Sudut Cerita di Momen Demo 13 Agustus, Sang Penyelamat Nyawa Orator Anggota Kodim Pati 

Pati, jursidnusantara.com   . Diantara ribuan cerita, demo / unjuk rasa di Pati Jawa Tengah tanggal 13 Agustus 2025 , mengisahkan cerita yang tak terlupakan dari salah satu orator demo yang juga tim kuasa hukum Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Adalah Christony Duha  seorang orator demo yang mengaku diculik dan dianiaya oleh segerombolan preman dan oknum dari kepolisian di dalam kantor Bupati Pati.  Dia merasa bersyukur atas ijin Allah bisa selamat atas pertolongan dari seorang anggota TNI. (25/08)

Christony Duha atau yang akrab dipanggil Tony adalah tim LSBH Teratai yang gigih tanpa bayaran mendampingi gerakan AMPB, sehingga belakangan wajahnya tak asing alagi bagi masyarakat Pati. Sebagai kuasa hukum Tony  yang mendapat laporan ada kliennya ditangkap  saat demo berlangsung, akan menyelamatkan teman-temannya yang ditangkap oleh Polisi tahu-tahu disekap dari belakang dan langsung dipukuli hingga jatuh tersungkur dan diinjak-injak, untungnya masih diselamatkan oleh anggota TNI yang kebetulan melihatnya.

“Untungnya ada anggota TNI yang menyelamatkan saya dan saya ditarik ke ruangan yang lain sehingga pada akhirnya saya dijemput teman-teman dan dibawa ke rumah sakit, Andaikan tidak diselamatkan oleh pak tentara tadi ya mungkin saya sudah mati,” Ungkap Tony kala itu. Pada hari ini Tony bermaksud mencari sosok yang sudah menyelamatkannya, dia tidak tahu namanya namun masih ingat wajahnya. Hasilnya di momen acara mengirim surat ke kantor Pos ditujukan ke KPK Jakarta Tony bertemu pahlawannya untuk mengucakpan rasa terima kasihnya.

“Sudah ketemu, mas Taufik namanya dinas di Kodim Pati, saya mengucapkan banyak terima kasih dengan bantuannya bisa selamat dari para preman bayaraan tersebut, kalau tidak diselamatkan dia mungkin saya sudah mati, ” Ungkap Tony.

Demo di Kabupaten Pati yang menuntut Bupati Pati untuk mundur merupakan Demo besar besaran, dari puncak kekecewaan atas kinerja dan sikap Bupati Sudewo selama 6 bulan menjabat, diantaranya menaikkan pajak 250%, arogansinya memecat beberapa pegawai dan banyak kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat.

/Tim.