Read Aloud Kudus Gelar MBG Belajar Jadi Lebih Seru dan Menyenangkan Bagi Anak

KUDUS – jursidnusantara.com Read Aloud Kudus kembali menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak melalui program MBG (Membaca, Berkarya, Gembira) yang digelar di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kudus.

Progam ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan kembangkan minat baca, kreativitas, dan berbagai aktivitas inteteraktif serta rasa percaya diri anak sejak usia dini. Kegiatan tersebut berlangsung di Perpuda Kudus pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Ketua Read Aloud Kudus, Rizki Yuniarti, mengatakan, program MBG dirancang agar anak-anak tidak hanya mengenal buku sebagai media belajar, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui berbagai kegiatan kreatif, sehingga anak-anak tidak hanya menikmati cerita saja, akan tetapi memperoleh pengalaman baru melalui berbagai aktivitas yang interaktif.

“Program ini kami hadirkan agar anak-anak semakin dekat dengan buku sekaligus memiliki ruang untuk berimajinasi, berkreasi, dan percaya diri dalam mengekspresikan diri,” kata Rizky.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi read aloud atau membaca nyaring yang dipandu para relawan Read Aloud Kudus. Buku cerita dibawakan secara ekspresif sehingga mampu menarik perhatian peserta.

Selama sesi berlangsung, anak-anak diajak aktif berinteraksi dengan menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, hingga membayangkan berbagai kemungkinan dari alur cerita yang dibacakan.

Menurutnya Metode membaca nyaring mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dibandingkan membaca secara pasif. Anak-anak menjadi lebih mudah memahami isi cerita sekaligus terdorong untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini.

“Metode membaca nyaring mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup. Anak-anak menjadi lebih mudah memahami isi cerita sekaligus terdorong untuk mencintai buku sejak dini,” ujarnya.

Setelah sesi literasi, peserta diajak menyaksikan film animasi karya siswa SMK Raden Umar Said Kudus. Penayangan tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan proses kreatif di balik pembuatan film animasi sekaligus memperlihatkan kemampuan generasi muda Kudus di bidang industri animasi.

Melalui tayangan itu, anak-anak tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga inspirasi bahwa karya kreatif dapat lahir dari ketekunan belajar dan keberanian menuangkan ide. Diharapkan pengalaman tersebut dapat memotivasi mereka untuk terus mengembangkan minat dan bakat sesuai bidang yang disukai.

Keseruan kegiatan berlanjut dengan membuat keychain atau gantungan kunci bertuliskan nama masing-masing peserta. Dengan pendampingan relawan, anak-anak merangkai huruf demi huruf menjadi gantungan kunci yang kemudian dibawa pulang sebagai hasil karya pribadi.

“Melalui aktivitas sederhana ini, anak-anak belajar melatih kreativitas, koordinasi motorik halus, ketelitian, sekaligus membangun rasa percaya diri karena berhasil menciptakan karya sendiri,” terangnya.

Rizky juga menjelaskan, bahwa progam MBG merupakan salah satu upaya Read Aloud Kudus sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan melalui perpaduan membaca, apresiasi karya, dan aktivitas kreatif.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya semakin gemar membaca, tetapi juga terbiasa mengekspresikan ide dan mengembangkan potensi diri sejak dini,” jelasnya.

Read Aloud Kudus juga mengapresiasi dukungan Perpustakaan Daerah Kudus yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.

Kolaborasi serupa diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak anak memperoleh pengalaman belajar yang positif, menyenangkan, serta turut memperkuat budaya literasi di Kabupaten Kudus.

(Elm@n)

error: Content is protected !!