Berita  

Do’a Bersama Pemilu Damai dan Deklarasi Ijo Royo-royo Kompak Dukung Hartopo-Mawahib

KUDUS – jursidnusantara.com Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 tinggal 39 hari lagi. Tampak ratusan warga Nahdliyin Kabupaten Kudus menggelar Do’a bersama agar rangkaian perhelatan Pilkada 2024 berjalan lancar dan damai. Selain itu, mereka juga mendeklarasikan “Gerakan Ijo Royo-royo”.

Gerakan tersebut sebagai bagian dari edukasi politik kepada warga Nahdliyin Kabupaten Kudus. Agenda kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna Arwaniyah timur Perempatan Kudus, juga menegaskan dukungan mereka kepada Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Hartopo-Mawahib.

Ketua Koordinator Gerakan Ijo Royo-royo, Muhammad Alamul Yaqin mengatakan, gerakan ini merupakan bentuk komitmen moral dalam mengikuti dawuh para ulama dan kyiai.

“Kami mengajak warga Nahdiyin mendukung calon yang memiliki Visi dan Misi sesuai dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama, deklarasi ini juga sebagai upaya mematahkan klaim-klaim sepihak yang tidak benar,” kata Muhamad Alamul Yaqin yang akrab disapa Gus Alam pada Jumat, 18 Oktober 2024 malam.

Gus Alam menekankan bahwa gerakan ini tidak bertujuan menjadi tim sukses pemenangan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kudus Periode 2024-2029. Namun untuk menyampaikan edukasi politik yang sehat ke masyarakat Kota Kretek hingga ke tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.

“Ini (Gerakan Ijo Royo-Royo) adalah gerakan moral yang segera kami kampanyekan kepada seluruh warga Nahdiyin di Kudus,” terangnya.

Lebih lanjut Gus Alam menambhakan, bahwa deklarasi ini juga sebagai upaya mematahkan klaim-klaim sepihak yang tidak benar. Yakni klaim-klaim yang tidak berdasar mengenai dukungan kyiai tertentu dalam Pilkada Kudus.

Sebagai jam’iyah, kata Gus Alam, Nahdlatul Ulama (NU) secara struktural tetap netral sesuai dengan khittahnya. Namun warga Nahdliyin secara individu tetap memiliki hak politik.

“Kami mengarahkan dukungan kepada pasangan yang sejalan dengan visi NU, yaitu Paslon nomor urut 02 Hartopo dan Mawahib,” imbuhnya.

Gus Alam pun berharap agar warga Nahdliyin Kudus, bisa bersatu dalam mendukung pasangan calon yang memiliki visi sejalan dengan ajaran NU.

“Dengan dukungan dari seluruh warga Nahdliyin, kami yakin pasangan Hartopo-Mawahib akan membawa Kudus ke arah yang lebih baik, sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya yang selama ini dijunjung oleh Nahdiyin,” terangnya.

Dalam deklarasi kali ini, juga turut mengundang sejumlah kyiai dari berbagai Kecamatan di Kudus. Ulama tersebut antara lain KH Ulil Albab Arwani, Gus Riqza Habibi dan KH Ulin Nuha.

“Dilihat dari kehadiran sejumlah Ulama dan Kyai diKudus ini, dinilai bentuk dukungan moral yang kuat bagi Paslon nomor urut 02 Hartopo-Mawahib, selain itu, menunjukkan sebagai simbol persatuan warga Nahdiyin di Pilkada Kudus 2024,” pungkasnya.

Sementara itu, KH Ulil Albab Arwani menjelaskan, bahwa kehadirannya dalam kegiatan ini bukanlah atas nama Syuriah PCNU Kabupaten Kudus. Saya datang di acara tersebut atas nama pribadi.

KH Ulil Albab juga menegasakan, bahwa NU sebagai jam’iyah memang tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Namun warga Nahdliyin tetap bebas menentukan pilihan politik masing-masing.

“Saya hadir di sini atas nama Ulil Albab, bukan sebagai pimpinan Syuriah NU Kabupaten Kudus,” tegasnya.

Untuk diketahui, warga Nahdiyin di Kabupaten Kudus menghadiri ‘Deklarasi Ijo Royo-Royo’ dan Do’a bersama Pemilu Damai pada Jumat (18/10).

Dalam acara Do’a bersama yang berlangsung khusyu’ dan khidmad tersebut. Semua tamu undangan yang hadir diajak mendukung paslon Bupati dan Wakil Bupati, Hartopo dan Wahib di Pilkada Kudus 2024.

(Elm@n)