KUDUS – jursidnusantara.com Hujan mengguyur di Kabupaten Kudus seharian tak menyurutkan para orang tua Lanjut Usia (Lansia) untuk hadir dan mengikuti kegitan santunan yang diselenggarakan oleh Pranoto, SE., wakil ketua Komisi C DPRD Kudus.
Sebagai seorang yang beriman janji harus ditepati, itulah yang dilaksanakan oleh Pranoto, SE., politisi muda anggota DPRD Kudus dari Fraksi PDI Perjuangan yang pada Pemilu 2024 dirinya berjanji akan menyantuni ribuan orang tua lanjut usia (Lansia) yang berumur minimal 62 tahun keatas, yang ada di daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Gebog.
Gelaran tersebut berlangsung di rumah Chaidar warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, pada Rabu siang, 31 Desember 2025.
Dalam sambutanya Pranoto, SE., mengatakan, bahwa kegiatan sosial ini adalah santunan para Lansia. Kegiatan ini dalam rangka memenuhi janji kampanye ketika mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kudus tahun 2024 lalu.
“Ini merupakan realisasi janji politik dan nadzar saya jika terpilih menjadi anggota DPRD Kudus, maka saya akan memberi santunan kepada para lansia yang usia minimal 62 tahun keatas,” katanya.
Wakil ketua Komisi C DPRD Kudus Fraksi PDI Perjuangan Kudus ini menambahkan, bahwa pada pertemuan di Desa Kaliwungu ini, merupakan putaran yang pertama di RW 01.
“Santunan Lansia di Desa Kaliwungu ini merupakan santunan lansia putaran yang pertama, di RW 01, tadi yang kami undang ada 143 lansia,” imbuhnya.

Pranoto juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian saya sebagai anggota DPRD Kudus kepada sesama, terutama kepada para orang tua. Apa yang saya lakukan semoga dapat menginspirasi dan contoh yang baik kepada anggota DPRD yang lain.
“Saya sisihkan gaji saya sebagai anggota DPRD Kudus. Setiap selapan (40 hari) sekali untuk santunan Lansia di 26 Desa di daerah pemilihan (Dapil) saya yakni; Kecamatan Kaliwungu ada 15 Desa dan Kecamatan Gebog ada 11 Desa. Kali ini santunan berada di Desa Garung Kidul,” jelasnya.
Jumlah lansia setiap desa di kecamatan itu berbeda jumlahnya. Saya memberi santunan itu tidak melihat latar belakang keluarga mereka berasal. Saya juga tidak memandang mereka kemarin dukung saya atau tidak, yang penting orang tua yang berusia minimal 62 tahun, dan saya bertekad untuk menyantuni ribuan Lansia di Darah Pemilihan (Dapil) saya kemarin.
Beberapa desa yang sudah kami realisasikan santunan yakni Desa Gamong, Desa Banget, Desa Prambatan Lor, Desa Prambatan Kidul, Desa Garung Kidul, dan sekarang ada di Desa Kaliwungu.
“Sejak saya dilantik menjadi anggota DPRD Kudus hingga sekarang kurang lebih ada 5.000-an lebih lansia yang telah kami santunan,” ujarnya.
Sebelum acara berakhir Pranoto, mengajak komunikasi dengan beberapa lansia dengan memberi beberapa pertanyaan, masukan, do’a misalnya pertanyaan tentang keluhan sebagai orang tua, harapan orang tua kepada anak, pembangunan jalan yang rusak, lampu penerangan yang mati dan lain sebagainya.
Namun pada pertemuan kali ini tidak ada usulan tentang pembangunan ataupun penerangan jalan, namun banyak para lansia yang mengharapkan dan do’a terbaik bagi Pranoto.

Rohmad (70) RT 06 RW 01 dan Nor Yanto (65) RT 01 RW 01 mereka mengucapkan, syukur dapat perhatian anggota DPRD Kudus. Karena selama ini tidak banyak anggota DPRD Kudus yang peduli kepada orang tua seperti kami ini.
“Baru kali ini ada perhatian lebih DPRD Kudus. Terima kasih kepada bapak Pranoto atas pemberian santunan Lansia ini, semoga mendapat rezeki yang melimpah, berkah dan manfaat,” ucapnya.
Kami sebagai orang tua hanya dapat mendo’akan yang terbaik untuk Pranoto beserta keluarga besarnya. Semoga besuk kalau mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kudus, bisa terpilih dan menjadi DPRD Kudus lagi Amin. Kami juga berharap bapak Pranoto dapat menjalankan amanah dari rakyat dan tetep rendah hati.
“Semoga keluarga bapak Pranoto selalu diberi kesehatan, keselamatan, dan bisa terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kudus kembali,” katanya.

Sri Sutiyem (77) RT 03 RW 01 mengungkapkan senang bisa ketemu langsung dan menyapa anggota DPRD Kudus. Ternyata masih ada yang memperhatikan orang tua seperti kami ini. Mohon sekiranya jika ada keluhan kesehatan warga bisa di fasilatsi, karena orang tua sering sakit-sakitan dan tidak punya BPJS.
“Saya berharap dari pak Pranoto, bisa mengupayakan kami mendapat kartu BPJS secara gratis, semiga keluarga Bapak Pranoto diberi kesehatan, keselamatan, dan limpahan rezeki yang barokah Amin,” ujar Sri Sutiyem.
Setelah mendengar keluhan dan harapan para Lansia, Pranoto menjawab, bahwa apa yang menjadi keluhan, harapan dan keinginan para ibu dan bapak sedulur Pranoto. Dirinya dengan tegas akan selalu siap pasang badan, jika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Jika bapak dan ibu ke Desa Gamong bisa mampir kerumah saya, bila ada yang perlu bantuan dalam bentuk pembangunan, penerangan dan kesehatan, kami siap demi untuk masyarakat serta kebaikan bersama,” tutupnya.
(Elm@n)












