Berita  

Tari Gethak Sidorekso Pukau Ratusan Penonton Dalam Gelaran Sidorekso Mantu 2025

KUDUS – jursidnusantara.com Sanggar Ismoyo Sidorekso dalam penampilan “Tari Gethak Sidorekso” dalam penampilan perdananya ini berhasil pukau ratusan penonton dalam memeriahkan gelaran Sidorekso Mantu tahun 2025.

Penampilan energik dan koreografi yang memukau dari para penari sukses mendapatkan perhatian penonton yang memadati lapangan SDN 1 Sidorekso pada Sabtu pagi, 10 Mei 2025.

Wahyudi atau yang lebih dikenal dengan Cak Kisut beserta Yeye yang menciptakan tari Gethak Sidorekso mengungkapkan, berasal dari keinginan dari Kepala Desa (Kades) Mochamad Arifin untuk menciptakan sebuah seni dan kreasi tari

“Kades Sidorekso punya keinginan dan mengabadikan para perajin Gethak atau paso dalam bentuk kesenian berupa tari. Pasalnya dahulu Desa Sidorekso warganya banyak pengrajin tanah liat baik itu Paso, Kendi dan gerabah yang terbuat dari tanah liat,” ujar Cak Kisut.

Kemudian saya sebelum menciptakan tari Gethak Sidorekso ini melakukan penelitian, bagaiman proses pembuatan Paso tersebut, mulai kami teliti, bagaiman cara pengolahan, pembentukan, pengeringan, pembakaran, Paso tersebut. Baru kemudian kami tuangkan dalam bentuk koreografi dan kreasi tarian.

“Sebelum menciptakan Tari Gethak Sidorekso, langkah yang kita lakukan adalah, kita pelajari, kita teliti, baru kemudian kita kemas dengan koreografi dan kita selaraskan dengan irama dengan tarian,” terangnya.

Penampilan penari tadi yang kita tampilkan ada 7 orang tapi kalau di Sanggar Seni Ismoyo penarinya ada 12 orang.

Harapan kami kedepan tari Gethak Sidorekso ini bisa menjadi sebuah seni tari yang dapat diterima oleh semua masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional. Sesuai dengan iringan lagu tari Gethak Sidorekso yakni Kondang Nuswantoro yang artinya bisa terkenal di nuswantoro.

Sementara itu, Zahrotul Syifa’ul Jannah dan Safitri Nor A’isyah peserta Tari Gethak Sidorekso mengungkapkan perasaannya dengan senang hati bisa ikut terlibat menjadi penari.

Dirinya tidak menyangka bisa menari, dan bisa diterima oleh mmwarga yang melihat tarian yang kami mainkan. Karena sebenarnya basic kami berdua bukan dari penari.

“Tarian yang kami sajikan ini merupakan penampilan yang perdana, karena sebelumnya kami belum pernah ikut sanggar tari,” ungkapnya.

Kami berlatih tari ini cukup lama kurang lebih 3 hingga 4 bulan dan syukur Alhamdulilah penampilan kami bisa seperti yang dilihat tadi.

“Kami bangga bisa memamerkan warisan budaya lokal ‘Tari Gethak Sidorekso’ yang sarat akan makna,” pungkasnya.

Ketua BPD Sidorekso mengatakan, Takjub dengan penampilan tari Gethak Sidorekso. Ternyata tarian ini mampu dimainkan dengan apik dan menarik.

Dirinya juga memberi tanggapan mengenai tarian ini merupakan budaya dan ciri khas Tari Desa Sidorekso, maka sangatlah perlu dilestarikan, baik itu seni, tradisi dan lainya.

“Selama Inovasi inovasi budaya yang positif dan bersifat ciri khas budaya desa maka perlu untuk didukung bersama dan dilestarikan bersama,” ujarnya.

Kami atas nama pribadi dan BPD Sidorekso sangat mendukung sekali, apalagi bisa menarik minat para Gen Z untuk ikut serta yg notabene saat ini semakin sedikit yang cinta atau minat terhadap seni budaya yg harus kita dukung dan kita hargai.

Semoga kegiatan seni dan budaya yang di laksanakan oleh Pemdes Sidorekso bisa terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.

(Elm@n)

error: Content is protected !!