Beredar Vidio Mesum Diduga Oknum Pegawai RSUD Kudus; Direktur Akan Segera Bertindak

Oplus_131072

KUDUS – jursidnusantara.com Beredar di media sosial TikTok @ketutdewi-99 pada Sabtu(3/1/2026) postingan sebuah video berdurasi 50 detik itu langsung viral dan menjadi perbincangan publik.

Vidio viral yang meresahkan masyarakat tersebut diduga bermuatan asusila dan disebut-sebut direkam melalui kamera pengawas (CCTV) di lingkungan Rumah Sakit Umum (RSUD) Loekmono Hadi, beredar luas di aplikasi TikTok pada Sabtu 03/01/2026.

Narasi yang menyertai unggahan tersebut bernada keras dan menyoroti dugaaan tidak senonoh yang dilakukan oleh oknum pegawai disalah satu ruangan RSUD Kudus dinilai mencoreng etika profesi dan marwah rumah sakit sebagai pelayanan publik.

Pengunggah secara tegas mengecam prilaku yang dianggap tidak bermoral dan bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Terlebih kejadian tersebut dilakukan di rumah sakit plat merah.

Pada tampilan rekaman CCTV, terlihat tulisan “RMH TNGGA”, yang kemudian memunculkan spekulasi warganet terkait lokasi kejadian.

Caption unggahan tersebut juga memuat pernyataan keras bertuliskan “STOP PERILAKU AMORAL DI LINGKUNGAN PELAYANAN PUBLIK”.

Dalam narasi unggahan itu, disebutkan bahwa rumah sakit merupakan ruang kemanusiaan yang seharusnya dijaga kesuciannya sebagai tempat pelayanan, empati, serta penghormatan terakhir bagi jenazah.

Unggahan tersebut juga menyinggung identitas Kudus sebagai Kota Santri, kota suci yang menjunjung tinggi nilai akhlak, adab, dan moral, serta menuntut adanya penyelidikan dan penegakan hukum secara tegas dan transparan.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Abdul Hakam, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihak manajemen akan segera melakukan rapat internal untuk segera menindaklanjuti informasi yang beredar.

“Ya betul ini memang benar meresahkan. Besok kita mau rapat khusus untuk membahasnya,” ujarnya singkat pada Minggu, 04 Januari 2026.

Saat ditanya apakah video tersebut benar direkam di lingkungan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Hakam menegaskan, bahwa pihaknya belum dapat memastikan kebenaran lokasi maupun identitas pelaku dalam video tersebut.

“Kami belum bisa memastikan, Mas,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa manajemen rumah sakit masih mengedepankan asas praduga tak bersalah terkait dugaan keterlibatan oknum pegawai RSUD.

“Semuanya berdasarkan praduga tak bersalah dulu. Terima kasih atas perhatiannya,” tutup dr. Adul Hakam.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait hasil penelusuran internal maupun langkah hukum yang akan diambil oleh pihak rumah sakit maupun aparat berwenang.

Manajemen RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus menyatakan, akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah dilakukan klarifikasi menyeluruh.

Di sisi lain, publik melalui narasi video yang viral menuntut adanya penyelidikan yang transparan dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku jika terbukti benar. Masyarakat berharap langkah tegas dan transparan dari manajemen RSUD Kudus, agar kejadian ini tidak merusak kepercayaan publik terhadap institusi layanan kesehatan di Kabupaten Kudus.

(Tim Redaksi)

error: Content is protected !!