Pati jursidnusantara.com Persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati kembali mengemuka. Salah satu penyebab yang disorot adalah kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai. Pernyataan Anggota Komisi B DPRD Pati, Warsiti, menjadi pengingat bahwa persoalan ini bukan sekadar teknis, tetapi juga menyangkut perilaku kolektif. (17/03)
Tidak dapat dimungkiri, sampah yang menumpuk di aliran sungai akan menghambat arus air dan memperparah risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Namun, menyederhanakan persoalan hanya pada perilaku masyarakat juga tidak sepenuhnya adil. Ada faktor lain yang tidak kalah penting, yakni ketersediaan fasilitas dan sistem pengelolaan sampah yang memadai.
Di banyak wilayah, khususnya Pati Selatan, keterbatasan Tempat Penampungan Sementara (TPS) masih menjadi keluhan. Ketika akses terhadap fasilitas pembuangan sampah tidak tersedia secara merata, masyarakat sering kali tidak memiliki pilihan selain membuang sampah di tempat yang tidak semestinya. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama, baik masyarakat maupun pemerintah.
Editorial ini memandang bahwa solusi harus berjalan pada dua sisi sekaligus. Pertama, pemerintah daerah perlu segera memperkuat sistem pengelolaan sampah, mulai dari penambahan TPS, peningkatan armada pengangkutan, hingga edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Infrastruktur yang memadai akan memudahkan masyarakat untuk berperilaku benar.
Kedua, masyarakat juga dituntut untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kebiasaan membuang sampah ke sungai harus ditinggalkan, karena dampaknya tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga kolektif dalam bentuk banjir dan kerusakan lingkungan.
Sinergi antara kebijakan yang tepat dan kesadaran publik menjadi kunci utama. Tanpa itu, persoalan sampah akan terus berulang dan banjir akan tetap menjadi ancaman tahunan. Pati membutuhkan perubahan, bukan hanya pada sistem, tetapi juga pada pola pikir warganya.
Sudah saatnya semua pihak bergerak bersama. Karena pada akhirnya, lingkungan yang bersih dan bebas banjir adalah kepentingan bersama.
















