Berita  

Ucap Rasa Syukur Warga Desa Menawan Gelar Berbagai Kegiatan “Menawan Mantu”

KUDUSjursidnusantara.com  Pemerintah Desa (Pemdes) Menawan gelar berbagai kegiatan sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta karena telah diberi kelimpahan hasil pertanian, warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus menggelar Sedekah Bumi. Selasa, 21 Mei 2024.

Kegiatan sedekah bumi atau Apitan dilaksanakan sebagai rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki berupa hasil bumi.

Tri Lestari Kepala Desa (Kades) Menawan dalam sambutan pembukaan Kethoprak mengatakan, ucapakan terima kasih kepada segenap panitia, Perangkat Desa, Babinsa, Babhinkamtinbmas, dan semua yang terlibat dalam kegiatan ini, yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.

“Tanpa dukungan kalian semua Pemdes Menawan tidak bisa apa-apa, kami ucapkan terima kasih atas bantuan dan partisipasinya, tenaga, pikiran, maupun swadaya dananya,” katanya.

Kami juga mengucapkan terimakasih kepada segenap bapak dan ibu, baik, dari Desa Menawan dan sekitarnya untuk mempersilahkan untuk makan bersama, karena ini dari warga, untuk warga dan kembali kepada warga.

Ia juga telah mempersiapkan tenaga kesehatan, bagi warga yang ingin cek kesehatan juga bisa ke tempat yang tekan disediakan oleh pihak panitia.

Menurutnya, tradisi “Menawan Mantu” tahun ini dilakukan yang ketiga kalinya. Ada beberapa kegiatan mulai dari pengajian pada hari Senin (20/5), terus tadi pagi ada acara Kenduren dan Kethoprak Sidang hingga malam ini.

“Tahun ini kita membuat tradisi tahunan ini lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun 2024 ini kami ambil tema “Desa Menawan Mantu yang ke 3”, terangnya.

Acara ini untuk Nguri-uri budaya, rasa bersyukur kita atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT kepada warga masyarakat Desa Menawan, dimana tadi malam kami dikasih tahu bahwa Desa Menawan masuk ranking 500 Desa Wisata dari jumlah 4.800 desa wisata se-Indonesia.

“Ini menjadi penyemangat kami, Desa Menawan merupakan desa yang menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan yang akan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ungkapnya.

Perlu diketahui, bahwa kegiatan “Desa Menawan Mantu” selain pengajian, kenduren, juga ada hiburan Kethoprak “Jati Birowo” dari Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Untuk semua kegiatan memang kita laksanakan di lapangan Bumi Perkemahan (Buper) Abiyoso Desa Menawan Kudus.

“Semua kegiatan di Buper Abiyoso, untuk lakon Kethoprak Jati Birowo pada siang hari “Joko Tarub – Nawang Wulan dan pada malam hari hingga fajar dengan lakon “Babat Tulungagung”, pungkasnya.

Sementara itu, Maskun yang berasal dari dukuh Madu, Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus mengatakan, saya datang kesini beserta rombongan 3 orang, saya punya banyak teman di Desa Menawan.

“Saya memang suka hiburan baik Kethoprak maupun Wayang, jadi setiap ada hiburan tersebut memang saya sering menonton acara tersebut,” katanya.

Sekedar informasi, bahwa Sedekah Desa atau Sedekah Bumi/Apitan adalah budaya masyarakat yang sudah dilakukan sejak lama dan menimbulkan efek positif, karena selain bisa bersilaturahmi antar warga desa, juga menciptakan keakraban antar warga desa dalam membangun Pemerintah Desa yang unggul, tangguh dan maju.

(Elm@n)