Dipilih Secara Aklamasi Ahadi Setiawan Kembali Nahkodai PGRI Kudus Periode 2024-2029, Ini Pesan Pj Bupati Kudus

KUDUS – jursidnusantara.com Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus pada hari Rabu, 23 Oktober 2024 menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) Kudus masa Bhakti XXIII tahun 2024, bertempat di Hotel @ Home Jl. Tanjung Desa Kramat, Kec. Kota Kudus.

Tampak hadir dalam acara tersebut Pj Bupati Kudus HM Hasan Chabibie, Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widodo SH., Wakil Ketua PGRI Jateng Drs. Jumanto, M.Pd., dan Sekretaris Umum (Sekum) PGRI Jateng Drs. Aris Munandar M.Pd serta pengurus PGRI Kabupaten Kudus, dan pengurus PGRI kecamatan serta tamu undangan yang lain.

Pj Bupati Kudus HM Hasan Chabibie dalam sambutan mengatakan, tujuan terlaksananya Konkerkab PGRI Kabupaten Kudus pada hari ini bertujuan menampung aspirasi para guru atau tenaga pendidik agar kesejahteraan para guru mampu diperjuangkan dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan progam yang akan dilaksanakan.

Adanya Konferensi pada hari ini juga menunjukkan bahwa PGRI Kabupaten Kudus telah menjalankan fungsinya dengan baik sebagai organisasi profesi para guru, khususnya di kota Kudus.

“Komitmen bapak dan ibu guru sekalian demi untuk memajukan pendidikan sangat mulia sekali, dan perlu di ingat banyak tokoh nasional bahkan internasional yang berasal dari keluarga guru atau tenaga pendidik,” terangnya.

Kami berpesan dan berharap kepada segenap anggota PGRI Kudus untuk turut mendukung dan mensukseskan progam-progam pemerintah yang menyangkut dunia pendidikan, agar kesejahteraan guru dan mutu pendidikan di Kabupaten Kudus bisa meningkat.

Sesuai dengan tema Konkerkab PGRI Kabupaten Kudus masa Bhakti XXIII tahun 2024 yakni “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”

Oleh karena itu sektor pendidikan merupakan peran yang sangat menentukan dalam meningkatkan indeks pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dikabupaten Kudus.

Dengan bertambahnya apartur P3K guru PGRI memiliki posisi yang sangat strategis dan harapan nya PGRI bisa bermitra dengan pemerintah guna untuk meningkatkan mutu, kwalitas manusia diwilayah Kudus.

Dengan mengucapkan kata Bismillahirrahmanirrahim kegiatan Konkerkab PGRI Kabupaten Kudus secara resmi kami buka. Kemudian Pj Bupati Kudus HM Hasan Chabibie menabuh Gong tanda acara resmi dibuka.

Dalam acara Konkerkab PGRI Kabupaten Kudus tersebut akhirnya diputuskan secara aklamasi karena hanya ada satu calon yakni, Dr. Ahadi Setiawan, S.Pd., M.Pd.

Dr. Ahadi Setiawan, S.Pd., M.Pd., akhirnya kembali menahkodai PGRI Kabupaten Kudus masa Bhakti 2024-2029, usai terpilih secara aklamasi dalan konferensi yang berlangsung di Hotel @Hom pada Rabu, 23 Oktober 2024 pagi.

Wawan panggilan akrab Ahadi Setiawan akan meneruskan program-program untuk peningkatan dan kesejahteraan guru lima tahun ke depan.

Ahadi mengungkapkan bahwa Ia secara pribadi tidak ingin mencalonkan diri sebagai Ketua PGRI Kabupaten Kudus, usai merampungkan pengabdiannya pada periode sebelumnya yakni Masa Bakti 2019-2024.

“Karena temen-temen dari sembilan cabang (kecamatan) menginginkan saya maju lagi, jadi mereka yang mengusung, saya juga bersedia, tapi kalau ada calon lain, saya mundur untuk memberi kesempatan pada yang baru,” terangnya.

Namun, berdasarkan hasil konferensi pagi tadi, kandidat satu-satunya hanya dirinya, sehingga, terpilihlah Kepala SMPN 1 Kudus tersebut, untuk kembali mengarungi dan memperjuangkan guru-guru anggota di Kabupaten Kudus.

“Untuk saat ini, anggota PGRI ada enam ribuan, termasuk guru dari jenjang PAUD sampai SMA, harapan saya semoga bisa memberikan peningkatan terhadap kompetensi dan memperjuangkan hak guru,” ungkapnya.

Dirinya menyebut bahwa program-program yang telah direncanakan pada periode sebelumnya telah direalisasikan dengan maksimal. Mulai dari layanan pendampingan guru, pelatihan, hingga menjaga akuntabilitas keuangan.

Disamping itu, pihaknya juga memfasilitasi guru Non-ASN agar masuk data pokok pendidikan (dapodik), Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), hingga pengusulan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Untuk periode ini (2024-2029), saya akan tetap menjalan program yang lama, lebih kepada optimalisasi program yang sudah berjalan. Seperti pelatihan guru, memperbanyak ruang PPPK dan lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, permasalahan yang sedang dihadapi di kalangan guru-guru saat ini yakni terkait pengakuan keberadaan wiyata bakti kepada pemerintah. Sehingga, perlu untuk mengoptimalkan kembali pengusulan ruang untuk guru di PPPK.

(Elm@n)

error: Content is protected !!