Kepala Disdikpora Kudus Beri Apresiasi dan Dorong Pendidik PAUD Kudus Yang Berkwalitas

KUDUS – jursidnusantara.com Kegiatan Jambore Merdeka Bermain yang diprioritaskan untuk guru pendidik anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Kudus, yang bertempat di Hotel Griptha

Jl. AKBP Agil Kusumdya No. 100 Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Jum at, 3 Mei 2024.

Ada sebanyak 135 peserta yang mengikuti Jambore Merdeka Bermain tersebut. Jambore ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik PAUD dan sekaligus sebagai ajang kreativitas para pendidik.

Jambore Merdeka Bermain ini, diselenggarakan oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) serta bekerja sama dengan Direktorat Guru PAUD Pendidikan Masyarakat. Jambore itu pertama kali diselenggarakan di Kota Kretek.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan olahraga Harjuna Widada mengatakan, ucapan terimakasih kepada Balai Besar Guru Penggerak (BPGG) Jateng yang telah mempercayakan Kabupaten Kudus sebagai penyelenggara kegiatan Jambore Merdeka Bermain tingkat Jateng.

“Kami ucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan penyelenggarakan Jambore Merdeka Bermain di Kudus, semoga acara dapat berjalan lancar dan sukses, yang pada akhirnya dapat menghasilkan para pendidik PAUD yang berkualitas”, katanya.

Jambore Merdeka Bermain menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengapresiasi kinerja pendidik PAUD. Proses pendidikan yang di ikuti penduduk PAUD selama ini, melalui platform merdeka mengajar (PMM) akan diuji melalui berbagai lomba yang dilaksanakan dalam Jambore Merdeka Bermain, sehingga akhir dalam kegiatan ini, diharapkan adanya peningkatan kinerja dan peningkatan pelayanan tenaga pendidik kepada anak-anak didik.

Dirinya berharap kegiatan ini akan menjadi rutinitas yang berkelanjutan, karenanya kegiatan ini dapat menginspirasi bagi para pendidik PAUD untuk terus berkompetisi dalam meningkatkan kompetensinya melalui lomba-lomba yang sesuai dengan kompetensi mereka masing-masing.

“Melalui kegiatan Jambore Merdeka Bermain ini, para pendidik PAUD akan dapat mewujudkan PAUD yang berkualitas di Kabupaten Kudus”, harapnya.

Aulia Nurul Huda Ketua Tim Kerja Kemitraan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengatakan, ada empat lomba yang diikuti guru PAUD ini. Yakni Lomba Cerdas Cermat, Lomba Mendongeng, Lomba Konten Kreatif, dan Lomba Alat Permainan Edukatif (APE).

”Jambore ini diselenggarakan di Kabupaten Kudus sebagai bentuk apresiasi guru PAUD. Terlebih di Kabupaten Kudus ada Djarum Foundation yang sudah sering memberikan pelatihan bagi guru PAUD,” katanya.

Dia menyampaikan, Jambore PAUD ini sudah edisi ketiga yang diselenggarakan di Indonesia. Edisi pertama diselenggarakan di Bali, Banyuwangi, dan yang ke tiga ini Kabupaten Kudus.

”Kami melihat Kabupaten Kudus memiliki potensi terkait pembinaan PAUD. Harapan kami apa yang sudah bagus ini bisa menjadi pionir di Jawa Tengah serta bisa diikuti oleh daerah lain”, imbuhnya.

Alasan kegiatan ini, diselenggarakan di Kudus, karena Kabupaten Kudus dianggap oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jateng menganggap kegiatan PAUD Kudus itu maju dalam pendidikan, dan kegiatan ini nantinya di ikuti perwakilan guru di kecamatan Se-Kabupaten Kudus.

“Kegiatan PAUD di Kudus itu maju dalam pendidikan, Jambore PAUD di ikuti oleh perwakilan guru PAUD perwakilan Kecamatan se-Kabupaten Kudus”, terangnya.

Pembelajaran di jenjang PAUD merupakan hal yang sangat penting sebagai fondasi mendidik anak-anak untuk menjadi generasi yang memiliki profil pelajar Pancasila. Karena itu ia mendorong para guru PAUD agar memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dengan sebaik-baiknya.

“Platform Merdeka Mengajar bisa menjadi bekal guru PAUD untuk mengajar anak-anak PAUD, selain itu, semua aktivitas di PMM bisa menjadi kredibilitas bagi guru PAUD, bahkan ke depannya bisa menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat pendidik”, pungkasnya

Bunda PAUD Kabupaten Kudus, Aini Hasan Chabibie mengaku senang dengan penyelenggaraan Jambore di Kota Kretek. Dirinya mengaku senang dengan kreatifitas dan kemampuan para guru PAUD.

”Mereka bisa mengawinkan seni dengan kebutuhan anak untuk belajar sesuai dengan tahapan usianya”, katanya.

Lebih lanjut Aini menambahkan, Jambore ini sangat menunjang pembelajaran. Sehingga bisa menghasilkan mutu pembelajaran yang bagus.

”Adanya Jambore Merdeka Bermain ini, semoga menggerakkan guru dan dapat saling termotivasi”, jelasnya.

Sementara itu, Uswatun Hasanah (TK Pertiwi Kedungduwo) dan Isnawati (TK Pertiwi Mijen 1), salah satu peserta lomba Jambore Merdeka Bermain Alat Permainan Edukatif (APE) perwakilan guru Kecamatan Kaliwungu, mereka mengatakan, kami senang dapat menjadi bagian dalam kegiatan ini, tema yang kami ambil dalam loma APE “Kota Cerita”.

“Perwakilan lomba APE ada dua lembaga yakni dari TK Pertiwi Kedungduwo dan TK Pertiwi Mijen 1, kami mengambil tema Kota Ceria” dalam suasana takbir keliling kota Kudus”, katanya.

Uswatun menambahkan, bahwa APE yang kami buat dari bahan sampah dari kardus, yang kami buat sebuah menjadi miniatur menara Kudus, mobil, bedug beserta tabuhnya, juga suasana kota Kudus yang asri dan mempesona.

Tujuan APE kali ini, untuk melestarikan kearifan budaya lokal yakni takbir keliling di Kudus dan sekitarnya.

Isnawati berharap bahwa APE ini dibuat dari bahan kardus bekas ini dapat memberikan pembelajaran anak, karena dirinya melihat masih banyak anak bermain sendiri, maka dengan adanya permainan APE yang kita buat ini, bisa sebagai sarana meningkatkan kerjasama anak dan dapat menumbuhkan kepercayaan diri anak dan juga segi perkembangannya.

“Semoga Jambore Merdeka Bermain di Kudus ini, merupakan Kurikulum Merdeka pada jenjang PAUD dengan kegiatan pembelajaran yang dipilih dan harus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan mampu meningkatkan capaian anak”, harapnya.

(Elm@n)