Grobogan//2026/1/6/ jursidnusantara.com /,”- Memasuki tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Grobogan mulai menata langkah pembangunan dengan lebih terarah. Bukan sekadar menyusun program, tetapi memastikan seluruh kebijakan berjalan seiring dan saling menguatkan.

Arah tersebut mengemuka dalam forum Coffee Morning di Purwodadi, Selasa (6/1/2026). Melalui semangat Mbangun Deso Noto Kutho, pembangunan diarahkan agar desa dan kota tumbuh beriringan, merata, dan berkelanjutan.
Pentingnya keselarasan visi antarperangkat Daerah. Perencanaan, pelaksanaan, hingga pengendalian program harus terhubung agar kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Kerja sama yang responsif di lapangan serta komunikasi publik yang bijak, dengan langkah nyata sebagai jawaban atas berbagai dinamika yang berkembang.
Menatap 2026, Pemkab Grobogan menyiapkan langkah konkret di sektor infrastruktur dan lingkungan. Percepatan penanganan jalan dan jembatan dirancang melalui berbagai skema pembiayaan.
Di Purwodadi, penanganan banjir dan drainase menjadi perhatian, sementara pengelolaan sampah diarahkan pada pendekatan inovatif dengan target pengoperasian RDF di TPA Ngembak pada akhir 2026.
Seluruh arah kebijakan tersebut diharapkan memberi kepastian kerja bagi perangkat daerah, sekaligus memperjelas prioritas agar pelaksanaan program berjalan lebih tertib dan terukur.

Melalui perencanaan yang rapi, disiplin pelaksanaan, dan kerja bersama lintas sektor, Pemkab Grobogan meneguhkan komitmen membangun daerah secara berimbang, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat sejak awal.
Pujiono.












