KUDUS – jursidnusatara.com Ratusan warga berlarian ke tengah lapangan Desa Gamong. Mereka memperebutkan 12 gunungan hasil bumi yang berisi aneka sayur-sayuran dan buah-buahan.
Warga Desa Gamong dan sekitarnya rela berdesak-desakan dan terjepit dengan warga lain untuk mendapat sayuran dan buah-buahan. Mereka mengaku justru senang dan berharap hasil memperebutkan gunungan dinikmati dan dimakan bersama dengan keluarga.

Aminah dan Ayem Yati warga Desa Gamong RT 04 RW 01 mereka mengatakan, senang bisa ikut rebutan bersama dengan warga lain untuk berebut gunungan hasil bumi.
“Kami senang bisa ikut rebutan hasil bumi. Ngalap berkah dalam tradisi sedekah bumi. Ini dapat sayur terong, kacang panjang, terong, tomat, dan buah semangka. Nanti mau dimasak sama keluarga,” ujarnya.
Sementara kirab gunungan hasil bumi tersebut digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Gamong dalam rangka sedekah bumi tahun 2026.

Kepala Desa (Kades) Gamong Nooryanto dalam menerangkan, tradisi sedekah bumi tahun 2026, memiliki makna penting bagi masyarakat, karena bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol kebersamaan dan rasa syukur warga.
“Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas rezeki dan hasil bumi yang diberikan Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” ujarnya
Kegiatan sedekah bumi merupakan progam tahunan Pemdes Gamong. Dalam kegiatan sedekah bumi 2026 kami selenggarakan berbagai kegitan yang meliputi;
Pada Kamis pagi (14/5) kita adakan Khotmil Qur’an, pada sorenya ziarah ke makam leluhur Mbah Ploso Semutan. Lanjut pada malam harinya ziarah ke makam Sunan Kudus dan makam Mbah Gamong di Pasar Kliwon.
Kemudian pada Jum’at siang (15/5) prosesi penyembelihan hewan kerbau di belakang Balai Desa Gamong.
Selanjutnya pada Sabtu pagi (16/5) acara selametan dan do’a bersama dan pembagian nasi berkat untuk seluruh warga. Kemudian pada sorenya dilanjut Kirab gunungan yang dimulai dari Balai Desa Gamong finish lapangan Desa Gamong.
Puncak acara pada Sabtu malam (16/5) pengajian umum bersama KH Abdur Rahman dari Kudus bersama group rebana Roudlitul Mardiyah dari Desa Gamong.
Nooryanto juga menjelaskan, prosesi kirab gunungan hasil bumi dalam rangkaian Sedekah Bumi Desa Desa Gamong Tahun 2026 memiliki makna sebagai simbol rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas hasil panen, rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang telah diberikan kepada warga desa.
Nooryanto juga menjeladkan, bahwa kirab gunungan yang berisi hasil bumi melambangkan kemakmuran, kebersamaan, serta harapan agar masyarakat Desa Gamong senantiasa diberikan hasil bumi yang baik, kehidupan yang tenteram, dan dijauhkan dari segala musibah.
Kirab gunungan bukan sekadar arak-arakan hasil bumi, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kekompakan, dan wujud kebersamaan masyarakat dalam menjaga adat, budaya, dan nilai spiritual kehidupan desa.
“Insya Allah tahun depan kita akan melaksanakan kegiatan sepeti ini yang lebih meriah. Semoga Desa Gamong menjadi desa yang makmur, gemah ripah loh jinawi, toto tentram raharjo,” jelasnya.
(Elm@n)












