Ribuan Warga Saksikan Pembukaan Kaliwungu Fest 2024, Mulai Fashion Show Hingga Kidung Band Pop Ambyar

oppo_2048

KUDUS – jursidnusantara.com Gelaran Festival Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Gelar Seni Budaya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Kaliwungu Kabupaten Kudus, dalam rangka mempromosikan potensi desa dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus yang digelar selama lima hari mulia tanggal 23 hingga 27 Oktober 2024.

Tampak dilokasi ribuan warga padati lapangan Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu Kudus. Kegiatan tersebut di mulai pukul 13.00 WIB hingga 22.30 WIB.

Satria Agus Himawan Camat Kaliwungu mengatakan, kegiatan ini merupakan rutin tiap tahun diselenggarakan dan pada tahun 2024 ini ketiga kalinya sejak tahun 2022 hingga sekarang.

Ada 50 stand yang disediakan, karena di Kecamatan Kaliwungu ada 15 desa dan setiap desa mendapat 2 stand dan yang lainnya diperuntukan bagi para para pelaku UMKM desa sekitar.

“Kaliwungu Fest 2024 tersedia 50 stand UMKM, 30 untuk Desa diwilayah Kecamatan Kaliwungu dan yang 20 diperuntukan bagi pelaku UMKM desa yang lain, gelaran acara dimulai sekira pukul 13.00-22.30 WIB,” katanya.

Satria menambahkan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus sebagai ajang mempromosikan produk UMKM dan potensi kearifan budaya lokal yang dimiliki oleh 15 desa yang ada diwilayah Kecamatan Kaliwungu.

Ia menjelaskan, bahwa gelaran Festival UMKM dan Gelar Budaya ini sekaligus sebagai wahana hiburan masyarakat untuk menambah guyub rukun dan kekompakan antara warga dan pemerintah di Kecamatan Kaliwungu.

Festival UMKM dan Gelar Budaya Kaliwungu pada tahun 2024 kami mengambil tema; “Kemandirian UMKM Berbasis Kearifan Budaya Lokal”.

“Kaliwungu Fest 2024, kami menitik beratkan pada pemberdayaan potensi desa, sekaligus nguri-uri kesenian tradisional itu tetep ada dan lestari,” terangnya.

Dalam kegiatan Kaliwungu Fest 2024 pihaknya juga melibatkan kerjasama dengan Pemerintah Desa se-kecamatan Kaliwungu, pemuda desa, PKK, dan beberapa stakeholder terkait.

“Event ini juga sekaligus dalam mempromosikan desa wisata dan seni budaya di wilayah Kaliwungu,” ujarnya.

Sejauh ini sudah ada tiga desa di Kecamatan Kaliwungu yang sudah menerima SK sebagai desa wisata. Ketiga desa tersebut antara lain desa Karangampel, Kedungdowo dan Kaliwungu.

Melalui event Kaliwungu Fest 2024 ini, diharapkan potensi-potensi desa di Kecamatan Kaliwungu lebih dikenal oleh masyarakat luas, baik itu potensi budaya, produk lokal yang melegenda seperti kopi jetak yang ada di Desa Kedungduwo, Gebyog Rogomoyo khas dari Desa Kaliwungu, kerajinan tas Desa Gamong, anyaman bambu Desa Karangampel, kearifan lokal seni budaya Barongan Desa Setrokalangan dan yang lainnya.

Dalam pembukaan malam hari kita tampilkan fashion show, dongeng jowo dari SMP 1 Kaliwungu, dilanjut seni barongan dari Desa Setrokalangan dan yang terakhir Kidung Band Pop Ambyar dari Desa Karangampel.

“Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, ada 15 desa di Kecamatan Kaliwungu, jadi setiap harinya akan ada penampilan dari dua/tiga/empat desa yang akan tampil dalam pementasan Kaliwungu Fest 2024,” pungkasnya.

Sementara itu, Nabila dan Damayanti warga Mayong Jepara yang kebetulan lewat mau pulang sehabis dari Kudus mampir sebentar untuk nonton kegiatan. Ternyata pas fashion show dan dongeng jowo yang ditampilkan anak SMP 1 Kaliwungu. Mereka terpukau atas penampilannya

“Tadi lewat sini, ada tontonan gratis mampir lihat sebentar, ternyata bagus penampilannya, kami kagum atas penampilan anak SMP 1 Kaliwungu tadi, mereka begitu menjiwai dalam pementasan tersebut,’ katanya.

Tadi juga ada kesenian tradisional barongan dan penampilan group band yang cukup apik dan menarik untuk ditonton.

“Sebagai generasi muda kami juga berharap ada generasi penerus yang tetep melestarikan budaya Jawa, agar seni dan budaya lokal tidak punah,” ujarnya.

(Elm@n)

error: Content is protected !!