KUDUS – jursidnusantara.com Paguyuban Catur Dibawah Pohon Ringin (DPR) Kabupaten Kudus Gelar Open Turnamen Nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman GOR Wergu Wetan Kudus, Jawa Tengah pada Minggu, 6 Juli 2025.
Ajang bergengsi ini, dihadir ratusan pecinta catur dari berbagai daerah turut andil bagian dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79.

Ketua Paguyuban Catur D.P.R Moh. Sugiyanto mengatakan, kami mengadakan turnamen catur terbuka 2025 ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke-79.
“Kita mengadakan kegiatan “Open Chess Tournament” dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-79,” katanya.
Lebih lanjut mas Gi’ panggilan akrab Moh. Sugiyanto menambahkan, bahwa turnamen ini bukan sekadar pertandingan, melainkan upaya nyata mendukung peran Polri dalam menciptakan suasana aman, tertib, dan kondusif di tengah masyarakat.
“Catur mengajarkan ketenangan, strategi, dan kedisiplinan. Nilai-nilai ini penting juga dalam menjaga kamtibmas. Lewat kegiatan seperti ini, kami menunjukkan bahwa masyarakat ada bersama Polri, bukan hanya dalam keamanan, tapi juga dalam kebersamaan,” imbuhnya.
Ada 166 pecatur dari kota-kota seperti Cepu, Grobogan, Blora, Jawa Timur, Surakarta, Magelang, Demak, Jepara, Semarang, Yogyakarta, juga tuan rumah dari Kudus dan lainnya. Mereka akan bertanding di 88 papan catur. Para peserta dari berbagai daerah, berbahai latar belakang, berbeda usia berlaga penuh konsentrasi, menunjukkan bahwa olahraga catur tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
“Kami bersyukur masih banyak masyarakat pecinta catur yang ada di Nusantara, maka paguyuban Catur D.P.R setiap tahun menggelar “Open Chess Turnamen”, tutup Giyanto.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo yang membuka acara secara langsung mengatakan, turnamen ini merupakan simbol sinergi kuat antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, filosofi catur sangat selaras dengan prinsip-prinsip kerja kepolisian.
“Catur mengajarkan bagaimana kita berpikir sebelum bertindak, merespon dengan bijak, serta mengambil keputusan dalam tekanan. Ini juga menjadi refleksi dari tugas Polri di lapangan,” kata Kapolres.
Kami berharap besar agar kegiatan seperti ini bisa memunculkan generasi muda yang unggul dan berprestasi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Kegiatan secara resmi dimulai dengan pelepasan balon ke udara, simbol semangat dan harapan baru yang melambung tinggi keangkasa bersama momen Hari Bhayangkara.
Sorak-sorai peserta dan semangat kebersamaan menandai berlangsungnya pertandingan yang digelar dalam suasana tertib dan penuh sportivitas.
Turnamen ini menjadi bukti bahwa Polri tak hanya hadir dalam konteks keamanan, tapi juga aktif menjalin kedekatan lewat jalur budaya, edukasi, dan olahraga.

Sementara itu, dari 166 peserta laki-laki ada empat peserta perempuan diantaranya adalah Lusiana Maulida Asal Jepara dan Rahma Khoerun Nisa asal Demak mengatakan, bahwa dirinya ikut Turnamen terbuka yang diselenggarakan oleh paguyuban Kudus sangat senang sekali, karena dapat mempertemukan antara atlet catur yang ada.
“Ini sebagai salah satu ajang untuk silaturahmi dan saling perkenalan bagi para pecinta catur,” katanya.
Kami berharap, kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan disetiap Kabupaten/Kota agar supaya para atlet catur bisa selalu mengasah kemampuan yang dimiliki.
Seperti halnya kami ini, ketika masih usia SD suka main catur, tapi karena tidak banyak diselenggarkan turnamen terlebih turnamen khusus perempuan akhirnya kami ikut dalam turnamen-turnamen terbuka yang banyak didominasi para lelaki.
Dalam mengikuti turnamen terbuka di Kudus pada hari, bukan hanya persolan kalah dan menang, karena kami sadar diri yang menjadi lawan kami, tentu kemampuannya jauh lebih diatas kami.
“Mengikuti ajang turnamen terbuka di Kudus ini, kami jadikan sebagai ajang silaturrahmi dan sekaligus belajar kepada para pecatur yang lebih senior dari kami, karena jam terbang mereka lebih banyak dari pada kami,” pungkasnya.
Sementara itu, Sutrisno (73) asal dari Cepu pelatih dan pecatur Kawakan mengungkapkan perasaan yang begitu senang sekali, masih banyak para atlet dan pecinta catur, terbukti masih banyak even dan lomba catur yang diselenggarakan diberbagai daerah.
“Ini terbukti pada bulan Juli 2025 ini ada turnamen catur di Kudus, besuk pada bulan Agustus ada turnamen catur di Blora dan Cirebon,” ujarnya.
Sutrisno juga menjelaskan, dalam setiap turnamen catur yang memakai sistem Swis atau Babak tidak menjamin seorang master catur bisa menang. Tapi kalau turnamen catur klasik master catur bisa menang. Hal tersebut dikarenakan dia sudah berpengalaman baik secara teori dan jam terbang dalam berbagai pertandingan yang pernah di ikuti.
“Pesan saya kepada generasi muda dan para atlet catur muda dalam turnamen catur yang menggunakan sistem Swis atau Babak atau menggunakan waktu jangan pernah berpikir seorang master akan mengalahkan anda, karena tidak ada jaminan master catur selalu menang dalam turnamen,” pesan Sutrisno.
(Elm@n)












