DPC PDI Perjuangan Kudus, Gelar Musancab Serentak, Rumuskan Progam Kerja Pro Rakyat

DPC PDI Perjuangan Kudus, Gelar Musancab Serentak, Rumuskan Progam Kerja Pro Rakyat

KUDUS – jursidnusantara.com Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah resmi menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak yang di ikuti 9 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Kudus.

Agenda lima tahunan partai berlambang moncong putih ini, dilaksanakan sebagai langkah strategis bagi penguatan organisasi partai di tingkat kecamatan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus Yusuf Roni mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Ranting dari sembilan Kecamatan se-Kabupaten Kabupaten Kudus.

Forum ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi internal partai sekaligus upaya mendorong regenerasi kepemimpinan dan penyegaran struktur organisasi di tingkat akar rumput.

“Musancab merupakan tindak lanjut instruksi Partai yang dilakukan serentak untuk menyusun kepengurusan baru PAC yang solid sekaligus memperkuat konsolidasi sampai tingkat kelurahan/desa hingga tingkat anak ranting atau RW,” katanya.

Lebih lanjut Yusuf menambahkan, bahwa pelaksanaan Musancab didahului dengan tahapan seleksi bagi calon Ketua PAC melalui fit and proper test atau wawancara menjadi bagian penting dalam menjaring kader-kader terbaik yang siap mengemban amanah partai

“Proses ini dilakukan untuk memastikan kader yang terpilih memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian,” imbuhnya.

Musancab ini bukan hanya sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi dan memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan dengan baik di tingkat kecamatan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pengurus yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas, loyalitas, dan komitmen untuk bekerja bagi masyarakat serta membesarkan partai. Kepengurusan PAC selama 5 tahun terhitung mulai 2026-2030,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan untuk langkah terdekat yang dilakukan DPC PDIP Kudus pada tahun ini adalah konsolidasi internal partai. Membentuk kepengurusan PAC hingga tingkat ranting dan anak ranting (RW).

Selanjutnya pada tahun 2027 kita melakukan pemanasan, dan tahun 2028 mempersiapkan kader-kader terbaik untuk menjadi calon legislatif yang akan memenangkan kontestasi Pemilu tahun 2029.

“Dalam forum Musancab, peserta tidak hanya menetapkan kepengurusan baru, tetapi juga merumuskan program kerja yang akan dijalankan ke depan. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat peran partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan didaerah,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kudus dan sekaligus wakil ketua Pranoto menerangkan, bahwa hasil Musancab diharapkan mampu melahirkan program kerja yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Program yang dirumuskan harus menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, sehingga kehadiran partai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” terangnya.

Musancab ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jajaran pengurus PAC yang baru untuk segera bekerja dan menjalankan program yang telah disepakati. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi indikator bahwa mekanisme demokrasi internal partai berjalan secara sistematis dan terarah.

Dengan terselenggaranya Musancab, PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat organisasi serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Dalam Musancab DPC PDI Perjuangan Kudus yang dipimpin oleh wakil ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah H. Masan, menyampaikan bahwa Musancab merupakan momentum penting dalam menjaga soliditas dan meningkatkan kualitas kader parta hingga akar rumput.

Masan juga menegaskan, bahwa penguatan peran perempuan 30 persen dan anak muda bukan sekadar wacana, melainkan kebaikan struktural yang mengikat.

“Setiap kepengurusan hasil Musancab di tingkat PAC diwajibkan memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 persen, dan anak muda juga harus bisa masuk pengurus. Kalau pengurus ada sebelas maka unsur perempuan minimal ada empat,” tegas Masan.

(Elm@n)