KUDUS – jursidnusantara.com Majlis Ta’lim Perempuan (MTP) Ikatan Persaudaraan Jama’ah Haji Indonesia (IPHI), JHK Cabang Kecamatan Kaliwungu Kudus mengadakan kegiatan rutin selapan Sabtu Pahing.
Tampak hadir dalam kegiatan selapan tersebut dihadiri oleh pengurus dan anggota MTP IPHI Kecamatan Kaliwungu, serta jajaran Pengurus IPHI Kecamatan Kaliwungu yang bertempat di Aula JHK Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. 25 Mei 2024 siang.

Hj. Tri Hastuti ketua MTP IPHI Kecamatan Kaliwungu mengatakan, kegiatan ini, merupakan kegiatan rutin selapan “Sabtu Pahing”.
“Selapanan kali ini sudah masuk bulan Dzul Qo’dah, namun tetep sekalian acara Halal Bihalal, karena tidak mungkin kita bisa satu-persatu untuk silaturahmi ke rumah setiap anggota dalam waktu satu bulan, rasanya tidak cukup,’ katanya.
Lebih lanjut Tri Hastuti menambahkan, pada siang hari ini, kami atas nama pribadi dan organisasi mengucapakan selamat jalan kepada para Calon Jama’ah Haji (Calhaj) Kaliwungu.
Semoga dimudahkan dalam perjalanannya sebagai tamu Allah SWT, dapat menjalankan syarat, rukun, dan wajib haji. Kemudian dapat pulang dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur.

Sementara itu, ketua IPHI Cabang Kaliwungu KH. Ali Ihsan mengatakan, pengurus IPHI/JHK Cabang Kaliwungu Kudus siap menjadi relawan para jama’ah calon haji yang ada di wilayah Kecamatan Kaliwungu.
“Dengan penuh semangat kami dari MTP, IPHI/JHK Cabang Kaliwungu siap menjadi relawan para tamu Allah,” katanya.
Ali Ihsan yang juga politisi Fraksi PKB sebagai Ketua komisi D Kudus menambahkan, bahwa kegiatan pada siang hari ini, merupakan momentum untuk beramal kebajikan.
“Kita buktikan untuk beramal dengan ikhlas tenaga, pemikiran, waktu, dan bila perlu biaya, sebagai relawan petugas pembantu para Calhaj yang ada di wilayah Kecamatan Kaliwungu maupun di Kabupaten Kudus,” imbuhnya.
Semoga para Calhaj tahun 2024 ini, dimudahkan dalam perjalanannya sebagai tamu Allah SWT, dapat menjalankan syarat, rukun, dan wajib haji. Kemudian dapat pulang dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur.
Dirinya juga mencontohkan yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, bahwa orang yang hajinya mabrur itu dapat dilihat dari perubahan sikap, perilaku, dan yang dilakukan sebelum dan sesudah orang tersebut menjalankan ibadah haji.
“Contoh diantara orang yang hajinya mabrur, ketika belum haji, orang tersebut jarang sholat berjamaah, setelah haji rajin sholat berjamaah, sebelum haji jarang shodaqoh setelah haji rajin sedekah,” imbuhnya.
Orang karenanya setiap orang yang akan menjalankan ibadah haji, diharapkan bisa mensucikan diri dari sifat yang tidak terpuji, penuh dengan keikhlasan dan kesabaran, menjaga kesehatan agar tubuh tetep prima dalam menjalankan ibadah haji ke Baitullah.
“Jaga hati, jaga sikap dan perbuatan yang baik, jaga kesehatan, karena ibadah haji dibutuhkan hati yang ikhlas, jiwa raga yang prima, karena dalam ibadah haji kita dihadapkan dengan berbagai macam orang dari berbagai negara di seluruh dunia ada satu tempat yakni Baitullah,’ pungkasnya.

Kemudian acara inti Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Abdul Hadi dari Kudus, dalam penyampaian menegaskan, bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang wajib yang mampu, jangan takut akan miskin karena ibadah haji dan umroh.
Dirinya menceritakan ada seseorang yang ibadah haji dan punya uang pas-san, namun dirinya merasa mampu akhirnya daftar dan bisa menjalankan ibadah haji.
Kebetulan waktu itu ada insiden dalam ibadah haji, akhirnya dari pihak pemerintah mengganti semua biaya yang dia keluarkan, pulang ibadah haji bisa membeli mobil.
KH. Abdul Hadi juga membeberkan, bahwa bagi calon jemaah haji (Calhaj) disarankan dari pendapatan hasil rezeki yang halal, jangan sampai uang digunakan dari hasil yang tidak baik.
Perlu di ingat.!! Bagi Calhaj usahakan badan kita selalu dalam keadaan yang bersih, baik hati, pikiran, tingkah laku kita harus bersih, jangan punya pikiran yang tidak baik kepada siapapun.
“Yang terpenting kebersihan diri kita jaga selalu dan jasmani, rohani kita harus sehat, karena ibadah haji memang berat, namun jikalau kita mampu melewatinya, insya Allah ibadah haji kita akan menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.
Kemudian acara ditutup dengan Do’a bersama oleh KH. Abdul Hadi
(Elm@n)












