KUDUS – jursidnusantara.com Puncak acara dalam kegiatan Haul Mbah Surgi Murang Djojo di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, adalah pengajian umum dan santunan yatim pada hari Senin, 22 Juli 2024 malam.

Suprihatin ketua panitia pelaksana kehutanan dalam sambutan mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan sumbangsih bapak dan ibu warga Desa Pasuruhan Lor yang telah membantu kami demi lancar dan suksesnya acara selama ini.
“Kami ucapkan terima kasih atas bantuan tenaga, pikiran, dan juga dana, semoga amal baik bapak dan ibu diterima Allah SWT dan balasan yang berlipat ganda,” ucapnya.
Sementara itu, Nor Badri Kepala Desa (Kades) Pasuruhan Lor mengatakan, terima kasih kepada segenap jajaran panitia pelaksana yang telah bekerja semaksimal mungkin demi untuk mensukseskan acara peringatan haul Mbah Surgi Murang Djojo.

Dalam kegiatan peringatan haul Mbah Surgi Murang Djojo pada tahun 2024 mendapatkan dana kurang lebih 75-80 juta, ini merupakan hasil kerja keras dari segenap jajaran panitia.
Lebih lanjut Nor Badri menambahkan, bahwa pada hari Minggu (14/7/2024) kemarin kita adakan Kirab Budaya. Kemudian pada hari Kamis-Sabtu (18-21/7/2024) kehutanan Expo UMKM ada 110 stand dan pentas seni, dimana Expo tersebut sangat diminati oleh masyarakat Desa Pasuruhan Lor dan sekitarnya.
Untuk puncak acara kegiatan haul Mbah Surgi Murang Djojo adalah Do’a bersama dan pengajian umum serta santunan yatim.
“Sebelum pengajian umum kita mengadakan Do’a bersama dan Khotmil Qur’an, ada puluhan anak Yatim yang akan kita santuni,” imbuhnya.
Perlu diketahui kegiatan pengajian umum pada malam hari ini kita mengundang KH. Syarofuddin Ismail Qoimas dari Rembang. Untuk memeriahkan acara ini kita juga menghadirkan group rebana Nurul Falah.
Peringatan Haul Mbah Surgi Murang Djojo menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dalam kegiatan keagamaan, pelestarian budaya, dan usaha lewat UMKM dapat menguatkan tali persaudaraan antar warga.
“Semoga pesan-pesan kebijaksanaan dari pengajian ini dapat menjadi pencerahan bagi kita semua dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Kemudian acara ditutup dengan Mauidhoh Hasanah dan Do’a oleh KH. Syarofuddin Ismail Qoimas dari Rembang yang menyampaikan isi ceramah dengan penuh kearifan lokal dan terkadang diselingi canda tawa ringan oleh para pengunjung yang hadir dalam pengajian tersebut.
Sementara itu, Ahmadi Warga Desa Terban, Kecamatan, Jekulo, serta Muslim warga Bae yang datang menghadiri pengajian merasa senang dengan apa yang disampaikan oleh Bopo KH. Syarofuddin Ismail Qoimas beliau kalau mengisi ceramah sangat bagus dan tidak bikin ngantuk karena diselingi guyonan ringan.
(Elm@n)












