KUDUS – jursidnusantara.com Sedekah bumi atau yang sering dikenal dengan Apitan merupakan kegiatan yang setiap tahunnya dilaksanakan di setiap desa tak terkecuali Desa Getaspejaten Kudus. Minggu, 26 Mei 2024 siang.
Pemerintah Desa (Pemdes) Getaspejaten Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus menggelar kirab budaya “Sedekah Bumi” yang dipusatkan di balai desa setempat.
Tampak hadir, Kepala Desa, Camat Jati, Danramil, Kapolsek, Perangkat Desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, serta hadir ribuan penonton.

Kepala Desa (Kades) Getaspejaten Kusnadi mengatakan, ucapakan terima kasih kepada segenap panitia, Perangkat Desa, RT, RW, PKK, Tokoh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan ini.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua yang terlibat dalam kegiatan ini, Pemdes Getaspejaten tidak akan bisa berbuat apapun tanpa peran serta bapak, ibu dan saudara dalam melaksanakan kegiatan ini,” katanya.
Sedekah bumi atau Apitan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Pemdes Getaspejaten. Dalam kegiatan kaki ini kami ambil tema “Menjalin Kerukunan Beragama dan Bernegara”
“Acara ini digelar sebagai tradisi wujud syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rezeki lewat bumi kita, serta untuk mempersatukan berbagai unsur kebhinekaan.
Lebih lanjut Kusnadi menambahkan, bahwa kegiatan sedekah bumi sempat berhenti selama kurang lebih 3 tahun karena pandemi covid -19. Dalam kegiatan ini melibatkan 40 RT dari 4 RW, 9 sekolahan yang ada diwilayah, serta ada 28 gunungan.
“Acara ini dimeriahkan dari unsur RT, PKK dan sekolahan setempat dengan menampilkan penampilan, drum band, tari, seni barongan, drama teatrikal, hingga promosi produk yang dimiliki oleh potensi RT setempat,” imbuhnya.
Kesadaran akan perbedaan tidak membuat kita pisah, kita tidak bersatu, namun dalam perbedaan ini kita jadikan kekuatan untuk maju menuju Indonesia maju.
Kita juga harapkan warga Desa Getaspejaten mampu mengamalkan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945.
“Dengan adanya kegiatan ini, semoga kedepan Desa Getaspejaten diberikan keberkahan, keselamatan, Kesehatan, serta kemajuan dan kesejahteraan,” pungkasnya.

Sementara itu, Fiza Akbar Camat Jati dalam sambutanya mengatakan, kami dari pemerintah kecamatan Jati mengapreasi apa yang telah diselenggarakan oleh Pemdes Getaspejaten.
Terkait adanya kirab budaya Apitan sedekah bumi ini menjadi contoh yang baik dan momentum untuk kita semua untuk bersatu, apalagi menghadapi tahun politik ini, jangan sampai terpecah belah hanya karena perbedaan pandangan politik.
“Adanya kegiatan ini, merupakan wujud dari kebersamaan dan kesatuan antar warga. Ini merupakan wujud gotong-royong, kesatuan dan persatuan yang ditampilan dalam pentas sedekah bumi yang diselenggarakan pada hari ini,” terangnya.

Mutrikah kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinasbudpar) Kudus mengatakan, Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemdes Getaspejaten dan masyarakat yang telah mengikuti kegiatan ini.
Apa yang telah ditampilkan sangat luar biasa, semoga Desa Getaspejaten besuk pada bulan Agustus bisa mewakili pentas seni ditingkat Kabupaten Kudus mewakili dari Kecamatan Jati.
Kami berharap ini akan menjadi kegiatan rutin bagi pemdes untuk melestarikan kebudayaan dan potensi desa yang dimiliknya, jika ini dikembangkan akan menjadi potensi desa wisata yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
(Elm@n)












