PATI | jursidnusantara.com – Setelah hampir lima tahun vakum, ajang Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pati akhirnya kembali digelar. Kembalinya agenda bergengsi ini langsung disambut antusias generasi muda. Sebanyak 57 peserta mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi dan bersaing menjadi wajah baru promosi pariwisata Bumi Mina Tani.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono, mengatakan vakumnya pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata selama beberapa tahun terakhir disebabkan keterbatasan anggaran. Baru pada tahun anggaran 2026, kegiatan tersebut kembali memperoleh dukungan pendanaan sehingga dapat dilaksanakan.
“Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata vakum hampir lima tahun. Sudah lama sekali tidak diselenggarakan. Tahun ini kembali digelar dan antusias peserta sangat luar biasa,” ujar Rekso, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Rekso, meski ajang pemilihan sempat terhenti, promosi pariwisata Kabupaten Pati tetap berjalan dengan melibatkan para mantan Mas dan Mbak Duta Wisata.
“Selama ini kami menunjuk para alumni Duta Wisata untuk membantu berbagai kegiatan promosi daerah karena belum ada anggaran untuk menyelenggarakan pemilihan baru. Alhamdulillah, tahun 2026 sudah kembali dianggarkan,” jelasnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 57 peserta mulai mengikuti tahapan seleksi. Mereka terlebih dahulu menjalani ujian tertulis sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya, seperti public speaking, unjuk bakat, wawancara, hingga penilaian kepribadian dan wawasan kepariwisataan.
Rekso berharap, ajang tersebut tidak sekadar melahirkan pemenang, tetapi juga generasi muda yang mampu menjadi duta promosi pariwisata, budaya, dan potensi daerah Kabupaten Pati.
“Harapan kami, Mas dan Mbak Duta Wisata menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam memperkenalkan destinasi wisata, budaya, produk unggulan, hingga kearifan lokal Kabupaten Pati, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ungkapnya.
Ia optimistis, dengan kembali digelarnya ajang ini, promosi pariwisata Kabupaten Pati akan semakin bergairah. Para finalis diharapkan mampu memanfaatkan kreativitas dan media digital untuk mengenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pati.












