1.350 Pasukan Hartopo-Mawahib Hadiri Sosialisasi Visi-Misi dan Progam Unggulan Paslon Nomor 02

KUDUS – jursidnusantara.com http://jursidnusantara.comHari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 tinggal menghitung hari. Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Kudus, nomor urut 02 Hartopo-Mawahib gencar silaturrahim dan sosialisasi Visi-Misi dan progam unggulan ke guru ngaji dan tenaga kependidikan yang disebut pasukan Hartopo-Mawahib (Paham).

Kegiatan tersebut bertempat di Aula Gedung serbaguna Graha Idola, Desa Jurang, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus pada Jum’at, 25 Oktober 2024 sore.

Sholeh Syakur koordinator relawan Paham mengatakan, kegiatan ini merupakan tasyakuran pasangan nomor urut 02 pasangan bupati dan wakil bupati Kudus Hartopo-Mawahib.

Pernah denger, kemarin bapak dan ibu ramai-ramai diminta untuk ngurus proses pencairan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) atau yang sekarang disebut Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS).

Perlu diketahui bapak dan ibu sekalian, bahwa progam TKGS/HKGS tersebut paling cepat dianggarkan dibulan November 2024 dan cair tahun 2025, itupun jika dianggarkan Bupati atau Pj Bupati Kudus, lha kalau tidak dianggarkan.?

Perlu diketahui bapak dan ibu guru semua yang hadir disini. Alasan Paham dukung Paslon nomor urut 02 ada dua hal karena;

1. Harus mendukung Hartopo-Mawahib, karena pada tanggal 22 Mei 2024 pada pukul 08.30 WIB dirumah Romo KH Ulil Albab Arwani didawuhi kalau pak Hartopo untuk Calon Bupati dan Mawahib untuk menjadi wakil Bupati Kudus

2. Hartopo-Mawahib salah orang yang baik, jujur, dan adil. Hal ini terbukti Hartopo itu orang yang suka beribadah, ketika pagi rajin sholat Dhuha dan puasa. Apalagi Mawahib adalah alumni dari Madrasah TBS Kudus, aktif di kegiatan Banom NU dan juga ketua Zahir Mania jadi santrinya beliau tidak diragukan lagi.

Alhamdulillah sore ini kami mengundang guru ngaji, dan tenaga kependidikan se-Kecamatan Gebog ada 1.350 dan hadir semuanya, dalam rangka sosialisasi Visi-Misi dan progam kerja unggulan pasangan nomor urut 02 Hartopo-Mawahib.

Sementara itu, calon wakil Bupati Mawahib Afkar mengatakan, pada Jumat (18/10) ada pertemuan poro romo kyai, ulama, habib sekaligus deklarasi ijo Royo-royo digedung serbaguna Arwaniyyah Jl Sunan Kudus.

Dimana acara tersebut dihadiri oleh poro romo kyai, ada KH. Ulil Albab Arwani, KH Ulin Nuha, PC NU KH. Asyrofi Masyitoh, ada Ibu Hj Chumaidah dan masih banyak romo kyai, habib, dan ibu nyai yang hadir.

Wahib menjelaskan jika pada malam tersebut KH. Ulil Albab Arwani secara jelas dan Cetho akan dukungannya Paslon bupati dan wakil bupati Kudus nomor 02 Hartopo-Mawahib.

“Dalam pertemuan tersebut mematahkan klaim-klaim yang tidak berdasar mengenai dukungan KH Ulil Albab,” jelas Wahib.

Lebih lanjut Mawahib menambahkan, bahwa dirinya akan melanjutkan program Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) atau sekarang disebut Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS) di wilayah Kabupaten Kudus dengan nominal Rp 1 juta untuk setiap bulan.

Besaran tunjangan itu pun sempat berkurang saat Kabupaten Kudus dihantam pandemi covid-19 yang menyebabkan banyak anggaran di recofusing (dikurangi).

Untuk APBD Kudus yang diperbolehkan hanya ada 3 yang pertama untuk penangan pandemi covid -19, untuk menyelamatkan nyawa manusia, yang kedua bantuan Sosial, dan yang ketiga untuk bantuan ekonomi.

Karena Kudus mulai Maret 2020 hingga 2021 dinyatakan zona hitam, banyak orang yang meninggal dunia setiap hari. Bupati Hartopo ketika itu berupaya keras untuk bisa menyelamatkan nyawa warga agar bisa selamat dan Kudus bisa terbebas dari Pandemi covid -19.

“Alhamdulillah berkat kerja keras Bupati Hartopo beserta tim kesehatan dan pihak-pihak terkait akhirnya Kudus terbebas dari Pandemi covid-19 dan jadi pilot project percontohan se-Indonesia cara menangani pandemi covid -19 terbaik se-Indonesia,” pungkasnya.

(Elm@n)

error: Content is protected !!