Hujan Lebat Disertai Angin, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Kudus Dihantam Banjir dan Tanah Longsor

KUDUS – jursidnusantara.com Hujan lebat disertai angin kencang diwilayah Kabupaten Kudus pada Jumat, 9 Januari 2026, menyebabkan debit Sungai Gelis meningkat dan memicu jebolnya tanggul di empat titik berbeda yang mengakibatkan enam rumah warga terendam di Kecamatan Kota Kudus.

Tak hanya itu, tanah longsor yang terjadi di sebelah barat Portal Wisata Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Kapolsek Dawe AKP Budianto mengatakan, bahwa longsor dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Dawe sejak pagi hari dan disertai angin kencang.

Kondisi tersebut menyebabkan tanah di sekitar tebing jalan menjadi labil dan tergerus air, hingga akhirnya jembatan tidak mampu menahan beban dan mengalami longsor.

“Akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama, struktur tanah di sekitar jembatan menjadi tidak stabil, mengakibatkan longsor. Dalam peristiwa tersebut terdapat dua kendaraan yang sedang terparkir di atas jembatan ikut terbawa material longsoran, kata AKP Budianto.

Dua kendaraan yang terdampak yakni mobil Suzuki Ertiga dan truk tangki Isuzu Elf, para pengemudinya hanya mengalami luka ringan dan telah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan di lokasi kejadian.

“Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

AKBP Heru Dwi Purnomo turut meninjau langsung lokasi kejadian.

Kehadiran Kapolres dilakukan guna memastikan langkah penanganan sesuai prosedur, sekaligus mempercepat koordinasi lintas instansi dalam penanganan dampak longsor dan pengamanan jalur wisata Colo.

“Kami memastikan pengamanan lokasi berjalan maksimal dan koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan agar penanganan dapat berjalan cepat dan tepat,” jelasnya.

Sementara itu, di Desa Singocandi RT 08 RW 03, Kecamatan Kota, Kudus akibat intensitas hujan tinggi mengakibatkan enam rumah warga terendam air setinggi kurang lebih 1 meter. Keenam Kepala Rumah Tangga tersebut terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga terdekat demi menghindari risiko lebih lanjut.

Debit air yang meningkat mengakibatkan pagar tembok pembatas antara Perumahan Singocandi dan Sungai Gelis roboh sepanjang sekitar 3 meter dengan tinggi 2 meter.

Selain di Singocandi, peningkatan debit air di Desa Tenggeles Kecamatan Mejobo Gg 2 Juga mengalami banjir dengan ketinggian mencapai 30 hingga 50 centi meter.

Kemudian diwilayah sekitar sungai gelis juga terpantau di sejumlah titik lain, di antaranya Dukuh Kuanaran Kelurahan Kajeksan, kawasan Jembatan Taman Siswa Desa Singocandi dan Desa Demaan, Desa Demangan, Desa Demaan RT 4 RW 5, serta Kelurahan Sunggingan.

Meski debit air meningkat, kondisi permukiman warga di lokasi tersebut masih terpantau aman. Di Desa Demangan RT 1 RW 3, peningkatan debit air menyebabkan jalan pinggir Sungai Gelis tergerus dan berlubang sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 1,5 meter.

Namun ketinggian air masih berjarak dari bibir sungai sehingga belum berdampak pada rumah warga.

Kasat Samapta Polres Kudus, AKP Noor Alifi mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan dan menyiagakan personel di lokasi rawan banjir.

“Kami lakukan monitoring intensif dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air susulan,” kata AKP Alifi.

Hingga malam ini, cuaca di wilayah Kecamatan Kota Kudus masih mendung dengan potensi hujan. Polisi mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada dan segera melapor jika terjadi keadaan darurat.

(Elm@n)

error: Content is protected !!