GROBOGAN jursidnusantara.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat merespons kerusakan bangunan SD Negeri Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, yang belakangan menjadi perhatian publik. Atas arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi sekolah dan memastikan langkah penanganan segera dilakukan.
Berdasarkan hasil peninjauan, kerusakan pada bangunan sekolah disebabkan oleh faktor usia bangunan serta serangan rayap yang mengakibatkan beberapa ruang kelas tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Hasil koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan bahwa SD Negeri Tanggirejo telah masuk dalam program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat.
Program tersebut akan mencakup rehabilitasi lima ruang kelas yang mengalami kerusakan. Proses revitalisasi ditargetkan mulai berjalan setelah pencairan anggaran pada Agustus 2026, usai penandatanganan perjanjian kerja sama.
Sambil menunggu pelaksanaan revitalisasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan bantuan darurat sebesar Rp50 juta sebagai langkah penanganan awal guna menjamin keamanan dan kelancaran proses belajar mengajar.
Meski kondisi bangunan mengalami kerusakan, kegiatan belajar mengajar di SDN Tanggirejo tetap berlangsung. Pihak sekolah mengoptimalkan penggunaan ruang kelas yang masih dinyatakan aman sehingga para siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran tanpa mengganggu proses pendidikan.
Langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi siswa, guru, dan orang tua, sekaligus mempercepat terwujudnya lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
(Pujiono)












