 RW 2, untuk juara harapan satu dari RT 7 RW 4, juara harapan dua dari RT 8 RW 3, sedangkan juara harapan tiga diraih RT 7 RW 2,” terangnya.
“Dengan adanya kegiatan kirab budaya dan sedekah bumi, semoga kedepan Desa Getaspejaten diberikan keberkahan, keselamatan, Kesehatan, serta kemajuan dan kesejahteraan,” pungkasnya.
Mutrikah kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinasbudpar) Kudus mengapresiasi kepada Pemdes Getaspejaten dan masyarakat yang telah mengikuti kegiatan ini.
Apa yang telah ditampilkan sangat luar biasa, semoga Desa Getaspejaten besuk pada bulan Agustus bisa mewakili pentas seni ditingkat Kabupaten Kudus mewakili dari Kecamatan Jati.
Kami berharap ini akan menjadi kegiatan rutin bagi pemdes untuk melestarikan kebudayaan dan potensi desa yang dimiliknya, jika ini dikembangkan akan menjadi potensi desa wisata yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kreatifitas seni dan budaya yang ditampilan oleh warga Desa Getaspejaten, bisa jadi potensi desa yang akan berdampak Multi player efek pada perekonomian dan kesejahteraan warga,” tutup Tika.
Sementara itu, Atuk dan Ngatono warga RT 1 RW 4 yang mengikuti kirab budaya, mereka senang dan bangga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Bagi warga RT 1 RW 4 baik tua maupun muda semuanya ikut senang dan gembira dalam kegiatan ini, semoga tiap tahun diadakan acara ini,” katanya.
Dalam kegiatan ini memang ada subsidi dari Pemdes Getaspejaten sebesar Rp.500 ribu, namun itu masih kurang, jadi kami patungan dan ambil uang kas RT.
Dalam kegiatan kirab budaya ini, kami menampilkan budaya yang yang ada di Indonesia dengan berpakaian dan adat budaya yang berbeda-beda namun tetap satu jua “Bhinneka Tunggal Ika”.
“Ini merupakan wujud dari kebersamaan dan kesatuan antar warga, ini merupakan wujud gotong-royong, kesatuan dan persatuan yang ditampilan dalam pentas kirab budaya dan sedekah bumi dari RT 1 RW 4,” pungkas Atuk.

Terpisah, Umi warga Desa Kedungdowo RT 1 RW 5 yang kebetulan jualan disekitar acara, dirinya ikut mengambil gunungan yang habis dikirab, karena saya ingin “Ngalap berkah” dari gunungan ini.
(Elm@n)














