Berita  

1.100 Relawan Pak Hartopo-Mawahib Hadiri Sosialisasi HKGS dan Guru Kependidikan di Kaliwungu Kudus

KUDUS – jursidnusantara.com Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 tinggal menghitung hari. Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Kudus, nomor urut 02 Hartopo-Mawahib gencar silaturrahim dan sosialisasi progam Pak Hartopo-Mawahib (Paham).

Kegiatan silaturrahim dan sosialisasi progam Paham kepada guru ngaji dan guru tenaga kependidikan bertempat di Aula Gedung MWC NU Desa Garung Kidul Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus pada Sabtu, 19 Oktober 2024 malam.

Sholeh Syakur koordinator relawan Paham mengatakan, kegiatan ini merupakan tasyakuran pasangan nomor urut 02 pasangan bupati dan wakil bupati Kudus Hartopo-Mawahib.

Pernah denger, kemarin bapak dan ibu ramai-ramai diminta untuk ngurus proses pencairan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) atau yang sekarang disebut Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS).

Perlu diketahui bapak dan ibu sekalian, bahwa progam TKGS/HKGS tersebut paling cepat dianggarkan dibulan November 2024 dan cair tahun 2025, itupun jika dianggarkan Bupati atau Pj Bupati Kudus, lha kalau tidak dianggarkan.?

Alasan kami dukung Paham karena, tahu betul bahwa mereka berdua mempunyai sifat dan karakter yang baik, jujur, dan ibadahnya kuat. Hal tersebut berdasarkan pengalaman teman saya ketika mengajar privat anaknya pak Hartopo itu melihat pak Hartopo sering sholat dhuha tiap hari, kemudian Mawahib Afkar itu santri dari TBS Kudus dan aktif di kegiatan Banom NU dan juga ketua Zahir Mania.

Bapak dan ibu guru yang kami undang pada kegiatan ini ada ribuan guru ngaji dan tenaga kependidikan diwilayah Kecamatan Kaliwungu Kudus. Dalam rangka sosialisasi Visi-Misi dan progam kerja unggulan pasangan nomor urut 02 Hartopo-Mawahib.

“Undangan para guru ngaji dan tenaga kependidikan diwilayah kecamatan Kaliwungu berjumlah 1.100,” pungkasnya.

HM Hartopo mengatakan, tadi malam dirinya habis deklarasi ijo royo-royo. Dimana acara tadi malam dihadiri oleh poro romo kyai, ada KH. Ulil Albab Arwani, KH Ulin Nuha, PC NU KH. Asyrofi, ada Ibu Hj Chumaidah dan masih banyak romo kyai, habib, dan ibu nyai yang hadir

Hartopo menegaskan pada intinya tadi malam Romo KH. Ulil Albab Arwani cetho mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Kudus pasangan calon nomor 02 Hartopo-Mawahib.

Pertemuan tadi malam di Gedung serbaguna Arwaniyyah Kudus sebagai upaya untuk mematahkan klaim-klaim yang tidak berdasar mengenai dukungan Kyai tertentu dalam Pilkada Kudus.

Kata KH Ulil Albab NU menegaskan, sebagai Jam’iyyah memang tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Namun warga Nahdliyin tetap bebas menentukan pilihan politik masing-masing.

“NU itu sebagai Jam’iyyah netral gak dukung sana, gak dukung sini, NU itu khittoh gak kemana-mana tapi isinya, warga Nahdliyin punya pilihan, ibaratnya NU Itu gerbong dan isinya mendukung 02,” tegasnya.

Lebih lanjut Hartopo menambahkan, bahwa dirinya akan melanjutkan program Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) atau sekarang disebut Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS) di wilayah Kabupaten Kudus dengan nominal Rp 1 juta untuk setiap bulan.

Besaran tunjangan itu pun sempat berkurang saat Kabupaten Kudus dihantam pandemi covid-19 yang menyebabkan banyak anggaran di refocusing (dikurangi).

Untuk APBD Kudus yang diperbolehkan hanya ada 3 yang pertama untuk penangan pandemi covid -19, untuk menyelamatkan nyawa manusia, yang kedua bantuan Sosial, dan yang ketiga untuk bantuan ekonomi.

Perlu diketahui bahwa, Kudus mulai Maret 2020 hingga 2021 dinyatakan zona hitam, banyak orang yang meninggal dunia setiap hari. Bupati Hartopo ketika itu berupaya keras untuk bisa menyelamatkan nyawa warga agar bisa selamat dan Kudus bisa terbebas dari Pandemi covid -19.

“Alhamdulillah berkat kerja keras Bupati Hartopo beserta tim kesehatan dan pihak-pihak terkait akhirnya Kudus terbebas dari Pandemi covid-19 dan jadi pilot project percontohan se-Indonesia cara menangani pandemi covid -19 terbaik se-Indonesia,” imbuhnya.

Progam kami juga ada BLT untuk buruh, bantuan UMKM, Pemberdayaan Petani dan Bantuan alat pertanian. Kemudian ada seragam gratis untuk siswa baru SD/MI/SMP/MTs.

Bantuan mobil ambulans berbasis Masjid/Rumah ibadah/Pemerintah Desa. Ada juga tunjangan Kesejahteraan Marbot, Imam dan Ta’mir Masjid.

Kami pasangan Hartopo-Mawahib selalu berpesan kepada tim Pemenang tim Korte meskipun beda pilihan, tetap jaga kerukunan dan kondusifitas jelang Pilkada 2024,” pungkasnya.

Sementara itu, Mawahib Afkar menambahkan, bahwa kami pasangan Hartopo-Mawahib juga berkomitmen untuk merealisasikan dana berdaya bagi RT/RW sebesar Rp. 16 juta pertahun.

Mawahib merinci, dari Rp. 16 juta itu, Rp. 5 juta untuk honorarium pengurus dan Rp. 11 juta untuk operasional dan kebutuhan insidentil. Misal untuk kegiatan Agustusan dan mempercantik lingkungan RT maupun RW.

Mawahib Afkar (Adik Nusron Wahid) ini juga akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Bantuan Fasilitas dan Pembinaan Pesantren, Majelis taklim, Lembaga Adat, Jamiyyah Tahlil, Punden dan Belik.

“Untuk bagian yang seperti ini serahkan wakil jenengan pak Hartopo gak usah khawatir tak atasane,” ujar Wahib.

Semua Visi-Misi dan progam unggulan yang akan kami laksanakan pasangan nomor urut 02 Hartopo-Mawahib sudah kami perhitungkan di APBD Kudus, karena pak Hartopo jadi Bupati Kudus (2018-2023) dan saya pernah jadi DPRD Kudus juga pernah jadi DPRD Jateng (2019-2024) jadi Tahu anggaran APBD Kudus, lain dengan progam pasangan calon sebelah hampir sama tapi tidak ada hitungan angkanya.

Saya juga aktivis dari Banom NU, ketika daerah Kecamatan Kaliwungu ada bencana kebanjiran misalnya, saya juga turut membantu para korban tersebut.

“Insya Allah kalau kami dapat amanah menjadi Bupati dan wakil Bupati Kudus akan membuat anggaran embung atau parit dalam mengatasi banjir diwilayah Kecamatan Kaliwungu,” tutup Wahib.

(Elm@n)