Wakili Kudus, Desa Dukuhwaringin Tembus Tiga Besar Lomba Desa Tingkat Provinsi Jateng

Oplus_131072

KUDUS – jursidnusantara.com Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk tiga besar Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 bersama desa dari Kabupaten Jepara dan Klaten.

Capaian tersebut membuka peluang bagi desa Dukuhwaringin untuk melangkah ke tingkat Nasional apabila berhasil meraih posisi juara Provinsi.

Hasil itu mengantarkan Dukuhwaringin bersaing dengan puluhan desa terbaik dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, mengatakan, Desa Dukuhwaringin mampu menunjukkan kualitasnya hingga berhasil masuk jajaran tiga besar tingkat Provinsi.

Jika berhasil menjadi juara pertama tingkat Provinsi Jateng akan berpeluang menjadi wakil Provinsi Jateng untuk mengikuti lomba tingkat Nasional. Sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Kudus.

“Setelah menjadi juara di tingkat kabupaten, Desa Dukuhwaringin mengikuti seleksi tingkat provinsi dan berhasil masuk tiga besar. Ini menjadi peluang besar untuk bisa melaju ke tingkat nasional,” Kata Famny Dwi Arfana pada Kamis, 25 Juni 2026.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana

Famny juga menjelaskan, proses penilaian lomba desa dilakukan secara bertahap dan melibatkan sejumlah aspek penting.

Tahapan tersebut dimulai dari pemeriksaan administrasi, pemaparan program oleh kepala desa (Kades) hingga verifikasi lapangan yang dilakukan kepada peserta yang lolos ke babak tiga besar.

Dalam penilaian tersebut, tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyoroti berbagai indikator pembangunan desa. Mulai dari kondisi kewilayahan, tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan masyarakat, hingga inovasi yang dijalankan oleh Pemerintah Desa (Pemdes).

Program-program unggulan yang telah berjalan di desa juga menjadi bagian penting dalam evaluasi. Pelaksanaan Desa Tangguh Bencana (Destana), Program Kampung Iklim (Proklim), Posyandu, serta kegiatan PKK dinilai berdasarkan kebermanfaatannya bagi masyarakat dan tingkat keberlanjutan program.

“Semua aspek menjadi penilaian. Bukan hanya administrasi, tetapi juga implementasi program di lapangan. Karena itu ada tahapan klarifikasi lapangan untuk memastikan seluruh program benar-benar berjalan,” terangnya.

Selain program pemberdayaan masyarakat, tim penilai juga memperhatikan pelaksanaan program prioritas nasional. Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penguatan ketahanan pangan, serta pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi indikator yang turut menentukan hasil akhir lomba.

Saat ini seluruh tahapan penilaian telah selesai dilaksanakan dan peserta tinggal menunggu keputusan rapat pleno tingkat Provinsi.

Famny berharap, Desa Dukuhwaringin mampu mencatat sejarah baru bagi Kabupaten Kudus dengan meraih gelar juara pertama tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Ia mencatat prestasi terbaik wakil Kabupaten Kudus saat maju ke tingkat Provinsi, yakni juara dua lomba Desa/Kelurahan. Peserta tiga besar lomba Desa/Kelurahan di Jateng juga mendapat bantuan khusus dari Gubernur Jateng.

“Selama ini capaian tertinggi Kabupaten Kudus di lomba desa tingkat Provinsi adalah juara dua. Semoga tahun ini bisa menjadi yang terbaik dan membawa nama Kudus ke tingkat nasional,” pungkasnya.

(Elm@n)

error: Content is protected !!