MPLS SMP 1 Kaliwungu Telah Usai, Pesannya Masih Terasa di Lubuk Hati Kami Selalu

KUDUS – jursidnusantara.com Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP 1 Kaliwungu, Kabupaten Kudus telah berakhir. Bagi para siswa baru tentunya menghadirkan pengalaman yang beragam, mulai dari suka karena bertemu teman baru dan mengenal lingkungan sekolah, hingga duka karena merasa materi yang membosankan, atau sulit beradaptasi dengan sesama teman, dan kakak OSIS.

Kepala SMP 1 Kaliwungu H. Abdullah Noor, S.Pd., mengatakan, seluruh kegiatan MPLS selama 5 hari berjalan baik dan sesuai tujuan utama MPLS, yaitu membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

“Kegiatan MPLS ini bertujuan untuk memperkenalkan sarpras, kurikulum, para guru, staf hingga penjaga sekolah, sehingga para siswa tidak kaku lagi saat sudah berada dalam lingkungan sekolah,” kata Abdullah Noor pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Selanjutnya pada siswa baru akan mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMP 1 Kaliwungu secara resmi. Untuk jumlah siswa yang mengikuti MPLS ini diikuti sebanyak 255 siswa.

Setelah melewati MPLS para siswa baru akan kami perkenalkan kegiatan Ekspo Ekskul. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa Ekstrakurikuler yang bisa di ikuti oleh para siswa baru.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan potensi dan tangung jawab, kesempatan siswa baru untuk memperluas pengalaman sosial, dan kerjasama,” ujarnya.

Lebih lanjut Abdul panggilan akrab Abdullah Noor menambahkan, bahwa kegiatan Ekspo Ekskul, bukan hanya ajang pameran, tetapi juga menjadi sarana penting bagi siswa untuk mengenal beragam kegiatan non-akademik yang ditawarkan sekolah. Kegiatan ini terbagi dalam tiga bidang utama yang bisa dipilih siswa sesuai minat dan bakat masing-masing, yaitu:

Bidang Keilmuan, seperti; peminatan Matematika, peminatan IPS, peminatan IPA, PMR, dan jurnalistik.

Bidang Keolahragaan, seperti pencak silat, sepak bola, karate, futsal, basket, voli, panjat tebing, dan pentaque.

Bidang Kesenian, seperti Tari tradisional dan modern, karawitan, musik, dan teater.

“Kami ingin siswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan yang dapat membentuk kepemimpinan, kreativitas, dan keterampilan sosial,” pungkasnya.

Sementara itu, guru urusan kesiswaan Puspitaningrum, S.Pd., mengatakan, Ekspo Ekskul menjadi momentum penting bagi siswa untuk memilih kegiatan yang sesuai dengan passion mereka. Di sinilah mereka mulai menemukan jati diri dan melatih tanggung jawab, memberikan kesempatan siswa baru untuk memperluas pengalaman sosial dalam kesiapan karier siswa baru melalui pengembangan kapasitas.

“Dengan berbagai pilihan kegiatan di bidang keilmuan, keolahragaan, dan kesenian, siswa didorong untuk aktif, kreatif, dan percaya diri dalam mengembangkan minat serta bakatnya,” terangnya.

Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para guru untuk mengenal lebih dekat minta, bakat, dan potensi siswa.

“Kadang siswa diam di kelas, tapi luar biasa aktif di ekskul. Di sinilah peran guru untuk memfasilitasi dan membimbing mereka,” jelasnya.

Pengurus OSIS Novel Abidah Ardelia (Ketua OSIS 9 A), Fatih Ni’am Wildany (Sekertaris OSIS 9E), dan Noor Aulia Afifah (Wakil sekertaris OSIS 9D) yang di libatkan dalam kegitan MPL 2025 mereka mengatakan, senang bisa terlibat dalam kegiatan MPLS tahun ini. Dalan kegiatan kami gunakan sebagai media pembelajaran dan merupakan pengalaman pertama yang menarik dan berharga bagi kami, bisa di ikut sertakan dalam kegiatan ini.

“Senang bisa di ikutkan dalam proses kegiatan MPLS tahun ini, kami bisa memperkenalkan diri sebagai pengurus OSIS, bisa memberi penjelasan suasana lingkungan SMP 1 Kaliwungu, tata tertib dan lainya,” katanya.

Kami juga memberi motivasi kepada adik kelas agar mereka nanti punya semangat yang tinggi untuk meraih prestasi, karena disekolah ini banyak ekstra kulikuler dan banyak siswa yang berprestasi, baik dalam dunia pendidikan maupun prestasi dalam bidang seni dan olahraga.

“Adik kelas kami beri motivasi agar lebih giat belajar, giat mengikuti ekstra kulikuler yang ada disekolah ini, mari kita manfaat bersama,” terangnya.

Kami juga beri motivasi untuk selalu giat belajar, baik belajar dalam mata pelajaran maupun belajar bersama dalam mengikuti kegiatan berorganisasi seperti OSIS, karena nantinya generasi penerus kami adalah kalian semua.

Giat untuk selalu belajar, baik belajar secara mandiri maupun belajar bersama dalam sebuah organisasi seperti OSIS, kalian adalah pengganti kami besuk ketika kalian sudah kelas VIII.

“Mulai dari sekarang belajar dalam berorganisasi, giat dalam belajar, dan yang utama adalah disiplin, karena itu semua adalah kunci kesuksesan,” jelasnya.

Diantara peserta MPLS Ardiansyah Pratama, dan Mirza Adlwa Achmad kelas 7 A mengaku senang sekali bisa diterima disekolah SMP 1 Kaliwungu, karena ini memang sudah cita-cita sejak kelas dibangku SD.

“Perasaan senang dan gembira bisa masuk di sekolah yang telah menjadi impian sejak dibangku sekolah yakni bisa masuk di sekolah yang kami inginkan,” ungkapnya.

Mengenai MPLS selama lima hari ini sangat seru dan terkesan sekali dihati kami, karena suasana baru, kelas baru, bapak dan ibu guru baru, teman baru, juga kakak kelas (Osis) yang selalu mendampingi dan memberi motivasi kami, pokonya Asyik dan menyenangkan sekali.

“MPLS di sekolah kali ini sangat seru dan mengasyikan, hal ini akan menjadi kisah yang tak akan terlupakan bagi kami,” ujarnya.

Sementara itu, Putri Citra Khabsari, Naysilla Putri, dan Itsna Aqila Raisya Putri kelas 7 B mereka mengatakan, Ini menjadi kebanggan tersendiri bagi kami bisa diterima disekolah yang saya impikan sejak dibangku sekolah dasar,” katanya.

Lebih lanjut mereka menambahkan, bahwa dalam penutupan MPLS kemarin sangat berkesan sekali dihati kami. Mereka juga menyampaikan keinginan dan harapan mereka dalam kegiatan MPLS.

“Kegiatan MPLS SMP 1 Kaliwungu sangat menyenangkan dan di kemas dalam bentuk kegiatan yang apik dan menarik bagi kami, apalagi tadi pada waktu Ekspo Ekskul, kami bangga atas prestasi kakak kelas kami yang bisa memperoleh medali emas dari tingkat Kabupaten Kudus hingga Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

(Elm@n)