Berita  

Ratusan Relawan Muslimat NU Se-Kecamatan Kota Kudus Siap Menangkan Hartopo-Mawahib

KUDUS – jursidnusantara.com Mendekati hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Kudus, nomor 02 Hartopo-Mawahib Optimis menang 70 persen di Kecamatan Kota. Hal tersebut terlihat dari kekompakan dan solidnya Koordinator Desa (Kordes) dan Muslimat se-Kecamatan Kota Kudus.

Kegiatan silaturrahim dan rapat koordinasi relawan Muslimat NU dan Kordes se-Kecamatan Kota Kudus yang berjumlah 370 orang bertempat di Gedung Serbaguna Arwaniyyah Timur prapatan Jember Kudus. Sabtu, 19 Oktober 2024 siang.

H. Sunarto ketua tim pemenangan Korcam Kota mengatakan, kegiatan ini merupakan tasyakuran pasangan nomor urut 02 pasangan bupati dan wakil bupati Kudus Hartopo-Mawahib.

Alasan saya kenapa mendukung Hartopo-Mawahib.? padahal saya notabene pengurus DPC PKB Kudus malah mendukung pasangan Hartopo-Mawahib karena saya mendapat dawuh kalau yang punya aura bupati dan wakil bupati Kudus pada periode 2024-2029 adalah Hartopo-Mawahib.

Saya tahu betul bahwa mereka berdua mempunyai sifat dan karakter yang baik, jujur, dan adil. Hal tersebut berdasarkan pengalaman saya ketika bersama beliau ketika menjadi DPRD Kudus, dan ketika pak Hartopo menjadi Bupati Kudus kemarin.

Dalam kegiatan pada hari ini yang kami undang dari Muslimat NU dan Kordes se-Kecamatan Kota dari 25 Desa/Kelurahan ada 370 orang.

“Yang hadir pada siang hari ini berjumlah 270 orang dari ibu Muslimat NU dan Kordes berjumlah 100 orang, jadi total ada 370 orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Hartopo dalam sambutan mengatakan, tadi malam ditempat ini, dirinya habis deklarasi ijo royo-royo. Dimana acara tadi malam dihadiri oleh poro romo kyai, ada KH. Ulil Albab Arwani, PC NU KH. Asyrofi, ada Ibu Hj Chumaidah dan masih banyak romo kyai dan ibu nyai yang hadir

Hartopo menegaskan pada intinya beliau Romo KH. Ulil Albab cetho mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Kudus pasangan calon nomor 02 Hartopo-Mawahib.

“Kata KH Ulil Albab NU itu lembaga yang netral gak dukung sana, gak dukung sini, NU itu khittoh gak kemana-mana tapi isinya, orang-orangnya punya pilihan, ibaratnya NU Itu gerbong dan isinya mendukung 02,” tegasnya.

Lebih lanjut Hartopo menambahkan, bahwa dirinya akan melanjutkan program Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) atau sekarang disebut Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS) di wilayah Kabupaten Kudus dengan nominal Rp 1 juta untuk setiap bulan.

Besaran tunjangan itu pun sempat berkurang saat Kabupaten Kudus dihantam pandemi covid-19 yang menyebabkan banyak anggaran di refocusing (dikurangi).

Untuk APBD Kudus yang diperbolehkan hanya ada 3 yang pertama untuk penangan pandemi covid -19, untuk menyelamatkan nyawa manusia, yang kedua bantuan Sosial, dan yang ketiga untuk bantuan ekonomi.

Karena Kudus mulai Maret 2020 hingga 2021 dinyatakan zona hitam, banyak orang yang meninggal dunia setiap hari. Bupati Hartopo ketika itu berupaya keras untuk bisa menyelamatkan nyawa warga agar bisa selamat dan Kudus bisa terbebas dari Pandemi.

“Alhamdulillah berkat kerja keras Bupati Hartopo beserta tim kesehatan dan pihak-pihak terkait akhirnya Kudus terbebas dari Pandemi covid-19 dan jadi pilot project percontohan se-Indonesia cara menangani pandemi covid -19 terbaik se-Indonesia,” imbuhnya.

Progam kami juga ada BLT untuk buruh, bantuan UMKM, Pemberdayaan Petani dan Bantuan alat pertanian. Kemudian ada seragam gratis untuk siswa baru SD/MI/SMP/MTs.

Bantuan mobil ambulans berbasis Masjid/Rumah ibadah/Pemerintah Desa. Ada juga tunjangan Kesejahteraan Marbot, Imam dan Ta’mir Masjid.

Kami pasangan Hartopo-Mawahib selalu berpesan kepada tim Pemenang tim Korte meskipun beda pilihan, tetap jaga kerukunan dan kondusifitas jelang Pilkada 2024,” pungkasnya.

Sementara itu, Mawahib Afkar menambahkan, bahwa kami pasangan Hartopo-Mawahib juga berkomitmen untuk merealisasikan dana berdaya bagi RT/RW sebesar Rp. 16 juta pertahun.

Mawahib merinci, dari Rp. 16 juta itu, Rp. 5 juta untuk honorarium pengurus dan Rp. 11 juta untuk operasional dan kebutuhan insidentil. Misal untuk kegiatan Agustusan dan mempercantik lingkungan RT maupun RW.

Mawahib (Adik Nusron Wahid) ini juga akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Bantuan Fasilitas dan Pembinaan Pesantren, Majelis taklim, Lembaga Adat, Jamiyyah Tahlil, Punden dan Belik.

“Untuk bagian yang seperti ini serahkan wakil jenengan pak Hartopo gak usah khawatir tak atasane,” ujar Wahib.

Semua Visi-Misi dan progam unggulan yang akan kami laksanakan pasangan nomor urut 02 Hartopo-Mawahib sudah kami perhitungkan di APBD Kudus, namun untuk jumlah nominal THR akan kita sesuaikan dengan APBD yang tersedia.

“Kami pasangan nomor 02 telah memperhitungkan dengan seksama APBD Kudus, karena pak Hartopo jadi Bupati Kudus (2018-2023) dan saya pernah jadi DPRD Kudus juga pernah jadi DPRD Jateng (2019-2024) jadi Tahu anggaran APBD Kudus,” pungkasnya.

(Elm@n)