Juara 3 Festival Tari Lajur Caping Kalo SMP 2 Gebog Juga Adakan Persami Cetak Siswa Berkarakter Zero Bullying

KUDUS – jursidnusantara.com Tim finalis tari SMP 2 Gebog berhasil mengharumkan nama sekolah setelah meraih juara 3 dalam Festival Tari Lajur Caping Kalo yang diselenggarakan oleh Pemda Kudus pada Ahad pagi (24/5/2026) di Alun-alin Simpang Tujuh Kudus.

Sebanyak 12 peserta atau tim finalis yang tampi dihadapan dewan juri dinilai mampu memadukan unsur tradisi dengan kreativitas baru dalam mengangkat kearifan budaya khas Kudus.

Penilaian Festival tari dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, mulia dari wiraga, wirama, wirasa, pemaknaan hingga kreativitas peserta dalam menampilkan koreografi Tari Lajur Caping Kalo tanpa mengubah original tari.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMP.2 Gebog Dr. Ahadi Setiawan, S.Pd., M.Pd., mengucapkan terima kasih kepada Penyelenggara kegiatan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada tim Tari Lajur Caping Kalo.

Keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras, semangat latihan, kedisiplinan, kekompakan tim, serta bimbingan para pelatih dan dukungan bapak ibu guru serta orang tua.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung SMP 2 Gebog meraih juara 3. terima kepada bapak dan ibu guru, juga pelatih ibu Laras serta tim penari. Teruslah berkarya, berprestasi, dan menginspirasi,” ucap Ahadi Setiawan pada Senin pagi, 25 Mei 2026.

Lebih lanjut Wawan panggilan akrab Ahadi Setiawan menambahkan, bahwa prestasi ini sangat membanggakan dan menjadi bukti bahwa anak didik kami di SMP 2 Gebog memiliki bakat, semangat juang, dan potensi luar biasa di bidang seni.

“Kami mengapresiasi perjuangan anak-anak yang telah tampil maksimal dan membawa nama baik sekolah,” imbuh Wawan.

Ia juga menjelaskan, bahwa 5 tim finalis SMP 2 Gebog adalah; Farica Calista Putri kelas 7i Faizatul Muna kelas 7a, Qurratul Ainun Nabiilah, kelas 7a, Regina Anargia Fitri, kelas 8h, dan Zulfa Arifatul Ma’rifa kelas 8i.

“Kelima siswi tersebut mampu membawakan Tari Lajur Caping Kalo secara kompak, apik, energik dan memukau dewan juri dan ribuan penonton yang menyaksikan. Hasilnya, SMP 2 Gebog dinobatkan sebagai Juara 3,” jelasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, SMP 2 Gebog juga mengadakan kegiatan yang tak kalah serunya. Namanya Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu 23-24 Mei 2026, bertempat di halaman sekolah.

Acara tersebut diikuti oleh siswa kelas VII serta anggota Dewan Galang dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 300 siswa.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penting sekolah dalam membentuk karakter dan keterampilan siswa di luar pembelajaran akademik.

“Persami ini merupakan agenda penting SMP 2 Gebog yang dilaksanakan selama dua hari. Tujuannya untuk membangun kesuksesan setiap siswa, karena dalam diri siswa ada dua hal penting yang menentukan keberhasilan, yakni hard skill dan soft skill,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, bahwa hard skill merupakan kemampuan yang diperoleh siswa melalui proses pembelajaran di kelas, seperti penguasaan bahasa Inggris, bahasa Jawa, matematika, dan mata pelajaran lainnya.

Sementara soft skill adalah kemampuan non-akademik yang dapat dibangun melalui berbagai kegiatan di luar kelas, salah satunya melalui kepramukaan.

Menurutnya, melalui kegiatan pramuka, para siswa diajarkan berbagai nilai positif yang penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam pramuka tertanam jiwa tolong-menolong, saling membantu, cinta kasih sesama, toleransi, hingga kemampuan berkomunikasi. Nilai-nilai ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa,” tegasnya.

Kegiatan Persami ini menjadi bagian dari upaya SMP 2 Gebog Kudus dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, rasa empati, serta jiwa kebersamaan yang tinggi.

Ia berharap, melalui pengamalan Dasa Dharma Pramuka, siswa SMP 2 Gebog semakin aktif, disiplin, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dengan semangat zero bullying.

“Kalau anak-anak sudah terbiasa saling tolong-menolong, saling membantu, dan berempati kepada sesama, insyaallah tidak ada lagi bullying di SMP 2 Gebog,” tutup Wawan.

(Elm@n)