KUDUS – juraidnusantara.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kudus mengadakan pertemuan para Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kudus periode 2024-2029.

Ada sembilan nama Cabup-cawabup Pilkada Kudus 2024 , mereka diminta menyampaikan visi-misi di hadapan pengurus dan fungsionaris DPC Partai Gerindra Kudus yang beralamat di Desa Ngembal Rejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Minggu, 19 Mei 2024 pagi.
Kesembilan Cabup-cawabup tersebut akan berebut rekomendasi dari partai Gerindra.
Dari sebelas orang yang mengambil formulir pendaftaran, sembilan orang yang hadir diantaranya Mawahib Afkar, Imam Baikuni, Hartopo, Sugeng SP, Sandung Hidayat, Mas’an, Samani Intakoris, Belinda Putri Birton, dan Abdul Fatiq.
Sementara dua orang yang tidak menghadiri acara tersebut yakni mantan Kadinas Pertanian Sunardi dan Abdul Rozak.
Dalam acara tersebut, para bakal calon diberi kesempatan untuk memaparkan garis besar gagasan, visi-misinya serta tawarannya untuk memenangkan partai Gerindra, jika nanti sukses meraih rekomendasi dan terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kudus tahun 2024
Secara berturut-turut, paparan diawali oleh Imam Baikuni yang membawa 3 visi besar yakni di bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.
“Sehebat apapun Visi-Misi tanpa eksekusi tidak akan jalan, dalam bidang kesehatan saya sudah mendirikan rumah sakit, pendidikan sudah mendirikan perguruan tinggi, dan infrastruktur juga kami lakukan, jadi semuanya sudah kami lakukan.
Mawahib Afkar dengan visi-misinya dengan tagline “Kudus Berkah”.
“Kudus Berkah itu artinya sangat luas yakni; Kudus Bersih, Kudus Religi, Kudus Kreatif, Kudus Tangguh, Kudus Sehat, Kudus Responsif, Kudus Cerdas dan Pintar, serta Kudus Smart City,” ungkapnya.
Mawahib Afkar mejelaskan secara rinci arti dari “Kudus Berkah” K9 yakni; Kudus Bersih, Kudus Religi, Kudus Kreatif, Kudus Tangguh, Kudus Sehat, Kudus Responsif, Kudus Cerdas dan Pintar, serta Kudus Smart City.
Pertama Kudus Bersih; bersih kotanya bersih desanya. Kemudian yang kedua Kudus Religi diantaranya; Meningkatkan tunjangan bagi guru, tunjangan marbot, ta’mir Masjid dan mushola, bantuan operasional lembaga adat (tradisi keagamaan), peningkatan forum lintas agama sebagai perwujudan Kudus toleran.
Ketiga Kudus Kreatif diantarnya; Pembinaan/fasilitasi sarpras olahraga guna menunjang prestasi berkelanjutan, meningkatkan potensi desa wisata, baik wisata religi, alam, dan kuliner guna menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelatihan digitalisasi milenial dan digitalisasi pelaku UMKM.
Ke empat Kudus Tangguh; bantuan Sarpras Pedesaan Rp. 500 juta pertahun perdesa, RTLH bedah rumah 1.000 pertahun, Pendampingan dan pemberdayaan bagi para petani, Optimalisasi Desa tangguh bencana (Desa Tagana), dan bantuan khusus pasca bencana.
Kelima Kudus Sehat; Pengelolan sampah berbasis rumah tangga, subsidi BPJS bagi keluarga miskin, pembangunan rumah sakit dikawasan Muria tipe D.
Ke enam Kudus Responsif; Bansos bagi kaum perempuan kurang mampu, anak terlantar, lansia, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya, penerangan lampu jalan desa dan kota, pembinaan ormas dan OKP.berkelanjutan.
Selanjutnya yang ketujuh Kudus Cerdas dan Pintar; Akses internet bagi desa/kelurahan guna menunjang E-learning dan E-bisnis, bantuan pendidikan beasiswa bagi siswa berprestasi dan tidak mampu.
Kemudian yang ke delapan Kudus Smart City; Smart Government, Smart Economy, Smart Live, Smart Living, Smart People, Smart Mobilty, dan ramah investasi.
Dan yang yang terakhir yang ke sembilan Terwujudnya Kota Kudus Amanah, terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan akuntabel good government dan good govermance.
Kemudian Sugeng SP, figur yang sempat viral karena mengaku Trah Brawijaya V dan titisan Soekarno juga menyampaikan beberapa janjinya jika terpilih nanti.
Sementara itu, Sandung Hidayat, yang merupakan kader asli dari Partai Gerindra juga menyampaikan tawaran visi-misi yang akan dibawa nanti dalam Pilkada 2024, yang pada prinsipnya untuk memajukan kota Kudus.
Kemudian Masan, yang merupakan Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDIP Kudus turut memberikan tawaran program guna mewujudkan visi-misinya yang diusungnya yakni “Unggul, Makmur dan Sejahtera”.
Adapun Hartopo, dengan bekal sebagai mantan Bupati Kudus sebelumnya, menyampaikan siap melanjutkan program serta memperbaiki kekurangan yang ada.
Dengan tagline sama seperti yang terdahulu yakni; Kudus yang religius, modern, dan sejahtera. Ini yang akan kembali digunakannya dalam Pilkada Kudus tahun 2024 ini.
Sementara Abdul Fatiq yang memiliki background sebagai guru, akan mengusung visi-misinya yang tak jauh dari profesinya saat ini yakni memajukan dunia pendidikan yang lebih lebih baik dan maju.
Yang terakhir Sam’ani Intakoris dan Belinda Putri Sabrina Birton bakal calon yang datang sebagai satu paket Cabup-cawabup, menyampaikan visi-misinya dengan Tagline “Kudus Sehat”.
Sementara itu, Sulistyo Utomo Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kudus, mengaku bangga atas banyaknya calon yang mendaftar dan bersedia adu visi-misi di Partai Gerindra.
Menurutnya, ini menunjukkan Partai Gerindra adalah partai yang diminati banyak calon sebagai kendaraan politik dalam Pilkada nanti.
“Adu visi-misi ini merupakan akhir dari proses penjaringan yang digelar DPC Partai Gerindra, selanjutnya, nama-nama yang sudah ada, akan dibawa ke DPD untuk dilakukan penyaringan, dari hasil penyaringan nantinya diajukan ke DPP untuk dimintakan rekomendasi,” ujarnya.
Sulistyo mengatakan, meski Partai Gerindra akan memprioritaskan kader sendiri, namun dengan jumlah kursi yang hanya tujuh, Partai Gerindra membutuhkan mitra koalisi untuk bisa mengusung paslon.
Oleh karena itu, koalisi harus tetap dibangun termasuk dalam penentuan siapa Cabup-cawabup yang akan diberikan rekomendasi.
“Rekomendasi yang turun nanti tetap akan memperhitungkan koalisi yang akan dibangun dengan Partai lain,” tutup Sulis.
(Elm@n)












